Kutukan Pengantin Hamil

Kutukan Pengantin Hamil
Nengokin dede bayi


__ADS_3

"Sudah ku bilang aku tidak pernah menyentuhnya".


"Kalau kau benar tidak menyentuhnya bagai mana Clara bisa".. ucapannya lagi lagi terputus karna kecupan di bibirnya.


Arsen memandang lekat wajah istrinya menyingkirkan bebarapa helai rambut yang mengganggu pandangnya, mengelus kening istrinya dengan hati hati.


"Biar kujelaskan, Kau pernah mendengar istilah bayi tabung?"


"Ya.. Aku pernah mendengar dan sedikit mengetahuinya".


"Apa yang kau ketahui mengenai bayi tabung?".


"Sebuah tindakan medis untuk mendapatkan seorang janin, biasanya dilakukan penggabungan sel ****** si calon ayah, dan sel telur si calon ibu untuk menghasilkan pembuahan berupa embrio kemudian setelah berhasil, Embrio tesebut akan di tempatkan ke rahim calon ibu atau wanita lain untuk tumbuh menjadi janin, memerlukan rahim yang sehat jasmani dan rohaninya. Apa aku benar?".


"Ya..."


"Tapi biasanya orang melakukan program bayi tabung di karnakan ada suatu masalah".

__ADS_1


"Itu juga benar, kau tahu masalahnya kau"..


"Mengapa aku".


"Karna kau istriku. Aku sudah melakukan kesalahan dengan merahasiakan hal sebesar ini darimu".


"jelaskan semuanya sekarang atau tidak sama sekali".


Arsen mengambil nafas panjang kemudian menghembuskan nya secara perlahan mencoba mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengatakan semua tanpa ada yang harus di tutup tutupi.


"Termasuk tidak menyentuh istri mudanya jga termasuk syarat darimu".


"Ya".


"Apa jika tidak ada perjanjian itu kau akan menyentuh istri barumu".


Tukk... Arsen menyentil kencang kening istrinya sampai memerah diiringi suara ringisan pemilik kening. Arsen terlalu gemas dari tadi dia menjelaskan tapi masi bertanya soal dirinya menyentuh Clara atau tidak, memang wanita mahkluk paling aneh di muka bumi, bagai mana kalau Arsen menjawab salah pertanyaan istrinya mungkin akan ada barang barang yang pecah berserakan lagi.

__ADS_1


"Kau adalah rumah untukku sedangkan anak anakku adalah hartaku yang paling berharga, yang mana aku akan tetap pulang kerumah ku, dan rumahnya yang akan melindungi hartaku".


"Terserah kau saja aku tidak mengerti, bicaranya terlalu berbelit belit".


" Tapi jika soal ini kau pasti mengerti". Arsen menggenggam tangan istrinya dan membawa telapak tangan istrinya untuk menyentuh benda terlarangnya yang siap tempur jika di ijinkan.


" Astaga... Kau mesum sekali" Edel berusaha melepas genggamannya dari benda itu, entah sejak kapan Arsen melepas celananya, menuntun tangan Edel untuk memainkan adik kecilnya naik turun bahkan Arsen sesekali menggeram rendah.


"Edeeeelll" suaranya mendayu dayu.


"jangan berbisik di sampingku"..


"Aku ingin menengok dede bayi"...


.


.

__ADS_1


__ADS_2