
Tak ada harapan lagi untuknya bisa kembali lagi dengan Killa. Semua karena kesalahannya dulu, dan kini dia harus menerima penyesalan seumur hidupnya. Raihan tampak lesu, dia memilih untuk mencari tempat untuk menenangkan pikirannya.
"Aku menyesal La, Aku menyesal karena dulu meninggalkan kamu," ucap Raihan lirih.
Wajahnya terlihat kusut, dan terlihat mengacak-ngacak rambutnya. Tak semangat untuk hidup.
Saat itu jam menunjukkan pukul 19.00 WIB, Raihan memutuskan untuk pulang. Dia pulang dengan menaiki ojek online. Kini dia sedang dalam perjalanan pulang.
"Mengapa sejak tadi perasan aku tak enak ya? Apa yang sebenarnya terjadi?" Raihan bermonolog.
Dia mencoba menghapus perasaan yang dia rasakan, berharap ini hanya kecemasan tak beralasan.
"Makasih ya bang," ucap Raihan sambil memberikan uang dua lembar berwarna ungu.
Perasaannya semakin tak enak, seperti ada sesuatu yang terjadi. Raihan berjalan memasuki koridor kosan, hingga akhirnya dia sampai di depan kamarnya.
__ADS_1
"Sendal siapa ini?" Raihan bermonolog dalam hati.
Baru saja dirinya hendak membuka pintu kamar kosannya, Raihan mendengar suara yang membuat wajahnya memerah, dan terlihat mengepalkan tangannya.
"Breng*sek kau! Dasar wanita murahan," umpat Raihan.
Suara desa*han dari dalam kamar kosnya semakin menjadi, sebagai tanda mereka hampir mencapai *******. Raihan langsung menendang pintu kamar kosan itu dengan kasar, hingga pintu itu terbuka.
"Breng*sek kalian!" Teriak Raihan. Raihan langsung menampar wajah Syila.
"Dasar wanita murahan! Menyesal aku telah memilih kamu! Inikah balasan atas pengorbanan aku selama ini kepada kamu? Bahkan kau tahu, demi memperjuangkan kamu, aku sampai harus kehilangan segalanya. Bukan itu saja, gara-gara aku mempertahankan batu kerikil seperti kamu. Jadinya, aku harus kehilangan berlian yang begitu berharga. Aku jijik sama kamu. Aku talak kamu! Mulai hari ini, kamu bukan istri aku lagi. Aku harus mengurus perceraian kita," ucap Raihan. Hatinya terasa sakit melihat wanita yang selama ini dia perjuangkan mati-matian, berselingkuh.
Syila langsung menghampiri Raihan, dan berlutut di kaki Raihan.
"Aku mohon, jangan tinggalkan aku! Aku sadar, kalau aku salah. Maaf, jika aku telah menyakiti hati kamu," ucap Syila. Tentu saja Raihan tak mengindahkan ucapan Syila, dirinya merasa sangat kecewa.
__ADS_1
Raihan langsung mengemasi pakaiannya, dan pergi meninggalkan kosan. Dia tak mempedulikan ucapan Syila. Raihan begitu kecewa, hubungan yang selama ini dia pertahankan. Harus berakhir seperti ini.
Raihan memutuskan untuk mendatangi rumah orang tuanya. Dia berharap, orang tuanya bisa memaafkan dirinya, dan memperbolehkan dia untuk tinggal di rumah orang tuanya lagi.
"Semua ini karena kesalahan aku, karena aku tak mendengar ucapan orang tuaku. Padahal tujuan dia baik untukku. Aku menyesal," ucap Raihan lirih. Dadanya terasa sesak. Bahkan dia sampai meneteskan air matanya.
"Aku benar-benar kecewa sama kamu. Gila, benar-benar gila kamu!" umpat Raihan.
Raihan baru saja sampai di depan rumah orang tuanya. Ada perasaan malu di benaknya. Karena inilah akhir perjalanan cintanya dengan Syila, yang berakhir dengan pengkhianatan.
Raihan menekan bel rumahnya, berharap sang ART segera membukakan pintu pagar rumah orang tuanya.
"Siapa malam-malam datang bertamu? Coba Bi, lihat dulu," ujar sang bunda. Saat itu sang ART sedang memijat pundak bunda Bunga yang sedang merasa sakit.
Sang ART langsung bergegas untuk membukakan pintu pagar. Alangkah terkejutnya sang ART, saat melihat anak majikannya yang datang.
__ADS_1