
"aku mendengar mommy akan mengajarkan Papa malam pertama yang sukses".
Arman salah tingkah dengan pernyataan putrinya "Kya tidak baik menguping pembicaraan orang dewasa. Lebih baik kita pergi". Arman menuntun putrinya menjauh dari sana.
Sepertinya kutukan Edel tidak akan pernah terhapus, menkipun wanita itu sudah memaafkan nyatanya sampai detik ini dirinya masih menjadi pria impoten, dan kabar buruknya adalah dengan kelainan yang ia miliki menyebabkan dirinya hanya memiliki satu keturunan saja, dirinya sudah berniat untuk tidak ingin menjalin hubungan dengan wanita manapun, ia cukup trauma dengan namanya rumah tannganya yang terjadi di masa lalu dengan Azelia. Mungkin benar apa yang dikatakan Edel meskipun kita sudah memaafkan kesalahan orang lain namun tak lantas membuat ia lupa akan Luka yang di torehkan orang itu, sampai saat inipun Arman belum melupakan penghianatan mantan istrinya. Itu menjadi poin tambahan agar ia tetap menduda di sisa hidupnya.
"Apa kabar? " suara seorang wanita yang Arman kenali menyapa telinganya.
Azelia menghapiri mantan suaminya yang tengah bergurau dengan Kyara keponakan cantiknya, Gadis kecil yang menggemaskan dengan tinggkah manjanya.
"kabarku baik". Arman bergeming tanpa mau menoleh ke pada suara yang menyapanya.
Arman masih sangat terluka dengan penghianatan itu, kutukan Edel tepat kembali, ternyata orang yang datang setelah Edelweis adalah luka, penyebab semua kesakitan dalam hidup indahnya. Membayangkan diri Azelia yang dulu masih bersetatus sebagai istrinya, sedang menuntaskan hasrat dengan pria lain membuatnya jijik dan mual. Tak ingin berbasa-basi lagi Arman menarik tangan putrinya untuk menjauhi sumber lukanya.
"Ternyata setelah sembilan tahun berlalu kau masih membenciku Arman, bahkan kau tak pernah mau menatap keberadaanku. Harusnya kau juga mengetahui betapa menderitanya aku setelah itu, tidak ada seorang priapun yang sudi menjalin hubungan dengan wanita tanpa rahim sepertiku. Aku sudah mendapkan hukuman atas dosaku Arman". Batinnya lirih.
"Astaga Papi, siapa pemuda yang terlampau tampan di pelaminan bersama Mommy dan papa Vincen? ". Kya memekik dengan Expresi berbinar.
"Ya Tuhan Kya pelankan suaramu, semua orang menatap kearahmu, dan apa katamu tampan?, sejak kapan putri kecilku mengetahui Pria tampan.
"Anak papi yang cantik ini bukan hanya mengetahui pria tampan, tapi juga sebagai pecinta pria tampan, papa pasti bangga memiliki putri uang terlalu normal sepertiku". Kya menyombongkan diri.
Arman hanya menggelengkan kepala dengan tingkah putrinya. dirinya bertanya-tanya dari mana putrinya mendapat warisan bar-bar seperti itu, ucapannya yang ceplas ceplos membuatnya menggelengkan kepala. Bukan menurun dari Edel juga sepertinya.
"Kya umurmu masih sembilan tahun tidak sepatutnya kau berkata seperti itu".
__ADS_1
"Umur hanyalah Angka Papi, putrimu ini sudah tumbuh dengan baik dan mempesona. Lebih baik Papi tunggulah di sini aku akan menghampiri si tampan itu".
"Ya Tuhan putriku itu benar-benar".
.
"Hay mom!, siapa pria tampan di samping papa Vincen itu". Edel terkejut mendengan ucapan putrinya.
"Hay gadis kecil, namaku Aiden Cassano, aku keponakan paman Vincenzo, lalu siapa namamu? ".
'Astaga dia menyapaku lebih dulu, dia benar-benar pria idaman, persis seperti laki-laki tampan di drama korea yang aku tonton bersama tante Azel' hati gadis kecil itu bersorak senang.
"Kenapa diam Kya, Sepupumu bertanya siapa namamu? jawablah! ". Vincen menyadarkan gadis kecil itu dari ke kagumannya, tapi tunggu dulu apa katanya sepupu, sepupu ketemu gede.
"Ah iya, namaku Kyara Light aku putri dari Arman dan Arsen Light, aku putri dari kedua bersaudara keturunan Light".
"iya, itu kemarin sedangkan hari ini aku mempunyai tiga ayah".
"tiga ayah? "
"ya, kenapa keningmu berkerut seperti itu? "
"aku hanya berpikir mingkinkah seiring berjalannya waktu bisa menambah ayah yang kau miliki".
"YaTuhan konsepnya bukan seperti itu,". Kesal sudah Kya dengan pemuda itu. "Papa Vincen aku tidak tau jika keponakanmu sebodoh itu". Kumat lagi ucapan prontal bocil itu.
__ADS_1
"Aju adalah calon dokter!"
"lalu apa masalahnya, hanya karna dirimu calon dokter kau ingin di sebut pintar begitu?, meskipun kau calon profesor sekalipun tidak dapat menyembunyikan kebodohanmu, sembarangan berkata jika ayahku bertambah seiring umurku".
"Hey aku hanya bertanya".
"tapi pertanyaanmu sangat bodoh, sayang sekali isi kepalamu tidak seindah parasmu yang tampan".
Aiden geleng-geleng kepala dengan anak sambung pamannya itu, bagai mana bisa gadis sekecil itu berbicara dengan sangat pasih serta terlatih, Aiden akui Kyara gadis yang cerdas tapi menyebalkan "Tenang Aiden, gadis itu hanya seorang bocil, tidak baik memakinya". Aiden mengatur napasnya.
"lalu bagai mana kau memiliki tiga ayah di saat usiamu sepuluh tahun"
"Aishhh usiaku baru sembilan tahun setengah enak saja kau memfitnah umurku sudah sepuluh tahun". makin kesal saja Kyara di sangka seperti itu, apa ia terlihat setua itu, benar-benar nenyebalkan.
"baiklah terserah, tapi jelaskan mengapa ayahmu lebih dari satu, seperti katamu otakku tidak sampai memikirkan itu".
"Akhirnya kau menyadarinya, baiklah, begini, mommyku mencintai Papiku dan terbentuklah aku, sedangkan mommy menikah dengan daddyku jadi dad Arsen juga ayahku, dan setelah mommy dan daddy berpisah mommy menikah dengan papa Vincen, maka otomatis papa juga menjadi ayahku. Apa kau mengerti sekarang".
Aiden malah tambah pusing dengan penjelasan bocah itu.
"terserah saja, aku tidak ingin berpikir, cukup sekolah saja yang memeras otakku jangan sampai silsilah keluargammu Juga menekan otaku".
"tadi bertanya setelah ku jawab malah seperti itu".
"Sudah-sudah jangan berdebat sayang, lebih baik kita beristirahat lagi pula sebentar lagi acaranya selesai" Edel menengahi perdebatan keponakan suaminya beserta putrinya.
__ADS_1
.