
Entah di mana Vincenzo mandi dan berganti pakaian dirinya menghampiriku dengan memakai pakaian santainya, bau parfum mahalnya menguar menggelitik hidungku tercium sangat berkelas, tentu saja aku hapal benar merek parfum yang di gunakannya kini, Ahh hilang sudah julukan si cungkir pada dirinya tubuh tingginya memang mencolok sedari dulu hanya saja sekarang telah dihiasi otot otat di badannya yang kekar. Dulu juga Vincen memang sudah tampan dengan wajah blasterannya tapi tertutup dengan pakaian yang dekil serta kumuh dan entahlah apa yang di lakukan pada wajah berjerawatnya dulu sekarang berbeda tadi saja aku tidak mengenalinya, Vincen nampak sebagai Dewa Yunani yang di Gadang-gadang dengan ketampanan pari purna.
"Ayoo" Vincen mengulurkan tangan mengajakku berlalu.
Kami tiba di suatu restoran di sekitaran mall, setelah makanan tiba kamu pun memakan makan kami sambil di selingi perbincangan ringan.
"Omong-omong soal kalung ini kapan kau membuatnya?"
"Sekitar lima tahun lalu, aku kembali ke sini untuk mengpakan sayap usaha dan karierku, dan tujuan utamaku aku ingin meminangmu Edel, aku membuat kalung itu khusus untukmu".
"Me-meminang apa maksudmu?" hanya kata itu yang dapat Edel tanyakan.
"Iya,, sayangnya aku terlambat kau telah di miliki Pria lain"
"Mengapa kau ingin meminangku? kita teman sedari dulu Vin".
"Kau tahu aku menyukaimu dalam diam, mencintaimu belasan tahun, jika di hitung mungkin sudah 16 tahun"
Uhuk.. Edel tersedak dengan ucapan temannya.
"Kau pandai melawak sekarang" Edel hanya menanggapinya sebagai lawakan teman lama
"Aku serius Edel, bahkan aku mengintaimu selama 2 tahun ini"
__ADS_1
"kau.. "
"Ya untuk memastikan kebahagianmu", Vincen meghembuskan napas "Sungguh aku bahagia saat melihatmu bahagia meskipun aku tahu rumah tangga yang kau jalani memang rumit, aku kembali ke Eropa untuk beberapa waktu sampai aku mendapati kabar dari orangku bahwa suamimu terlibat scandal, Ahh aku tidak tahu harus berekspresi seperti apa bahagia untuk doaku yang terkabul atau bersedih dengan luka hatimu, Maaf aku selalu tiada saat kau membutuhkan pundak untukmu bersandar".
"Vin... "Edel tercekat bagaimana bisa temannya mengetahui Aib rumah tangganya.
"Kau mendoakan ku menderita ya? "
"Tidak aku hanya berdoa agar Tuhan mengembalikanmu kepadaku".
Alih alih bersedih Edel justu malah tertawa, "Ku kira selama ini Tuhan membenciku lalu tidak mengambulkan doaku untuk bahagia, rupanya tuhan sedang mengabulkan doamu" Vincen juga tergelak dengan ucapan Edel.
"Ishh. Aku terlihat jejam".
"Entahlah, Vin aku belum memikirkannya"
"Kuharap kau datang untuk menemaniku, kau tahu sendiri bukan aku tidak memiliki teman selain dirimu".
"Hei sekarang kau keren dan mengagumkan pasti teman teman seangkatan kita mau berteman denganmu".
"Semoga saja, Kudengar selingkuhan suamimu adalah adik kelas kita benarkah? "
"Hmm.. Dari mana kau tahu"
__ADS_1
"Ck... Sekarang kau lupa bahwa aku kaya raya informasi seperti ini mudah bagiku"
"Iya iya kau sangat kaya sekarang, bahkan tubuhmu sangat bagus, pasti itu juga hasil makanan bergizi karna kau kaya, aku yakin kau tidak memakan nasi putih berlauk garam lagi Vin" Edel tersenyum mengejek.
"Aku tersinggung Edel".
"Itu memang tujuanku"
"Tapi tebakanmu salah"
"Tebakan yang mana? "
"Tentang nasi putih berlauk garam, sesekali aku memakan itu hanya untuk mengenangmu". Vincen menatap dalam mata wanita pujaannya.
"Hah bahkan aku tidak habis pikir mengapa suamimu benar benar bodoh, Atau mungkin cara tuhan agar kau kembali kepadaku".
"Cih.. Kembali, bahkan kita tidak mempunyai hubungan yang lebih dari teman"
"Tenang saja setelah kau menjadi janda aku akan mengejarmu, untuk sekarang aku tidak bisa menjanjikan apa apa karna setatusmu masih istri orang"
"Aku tidak tahu setelah sebelas tahun kau menjadi secerewet ini Vin"
"Edel kutunggu jandamu".
__ADS_1