Kutukan Pengantin Hamil

Kutukan Pengantin Hamil
Bagai mana jika menikahi tiga pria?


__ADS_3

Sejak kejadian di rumah sakit beberapa hari lalu Edelweis menjadi lebih dekat dengan calon suaminya, bahkan sekarang Edel bertanggung jawab atas luka yang di dapatkan Pria itu, tak tanggung-tanggung Vincen meminta Edel untuk menjadi kaki tangannya, Astaga padahal hanya bahu kirinya yang luka, tapi makanpun harus di suapi, Vincen memamfaatkan peluang yang ada untuk semakin dekat dengan jandanya ini, yang sebentar lagi akan menjadi nyonya Cassano.


Pagi-pagi


"Kya, Jasson, hari ini Mommy mau ke rumah om Vincen lagi, mungkin Mom akan pulang telat". Saat tiba di gerbang pintu sekolah Edel menjelaskan, nanti Daddy yang akan menjemput kalian.


"Mom, aku merasa Om Vin sedang berakting untuk lebih di perhatikan Mommy! "


"Stt, diam lah Kya, biarkan saja Om Vin seperti itu, lagi pula aku menyukainya dia menyayangi Mommy kita". Edel hanya tersenyum mendengarkan anak-anaknya.


"Mom, Jasson tau Daddy ingin kembali pada Mommy, tapi jasson mohon jangan pernah berputar arah, menikahlah dengan Om Vin, aku merasa dia mampu melindungi Mommy. Satu hal yang Jasson ketahui, Mommy mampu membenci seseorang dengan senyum yang sama, itu kan yang Mom lakukan pada Deddy?, berjanjilah Mommy harus bahagia, Jasson menyayangi Mommy dengan sangat".


Edelweis bertanya-tanya mengapa bisa putranya sepeka itu terhadap keadaan sekitarnya. Ia bangga dengan Jasson bocah 9 tahun itu betapa halus perasaannya, tapi sekaligus heran dengan putrinya yang sering kali pecicilan dan bersikaf bar-bar.


"Mommy kenapa Mommy tidak menikahi tiga pria sekaligus? akan sangat keren jika Mommy memiliki tiga suami". Ya Tuhan apa lagi ini? putrinya benar-benar ajaib, disaat saudaranya memikirkan hal hebat justru Kya memikirkan hal mustahil.


"Tiga Pria? " Edel mengerutkan kening.


"Iya, tiga pria, Papi, Deddy dan Om Vin, keren bukan?, Ha ha" Kya tertawa dengan celotehannya sendiri.


"Mana bisa seperti itu Kya? " Jasson menggengkan kepalnya, benar kata Mommynya Kya memang ajaib.


"Bisa Jasson, ketiga pria tampan itu mencintai Mommy, ketiganya akan menjadi ayah kita."


"Dua diantaranya memang ayah kita Kya"


"Pasti semua anak akan iri kepada kita Jasson, jika aku jadi Mommy aku akan menikahi semuanya, ya Tuhan pasti sangat menyenangkan mempunyai tiga suami sekaligus" Kya benar-benar gadis kecil yang aneh.

__ADS_1


"Sudah-sudah masuk sana, sudah terlalu lama kitacberbincang di sini". Keduannya mengecup pipi Edel dan keluar dari mobil untuk kemudian pergi ke kelas mereka.


Di perjalanan Edel tertawa sendiri membayangkan kalimat demi kalimat Kyara, "Ya Tuhan bagai mana bisa Kya berpikir sampai ke sana? tapi sepertinya asyik, apa lagi jika malam tiba aku harus mengatur jadwal, dua malam aku bersama cinta pertamaku, dua malam selanjutnya dengan mantan suamiku, dan khusus untuk si perjaka tua itu aku harus memberinya bonus satu malam, jadi tiga malam di karnakan dia masih perjaka pasti butuh bimbingan". Edel tergelak di dalam mobilnya sendiri


"Sepertinya aku sudah tidak waras"


...


"Kemana saja kau? lama sekali, bahkan sudah setengah sembilan kau baru tiba, aku belum mandi juga sarapan, kau tau?, aku belum pernah belum mandi sampai sesiang ini". Vincenzo menyambut kedatangan Edel dengan menggerutu seraya mengerucutkan bibir, dan sialnya ini tampak menggemaskan di mata wanita itu.


Cupp..


"Jangan marah, aku mengantarkan anak-anak kesekolah terlebih dahulu, Arsen ada keperluan jadi tidak bisa mengantar mereka". Laksana seperti gadis prawan Vincenzo tersipu malu-malu mendapat ciuman dari kekasihnya, bahkan sampai ia melipat bibir menahan agar ia tidak tersenyum. mengepalkan tangannya agar tidak lepas kendali untuk menahan tengkuk janda itu.


"Lepas piamaku, aku ingin mandi"


"Kau melepasnya tidak? jika tidak mau aku akan mandi dengan mengunakan baju ini"


"Dasar perjaka tua yang tingkahnya seperti balita" Edel bergunam pelan


"Kau mengatakan sesuatu? "


"Hm"


"Kemari!,biar ku bukakan," Vincen mendekat dengan patuh.


"Kau lebih manja dari Jassonku". Sedang Edel membuka satu persatu kancing piama calon suaminya, Vincen memandangi wajah cantik itu.

__ADS_1


"Kau tidak tersipu melihat tubuh bagian atasku? "


"Apa? "


"Kau tidak malu melihat tubuh bagian atasku? " Vincenzo mengulang pertanyaannya.


"Malu kenapa? "


"Aku pernah membaca di applikasi novel jika seorang gadis melihat tubuh laki-laki ia akan malu dan tersipu". kepolosan Vincenzo datang kembali.


"Ha ha ha, Kau lupa aku bukan seorang gadis Vin, lagi pula aku pernah melihat lebih dari sekedar ini". Edel ingin mengerjai Vincen kembali, benar-benar janda nakal.


"Sudahlah aku bisa melanjutkannya sendiri, kau membuyarkan fantasiku terhadap seorang gadis, tidak bisakah kau berpura-pura malu biar aku senang?"


"Aku tidak pandai berpura-pura" Edel menyahut sengit, karna ucapan Vincen tentang fantasinya tadi. "Jika kau berpantasi dengan seorang gadis lalu untuk apa kau menjalin hubungan dengan seorang janda". Vincen tersentak ia meringis pelan, tidak bermaksud menyinggung setatus kekasihnya.


"Maafkan aku".


"Sudahlah lebih baik aku keluar, kau mandilah dulu!"


"Jangan seperti ini, Apa kau tahu fantasiku dengan seorang janda" Vincen memeluk tubuh kekasihnya dari belakang


"Kau merasakannya? "


"Kau tegang? "


,

__ADS_1


,


__ADS_2