
Acara proses pernikahan berjalan dengan lancar, sesuai keinginan Jasson sendiri yang mengantar mommynya sampai di pelukan mempelai pria.
Semua orang nampak bergembira dengan pernikahan ini, berbeda dengan dua kakak beradik dari keluarga Light nampak kecewa karna wanita yang mereka cintai sudah resmi menyandang status sebagai istri dari Vincenzo Cassano.
Takdir hidup yang Edelweis jalani membuat dirinya merasakan jungkir balik dalam menjalani skenario sang pencipta, menjadi tuan dari pikirannya sendiri adalah hal yang patut ia syukuri. Edelweis tidak akan pernah lupa saat dirinya beberapa kali mendapat kepahitan hidup dari dua orang pria di masa lalunya,.
Arman adalah cinta pertama yang tidak pernah tergapai tetapi menorehkan luka yang begitu dalam, Edel pernah mencintai sosok Arman dalam diam, kemudian mengejar dan memperjuangkan pria itu dengan terang-terangan meskipun yang ia dapat hanya penolakan. tapi tidak mengurangi ketulusan cintanya, Edel bahkan menyerahkan kesuciannya, mempermalukan dirinya sendiri di hari pernikahan adiknya, dan untuk terakhir kalinya Cinta itu sirna, rasa memuja hilanglah sudah terganti dengan rasa benci yang mendarah daging, hingga kini setelah sepuluh tahun lamanya lukanya masih terasa.
Arsen adalah mantan suaminya, dimana Edelweis pernah mengatakan Pria itu sebagai obat dari semua rasa sakit yang ia derita, Pria itu datang menyelamatkan rasa malu dan hargadiri Edel yang sudah terlanjur hancur, menawarkan diri sebagai pelipur lara, meskipun Arsen tidak menyembuhkan rasa sakitnya dengan sempurna setidaknya Arsen menjadi obat pereda rasa sakit untuk sementara, Edelweis terlena hingga ia menggunakan obat itu dalam jangka panjang yang justru beresiko merusak pungsi hatinya, untuk kedua kalinya ia merasakan patah hati, bahkan di khianati. Edel menanggalkan Obatnya, penawarnya, Edel melepas Arsen dan ingin menyembuhkan luka hatinya sendiri.
Dahulu Edelweis bertanya kepada takdir hidupnya tentang penderitaan yang ia alami ternyata di balik semua itu ada dalang yang berlakon mendoakan Edel agar kembali pada pemilik hatinya. Vincen teman sekolahnya kembali, memberikan setiap hal yang di butuhkan Edelweis meskipun terlambat setidaknya ia menepati janjinya untuk menjadikan Edelweis wanita satu-satunya dalam hidupnya, bahkan Vincen bersumpah jika ia tidak menikahi Edelweis maka Vincen lebih memilih melajang seumur hidupnya. Gila memang tapi itulah cinta yang sebenarnya.
__ADS_1
Kini Edelweis telah resmi menyandang nama Cassano di belakang namanya.
"Edelweis Cassano, mari kita memulai semuanya tanpa ada masalalu, tanpa ada luka, lupakan semua yang menyakitimu tapi satuhal jangan pernah lupakan apa yang semesta ajarkan padamu, ini aku tempatmu berpulang dan berbagi".
"Terinakasih, terimakasih Vincen kau sudah bersedia mencintaiku, membiarkanku berlayar dengan pengawasan untuk memastikan keselamatanku, kini aku kembali pulang kau adalah muaraku, tidak perduli seberapa jauh aku pergi kau tetap setia pada janjimu untuk tetap menungguku kembali". Dengan penuh haru Edel menjatuhkan diri pada sosok yang selalu membayangi setiap langkahnya.
"Lalu apa acara selanjutny?".
"malam pertama yang sukses".
"Ya aku tau".
__ADS_1
"bagaimana jika aku bodoh dan tidak bisa melakukanya? ".
"aku akan mengajarimu". keduanya bercanda di atas pelaminan.
Astagha apa yang mereka bicarakan sampai-sampai membuat seluruh wajah Vincen memerah bahkan sampai ke telinga.
Kya mencuri dengar perbincangan mommy serta ayah sambungnya
"Apa mommy sepintar itu? ". Tanya kya polos.
"pintar? apa maksudmu sayang?" Arman mengerutkan kening merasa heran dengan pertanyaan putrinya.
__ADS_1
"aku mendengar mommy akan mengajarkan Papa malam pertama yang sukses".
Arman salah tingkah dengan pernyataan putrinya "Kya tidak baik menguping pembicaraan orang dewasa. Lebih baik kita pergi". Arman menuntun putrinya menjauh dari sana.