Kubuat Kau Menyesal!

Kubuat Kau Menyesal!
Malam Pertama Yang Tertunda


__ADS_3

"Mengapa kamu menatap aku seperti itu?" tanya Raihan. Menunjukkan rasa tak suka.


"Aku curiga, jangan-jangan kamu memiliki hubungan dengan sekretaris kamu?" tanya Syakilla menyelidik. Membuat Raihan menelan salivanya, dan jantungnya berdegup kencang. Karena dia tak ingin Syakilla tahu, hingga akhirnya Syakilla menceritakan semua ini kepada ayahnya.


"Kau ini, ada-ada saja. Apa yang dia lakukan kepadaku, hanya sebatas sekretaris dengan bosnya. Tak lebih. Sudah jangan pikir macam-macam, ayo kita pulang! Aku akan buktikan padamu, kalau aku tak memiliki hubungan dengannya," ucap Raihan.


Raihan langsung menggandeng tangan istrinya keluar dari ruangannya dan berniat akan mengajaknya untuk pulang. Syila tentu saja menjadi tambah panas melihat kekasihnya menggandeng wanita lain di hadapannya, meskipun wanita itu istri sahnya.


"Mas, kenapa sih kamu buru-buru banget mengajak aku pulang ke rumah? Padahal aku masih ingin berlama-lama di kantor kamu," ujar Syakilla yang kini melipat kedua tangannya di dada. Menunjukkan perasaan tak sukanya.


"Mas, sudah tak tahan. Ingin bercinta sama kamu. Kau tahu tidak, sejak semalam aku tak bisa tidur, karena milikku yang terus menegang. Mungkin sudah saatnya, kita melakukan malam pertama yang sempat tertunda," rayu Raihan membuat wajah Syakilla memerah.


"Mas ...," ucap Syakilla. Namun ucapannya terhenti tak dia lanjutkan lagi.


"Kenapa? Takut? Tenang saja, aku akan melakukannya pelan-pelan," ungkap Raihan.


Tak ada sepatah katapun dari bibir keduanya, mereka sama-sama sibuk dengan pemikirannya sendiri.


"Maafkan aku Sayang, aku terpaksa harus melakukan hubungan suami istri dengan Syakilla. Agar dia tak mencurigai hubungan kita. Semoga kamu mengerti dengan keputusan yang aku ambil," gumam Raihan.

__ADS_1


Mobil yang membawa mereka sudah berada di parkiran mobil rumahnya, kemudian mereka turun dan memasuki rumah.


"Mas, turunin aku! Pakai begini segala sih," rengek Syakilla.


Tiba-tiba saja Raihan menggendong tubuhnya dan membawa Syakilla ke kamarnya. Syakilla mengira apa yang dilakukan Raihan kepadanya, tulus. Padahal, yang dilakukan Raihan kepadanya hanya untuk menutupi kedok perselingkuhan dirinya dengan Syila.


Raihan menurunkan Syakilla dan memaksa Syakilla untuk membuka jilbab dan pakaian yang dia kenakan.


"Tak perlu malu-malu, aku ini suami kamu," ujar Raihan dan akhirnya Syakilla menurutinya.


Raihan menelan salivanya, ternyata tubuh Syakilla lebih indah dari kekasihnya. Sayangnya dia cinta mati kepada Syila, hingga membuat dia tetap memilih Syila di hidupnya. Sama halnya dengan Syakilla, Raihan pun membuka semua yang dia kenakan, hingga kini dirinya terlihat polos.


"Alah, tak perlu seperti itu. Langsung saja," sahut Raihan dengan santainya. Nap*sunya sudah menggebu-gebu.


Raihan sudah membaringkan tubuh Syakilla di ranjang, wajah Syakilla terlihat tegang. Ini adalah pertama kali dalam hidupnya. Wajahnya terlihat pucat.


Raihan tampak tersenyum puas, kala dirinya berhasil memiliki Killa seutuhnya. Kini keduanya tampak sedang mengatur napas. Jantung keduanya pun masih berpacu sangat cepat. Raihan tampak menggenggam tangan Syakilla.


"Makasih ya, karena kamu sudah memberikannya kepada aku," ucap Raihan. Raihan juga melabuhkan kecupan di kening Syakilla. Seakan menunjukkan rasa cintanya kepada Syakilla. Syakilla merasa senang, karena akhirnya dia berhasil membuat suaminya menyentuh dirinya.

__ADS_1


Ternyata tubuh Syakilla, membuat Raihan merasa kecanduan. Tak lama kemudian Raihan meminta lagi, dengan posisi yang berbeda.


"Aw, sakit," ring is Syakilla. Saat dirinya hendak bangun, untuk membersihkan sisa-sisa percintaannya dengan sang suami.


"Kenapa? Sakit ya?" tanya Raihan dan Syakilla menganggukkan kepalanya.


Hingga akhirnya Raihan menggendong tubuh Syakilla ke kamar mandi.


"Nanti kalau sudah selesai bilang ya!" ujar Raihan.


Raihan tampak bersikap manis. Menggendong Syakilla kembali dari kamar mandi.


"Tak perlu pakai baju, malam ini! Jika aku mau lagi, aku jadi mudah," ujar Raihan yang meletakkan tubuh istrinya di ranjang, kemudian dia menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut.


"Aku lelah, ingin tidur," ucap Syakilla.


Untuk malam ini, Raihan mengizinkan Syakilla untuk tidur bersamanya. Perlahan mata Syakilla meredup, hingga akhirnya dia tertidur pulas.


Berbeda halnya dengan Raihan yang akhirnya sudah merasakan malam pertama yang tertunda bersama Syakilla. Syila justru sedang merasa kesal, karena Raihan tak juga menghubunginya. Bahkan ponselnya saat ini tak aktif.

__ADS_1


"Aku akan buat kalian terpisah!"


__ADS_2