
"Bi, nanti malam setelah sholat magrib Bapak titip Sakha dulu ya! Bapak ingin mengajak ibu dinner, ingin memberikan kejutan untuk ibu," ucap Dimas kepada sang ART, saat Killa ke toilet.
"Ya, Pak siap!" sahut sang ART. Dia ingin menikmati indahnya malam berduaan sama Killa di tepi pantai. Lagipula, angin malam tak baik untuk anak seusia Sakha.
Setelah Killa datang, mereka memutuskan untuk pulang ke hotel. Kini mereka sudah dalam perjalanan pulang. Seperti biasa, selama Killa bisa. Dia yang akan menggendong sang anak, dia tak ingin Sakha kekurangan kasih sayangnya. Dia ingin bersikap adil kepada Sakha anaknya dan juga Dimas suaminya.
"Bu, nanti Sakha biar sama saya saja! Biar nemani saya di kamar. Ibu siapkan ASInya saja!" Ujar Bi Sumi.
"Ya, sudah! Nanti kabarin saja ya! Jika kamu butuh
bantuan. Ibu titip Sakha ya! Kalau rewel nanti kamu langsung telepon ibu ya! Ibu pumping ASI dulu, habis itu ibu antarkan ya ke kamar kamu! Kamarnya ada kulkas kan Mas? Biar bisa simpan ASI di freezer," sahut Killa.
__ADS_1
"Iya, ada kok fasilitas kulkas," sahut Dimas.
Mereka baru saja sampai di hotel, dan langsung turun di lobby. Setelah mendapatkan kartu pas, mereka langsung menuju kamar. Dimas dan Killa mengantarkan sang anak dan sang ART ke kamarnya dulu. Killa langsung memberikan Sakha kepada sang ART. Bi Sumi sangat menyayangi Sakha, sehingga Killa percaya kepadanya.
"Ibu titip Sakha ya, bi!" Ujar Killa.
"Iya, bu. Ibu tenang saja!" Sahut Bi Sumi. Kini Sakha sudah di gendongan Bi Sumi. Killa dan Dimas langsung pergi meninggalkan kamar Bi Sumi, menuju kamar mereka.
"Loh kok malah nangis sih? Aku kan ingin membahagiakan kamu," ucap Dimas mencoba menenangkan sang istri. Dia tampak mengusap punggung sang istri dengan penuh kelembutan.
"Justru aku seperti ini karena aku bahagia, Mas! Makasih ya mas. Aku terharu. Meskipun ini kedua kalinya aku menikah, tetapi ini pertama kali dalam hidupku. Kamar ini mewah banget mas. Pasti mahal banget menyewa di sini. Ada kolam renang sendiri juga lagi di depan kamar. MasyaAllah mas, bagus banget pemandangannya langsung ke arah pantai. Aku mencintai mas," ucap Killa. Killa langsung mencium pipi sang suami, menunjukkan rasa cintanya kepada sang suami.
__ADS_1
"Mau coba berenang?" Tanya Dimas sambil memainkan alisnya.
"Tapi ..., aku enggak bawa baju renang mas. Aku enggak tahu, kalau hotelnya mewah seperti ini. Gimana dong, mas?" Sahut Killa.
"Ya sudah, pakai lingerie saja! Toh, hanya kita berdua saja di sini, orang lain enggak lewat. Enggak ada yang menggangu kita. Lumayan ada waktu 1 jam untuk kita berenang," ucap Dimas. Sebenarnya, Killa merasa risih. Tetapi dia harus mencoba untuk menyenangkan hati suaminya.
"Ayo, siapa takut!" Ujar Killa sambil mengerlingkan mata genit. Tanpa basa-basi Killa langsung membuka seluruh pakaian yang dia kenakan di depan suaminya. Dimas tampak menelan salivanya, melihat keseksian tubuh sang istri.
"Let's Go! Kenapa mas malah bengong? Katanya ingin berenang?" Ujar Killa sambil melucuti pakaian yang dikenakan suaminya. Kini sang suami hanya menyisakan celana boxernya. Dia pun hanya menggunakan pakaian dalam saja.
Dimas tampak tersenyum, Dia pun langsung menggendong tubuh sang istri, dan membawanya masuk ke dalam kolam renang. Mereka langsung bercumbu mesra.
__ADS_1