Kutukan Pengantin Hamil

Kutukan Pengantin Hamil
Rasa bosan


__ADS_3

Arsen


Memiliki istri cantik dan seksih, serta anak anak yang begitu mengemaskan mebuat dirinya harus banyak banyak bersyukur atas hidup yang kini tengah di jalaninya kini. Bahkan limpahan materi dan kekayan sedang menghujani hidup Arsen, karier dan jabatanpun sedang berada dalam genggamannya, tapi entahlah dirinya masih membutuhkan satu hal yang ingin menggugah gairah hidupnya seakan apa yang saat ini di milikinya masih saja tidak cukup. Ya setiap manusia pasti tidak akan puas dengan yang didapat selalu ingin lebih dan lebih dari itu. Ia bosan dengan kehidupan normalnya ia butuh tantangan dalam hidupnya.


Sampai pada saat hatinya berdesir di saat melihat sosok wanita muda yang mengenakan seragam biru sedang nembersihkan ruang kerjanya, sosok itu seperti sedang menariknya ke dunia lain bahkan untuk sesaat dirinya melupakan setatusnya sebagai seorang suami dan hal ini terjadi di saat usia pernikahannya dengan Edel menginjak usia 5 tahun. Jiwa Cassanova yang sempat padam seakan berkobar kembali menghidupkan api gairah yang selama ini menguar entah kemana sekarang muncul kembali. Singkat kata singkat cerita Arsen menjalin hubungan terlarang dengan gadis itu, gadis yang nampak polos dan baginya begitu manis saat bersamanya. sudah hampir 2 tahun hubungan itu berlangsung dan tentunta di belakang istrinya.


"Ars.. kenapa saat kau melakukan itu denganku kau selalu menggunakan pengaman?". Gadis itu bertanya sesaat mereka menyudahi permainan mereka.


"kau yakin bertanya seperti itu Luna?".

__ADS_1


"Ya.. Bahkan aku merasa menjadi seorang jalaang terhormat untuk dirimu, setelah kau melakukannya kau pergi dan hanya memberiku sejumlah uang, tanpa ucapan atau kecupan hangat".


"Tidak ada jalaang terhormat di dunia ini semua jalaang sama saja". Ucapnya sinis.


Luna merasa tertohok dengan ucapan kekasihnya, kalau dirinya tidak membutuhkan uang sudah pasti dirinya tetap mau menjalin hubungan dengan bos di tempat dirinya bekerja siapa yang mampu menolak pesona seorang Arsen yang tampan serta menawan. Harus ada cara agar dirinya mampu mampu mengendalikan pria itu agar tidak dapat lepas dari jeratnya.


***


"Jawab aku Arsen... Aku bertanya kepadamu". Pekikan Edelweis menyadarkan dirinya dari lamunan.

__ADS_1


Tanpa di duga Arsen malah meninggikan suaranya memaki istrinya dengan kalimat yang mengaitkannya dengan masalalu istrinya.


"Kau selalu saja pecemburu dan posesif pantas saja dulu kak Arman sangat jijik terhadapmu. Aku muak dengan dirimu yang seperti ini seakan akan duniaku hanya harus berpusat padamu saja, diriku butuh kebebasan hidup ini bukan tentang kau saja Edel". Arsen membentak istrinya sampai terjengkit kaget dengan tatapan nanar dan tidak percaya, kejadian ini terjadi sudah beberapa kali dan selalu berakhir dengan dirinya yang hanya diam, sungguh dirinya takut saat melihat Arsen seperti ini, Arsen keluar dengan membanting pintu.


Tanpa di sadari oleh keduanya di luar kamar Arman mendengarkan pertengkaran mereka dengan mimik wajah terkejut, sungguh dirinya tidak menduga bahwa hubungan rumahtangga adiknya sedang retak dan dengan kasarnya Arsen membentak Edel, dari sela pintu yang terbuka sedikit karna kencangnya bantingan Arsen pada benda persegi panjang itu membuat pintu itu terbuka sembali, dirinya melihat Edel luruh ke lantai dengan wajah yang di basahi air mata, sumgguh demi apapun ia ingin menonjok dirinya sendiri melihat ketidak berdayaan ibu dari anaknya, seandainya saja dahulu dirinya menikahi Edelweis tentu hidup wanita itu tidak akan semenyedihkan ini.


"Sudah cukup Arsen kau menyianyiakan Edel. mulai saat ini aku akan berjuang dan kembali meraihnya, jangan salahkan aku jika pada akhirnya aku pemenang sesungguhnya". Pun ia berlalu dengan tekad kuatnya.


.

__ADS_1


__ADS_2