Kutukan Pengantin Hamil

Kutukan Pengantin Hamil
Sepolos itu


__ADS_3

"Kau bisa diam tidak? " Vincen mulai kesal karna terus di tertawakan.


"Baiklah". sekuat mungkin Edel menghentikan tawanya, "Kau normalkan?, maaf, " Cicitnya sampai menundukan kepala.


Apa katanya?, aku normak tidak?, dia pikir aku ini pria impoten atau lemah sahwat?, atau jangan-jangan dia pikir aku seorang Gay?. Spakah sememalukan ini bersetatus seb as gai pria dewasa tetapi masih perjaka


"Kau perlu pembuktian? "


"Bu-bukan seperti itu", Edel menggelengkan kepala serempak dengan tangan yang melambai, lalu terbesit untuk menggoda tunangannya, "Kau tahukan aku seorang wanita dewasa yang berpengalaman apalagi urusan ranjang". Kelakar Edel membuat seluruh wajah Vincenzo merah padam bahkan sampai ke kelinga ia dilanda malu serta gugup luar biasa.


"Be-benarkah? "


"Ya, apa kau tahu cara memuaskan seorang wanita? " dengan polosnya Vincen menggelengkan kepala


"Mau ku ajarkan? " Vincen melebarkan kelopak matanya, apa-apaan wanita ini.


"Kau sedang menggodaku atau sedang mengajakku bercinta? " Sarkasnya.


"Ma-maksudku, aku tidak ingin menikah dengan pria yang tidak dapat memuaskanku". Astagha Edel mengutuk dirinya sendiri.


"Mau mencobanya lebih dulu? "


Edelweis dibuat kelimpungan, niat hati ingin menggoda calon suaminya ia malah malu sendiri


"Kau yakin bisa melakukannya? "


"Aku pria polos Edel, bukan laki-laki bodoh yang tidak mengerti cara berkembang biak, sepertinya kau memang sudah tidak tahan! "dan itu berhasil membuat Edel malu sebagai wanita.


"Ish, tentu saja aku, aku ini seorang wanita yang normal, menginginkan sentuhan seorang pria, setelah kau sembuh katakan di ranjang mana aku mencobamu" Edel membuang rasa malunya


"kau benar-benar akan menodaiku? "

__ADS_1


"Aku tidak tahu kau sepolos ini Vin, ketinggalan, di umurmu yang sudah tua kau melum merasakan kenikmatan durga dunia".


"Surga dunia? apakah senikmat itu? " Untuk kali ini ia mengutuk kebodohan pada dirinya,


"Haruskah aku menjelaskannya?"


"Astagha mengapa saat di dekatmu aku merasa bodoh? "


Tidak ada jawaban.


"Pikirkan seperti apa konsep pernikahan yang kau inhinkan Edel?".


"Itu tidak perlu Vin"


"Apa maksudmu tidak perlu? jangan bilang kau ingin membatalkan pernikahan kita?"


"Tidak, hanya saja aku ingin menikah secara sederhana".


..


"Dia Asisten Papi yang baru, namanya Xavier. "


"Dia masih muda, apa masih sekolah? "


"Dia baru saja lulus sekolah menengah atas, umurnya 18 tahun".


"Memangnya dia tidak kuliah? "


"Dia kuliah sambil bekerja dengan Papi, dia anak yang cerdas, Papi menyukai cara kerjanya".


Akhirnya mereka sampai di ruangan Jasson,

__ADS_1


"Bagai mana keadaanmu Boy? "


"Aku baik Papi"


"Apa ada yang sakit?"


"Tidak"


"mengobrollah denga Kya, dia merindukanmu" Arman mengusak gemas rambut putra adiknya.


"Ars kemana Edel? "


"Edel sedang menjenguk calon suaminya" Arsen menjawab dengan malas.


"Ku dengar dia mendapati luka tembak?"


"Ya, hanya di bahu, itu tidak ada apa-apanya mengingat dunia Vincenzo yang sering kali menantang maut"


"Itu memang pekerjaannya"


"Kak menurutmu Edel akan bahagia jika menikah dengan Vincen? " Arsen mengarahkan Arman untuk menuju kursi sofa meninggalkan Jass dan Kya yang tengah berbicara seru.


"Aku tidak tahu Ars, semoga saja"


"Aku tidak rela Edel di miliki pria lain kak"


"Akupun sama, tapi semua itu ulah kita sendiri, seandainya kita mampu mempertahankan wanita sebaik Edel semuanya tidak akan seperti ini". Arman menghela nafas panjang, "bahkan kesalahanku tak pantas di maafkan, aku merasa menjadi pria paling butuk Ars"


"Sudahlah kak semua sudah berlalu, Tapi aku tidak ingin melepas Edel begitu saja"


"Apa yang ingin kau lakukan Ars? "

__ADS_1


"Kau lihat saja nanti"


"Terserah saja" Arman juga tengah memikirkan cara Agar Edel mau meliriknya lagi.


__ADS_2