Kubuat Kau Menyesal!

Kubuat Kau Menyesal!
Ungkapan hati Dokter Dimas


__ADS_3

"Sudah ya mas! Aku pulang dulu, nanti kalau anak ini sudah lahir. Bunda kamu akan memberi kabar ke kamu. Maaf, keputusan aku sudah bulat. Aku enggak mau kembali sama kamu lagi," ucap Killa tegas. Membuat Raihan tak berkutik. Dia hanya bisa memandang punggung mantan istrinya yang semakin lama semakin menghilang.


Killa memilih untuk pergi meninggalkan Raihan. Karena baginya, sudah tak ada lagi yang perlu di bahas. Killa sudah merasa nyaman hidup seperti sekarang.


"Maafkan aku mas. Mas terlambat, mas baru menyadarinya di saat hati ini sudah tertutup untukmu, dan sudah tak ada cinta untukmu," ucap Killa dalam hati.


"Maafkan Bunda ya sayang. Bunda harus melakukan hal ini, karena ayah tak pernah mengharapkan kita dulu. Kini saatnya dia menyesali perbuatannya dulu kepada kita," ucap Killa sambil mengusap perutnya yang sudah membesar. Berdasarkan perhitungan, bulan depan Killa akan melahirkan buah hatinya.


Killa baru saja sampai di rumah, dia memilih untuk langsung mandi, dan sholat magrib. Dia tak ingin stres, Killa sudah mengikhlaskan semuanya, dan sudah membuka lembaran baru.


Setelah selesai mandi, Killa memutuskan untuk sholat. Bagi Killa, hanya Allah 'lah sebaik-baiknya tempatnya mengadu.


"Kuatkan aku ya Allah dalam menghadapi semua ini. Semoga keputusan yang telah aku pilih, adalah keputusan yang tepat," ucap Killa di dalam doanya.


Berbeda halnya dengan Killa yang justru lebih terlihat tegar, Raihan justru merasa terpuruk. Karena Killa tak akan pernah mau kembali kepadanya, dia harus mengubur keinginannya untuk hidup bahagia dengan Killa dan juga anaknya.

__ADS_1


Hari-hari Raihan lalui, dia merasa hidupnya tak seberuntung dulu. Bahkan, sampai saat ini sang istri belum juga hamil. Membuat dia semakin merasa menyesal.


Hari ini adalah jadwal Killa periksa kandungan. Semakin dekat menjelang kelahiran. Banyak hal yang Killa tanyakan kepada Dokter Dimas, untuk persiapan dia melahirkan. Killa baru saja sampai di rumah sakit, untuk periksa kandungan. Kini saatnya dia yang mendapatkan giliran untuk di periksa.


"Hai La, gimana kondisi kamu? Ada keluhan yang kamu rasa tidak?" Tanya Dimas.


Sebenarnya Killa merasa risih melahirkan dengan dokter kandungan laki-laki. Terlebih dia berencana melahirkan secara normal. Namun, dia sudah merasa nyaman dengan Dimas. Dimas begitu sabar kepadanya.


"Alhamdulillah, tak ada keluhan. Hanya saja sudah mulai merasa tak enak tidur, jika tidur miring. Sama sering merasa lelah kalau terlalu kecapean," ujar Killa.


Hari ini adalah hari Sabtu. Dimas berniat mendatangi rumah Killa. Dia ingin mengungkapkan perasaannya kepada Killa. Setelah Killa melahirkan, Dimas berniat melamar Killa menjadi istrinya, dan Dimas sudah siap menjadi ayah sambung untuk bayi dalam. kandungan Killa.


Sebelum ke rumah Killa, Dimas mampir dulu di sebuah toko roti dan kue. Dimas membelikan Killa 1 dus brownies, dan satu dus berisi 10 buah roti. Keputusan Dimas sudah bulat, dia sudah merasa yakin dengan keputusannya. Kini Dimas sudah dalam perjalanan menuju rumah Killa.


Dimas baru saja sampai di rumah Killa, dan langsung di bukakan pagarnya oleh sang ART.

__ADS_1


"Ibu Killanya ada mba?" Tanya Dimas.


"Ada Pak, di kamarnya. Silahkan bapak tunggu di dalam," ujar sang ART.


Dimas pun akhirnya mengikuti sang ART dia langsung masuk ke dalam dan duduk di ruang tamu. Menunggu Killa keluar dari kamar.


Alangkah terkejutnya Killa saat melihat Dokter Dimas datang ke rumahnya. Karena tak ada informasi sebelumnya.


"Ya ampun Kak, kenapa repot-repot segala bawain beginian si? Terima kasih ya Kak," ujar Killa.


"Enggak repot kok, kakak belinya di jalan yang sejalur mau kesini," sahut Dimas.


Suasana sempat terasa hening. Dimas terlihat ragu-ragu untuk mengungkapkannya. Membuat Killa menjadi bingung, atas apa yang akan Dimas inginkan darinya.


"Sebelumnya Kakak ingin meminta maaf terlebih dahulu sama kamu, jika ucapan kakak nanti tidak berkenan di hati kamu. Kedatangan kakak kesini, karena kakak ingin mengungkapkan perasaan kakak kepada kamu. Sudah cukup lama kakak memendam perasaan kakak kepada kamu. Aku sudah jatuh cinta sama kamu. Izinkan kakak untuk membahagiakan kamu, menjadi suami kamu, dan ayah sambung dari anak yang kamu kandung saat ini," ungkap Dimas. Membuat Killa terperanjat kaget, dia masih terlihat bingung. Tak pernah terbayang olehnya, kalau Dimas akan memiliki perasaan kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2