Kutukan Pengantin Hamil

Kutukan Pengantin Hamil
Peta baru


__ADS_3

"Ya kita akan pulang, tentu saja kerumah ku karna kau masih istriku! ". Bukan Papa Chandra yang menyahuti Edel melainkan Arsen sendiri.


"Aku tidak mau, aku ingin pulang ke rumah kedua orang tuaku"


"Tidak ada yang lebih hak atas dirimu selain aku". Sekuat mungkin Arsen akan memperjuangkan rumah tangga yang retak ini, bila perlu ia akan menambal setiap retakan yang ia ciptakan.


"Jika kau tak bisa menceraikanku, Aku akan menggugat cerai dirimu Arsen"


"Terserah, lakukan apapun yang menurutmu benar, begitupun dengan aku akan melakukan apapun agar rumah tangga kita tetap berjalan".


"Dalam mimpimu saja".


...

__ADS_1


Jika Arsen tidak bisa menceraikannya maka Edel akan bertekad membuat ulah hanya agar Arsen menyerah dan melepaskannya, bahkan Edel sudah pernah mengajukan gugatan cerai tapi itu tentu saja tidak berhasil dengan kekuasaan yang Arsen miliki semuanya tampak sulit, Setelah Edel pulang dari rumah sakit Arsen menghilang bagai di telan bumi, dirinya hanya berpesan akan kembali.


Edel tidak menyerah begitu saja bahkan ia melibatkan temannya yang Sarjana Hukum untuk mempercepat peroses perceraiannya, ketiadaan Arsen mempermudah segalanya memuluskan sesi perceraian itu, baik Jasson dan Kyara semua tinggal di rumah Edel yang ia beli dengan uangnya sendiri.


Sedangkan Arsen memfokuskan diri untuk menyembuhkan ketergantungannya pada obat terlarang, dirinya sadar obat setan itu memengaruhi kinerja otaknya sampai ia tergoda untuk mencoba kehangatan dari wanita selain istrinya. Ya Arsen pergi ke pusat Rehabilitas untuk menghentikan kecanduannya dengan obat obatan, dirinya akan berjuang tak perduli ia akan gagal setidaknya ia telah mencoba memperbaiki diri. Tidak mudah bagi nya untuk melalui semua ini sendiri, kerinduan yang tiap saat membuncah selalu ia tekan demi menggapai Edel, apapun akan ia lakukan agar istrinya mau melanjutkan kembali kisah mereka. Arsen belum mengetahui kebenaran bahwa Edelweis telah menceraikannya, karna Mama Arin dan Papa Arya merahasiakan semuanya agar Arsen segera melewati penyembuhannya, begitu juga dengan Arman ia bahkan berniat ingin meminang Edelweis setelah semuanya membaik.


...


Setahun lebih Arsen menjalani Rehabilitas sampai dirinya dinyatakan sembuh dan kembali pulang ke rumah.


"Edel!" Arsen berlari menubruk tubuh mungil mantan istrinya menenggelamkannya dalam pelukan, "Mengapa kau tega melakukan ini Edel, tidakkah kau memiliki sedikit saja rasa kasihan kepadaku? " Arsen menangis mendekap tubuh yang selalu menemaninya dalam hayalan dan tujuan saatnya sembuh.


"Arsen, Hey jangan seperti ini, sadarlah semua telah berlalu"

__ADS_1


"Saat aku tersesat, mengapa kau tidak menuntunku? kau malah pergi membuat peta yang baru, sungguh keji caramu menghukumku" ,Edel pun tak luput dari rasa sesak yang tiba tiba menyempitkan dada, merenggut semua oksigen untuk sesaat Edel bahkan lupa caranya bernapas.


"Ars, jalan yang kita susuri bersama telah buntu, peta yang kita jadikan sebagai tujuan telah hancur. aku terpaksa menciptakan peta baru, jalan hidup baru agar kita berdua tidak terluka".


"Sakit. Sakit sekali Edel, Apa dengan ini kau merasa puas?" Arsen semakin erat memeluk wanita itu


"Tidak. Ars, akupun sama sepertimu, mungkin jika kau melihat lukaku kau akan paham Bahwa aku terluka lebih dalam" Arsen mengurai pelukan tangisnya tidak bisa di hentikan biar saja orang menganggapnya lemah.


"Daddy! " Teriak Jasson dan Kya bersamaan mereka berlari memeluk Pria yang mulai kurus dan jambang memanjang di area dagunya.


"Dad, kau dari mana saja kami merindukanmu?," Arsen tersenyum hatinya menghangat setidaknya anak-anaknya masih merindukan pria tak berguna ini


"Ehem".

__ADS_1


"Apa kita jadi pergi jalan jalan?" Suara bariton seorang pria membuat Arsen terkejut dan memincingkan mata.


"Cassano! "


__ADS_2