Kutukan Pengantin Hamil

Kutukan Pengantin Hamil
Tak menginginkan surga


__ADS_3

Edelweis tampak tertidur pulas di atas ranjang. Arsen memperhatikan istrinya yang tengah tertidur ia berpikir Edel sudah tidak peduli lagi padanya, Arsen yakin tadi istrinya melihat luka di tangannya tadi Edel membiarkannya begitu saja, pada akhirnya Arsen mengobati luka di telapak tangannya sendiri.


Pada saat terbangun dirinya bertekad akan hidup seperti ke inginannya sendiri, bersenang senang juga menciptakan neraka untuk rumah tangganya, tadinya ia pikir akan mengajukan gugatan cerai untuk Arsen, tapi setelah ia berpikir ulang ia mengurungkan niatnya, mungkin sedikit membalas dendam akan menyenangkan batinnya, ia terus memutar otak setidaknya harus membuat Arsen menyesali tindakannya, pikirnya jika ia menceraikan Arsen kemudian jallang itu akan semakin merasa di atas awan merasa menang mengalahkan istri sah, Ck pelakor itu telah merusak surganya.


Siang harinya Edel sudah bersiap akan pergi memakai pakaian dari Brend ternama dan terbuka di bagian perut datarnya tampilannya santai tapi berkelas ia nampak seperti remaja korea, paras ayu itu nampak bigitu mempesona dengan memakai make up flowles sungguh seperti bidadari.


"Mau kemana? " Arsen menghampiri diri yang tengah memakai jam tangan


"Ah, Hanya sekedar ingin jalan jalas saja"


"jalan-jalan dengan pakaian seperti itu? "


"Ya. Ini adalah pakaian trend anak muda sekarang, aku nampak seperti remaja kembali mengenakannya". Ia terdenyum dengan ucapannya sendiri


Arsen menyadari sikap tenang yang di perlihatkan istrinya, adalah alawal dari neraka, akan lebih baik jika Edel marah dan memakinya tapi kemarin Edel memakinya justru tamparan yang ia berikan lalu apa apa maunya?. Melihat istrinya seperti ini ia takut sungguh istrinya membalas perbuatannya, bukan hal sulit untuk Edel mencari Pria yang tampan dan kaya bahkan lebih segalanya dari Arsen.


"Kita perlu bicara!"

__ADS_1


"Bicaralah aku akan mendengarkan"


"Aku benar benar meminta maaf atas semuanya, aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi Sungguh"


"Ck.. Kau bahkan juga berjanji tujuh tahun lalu untuk tetap setia kepadaku".


"Tapi kali ini aku bersungguh-sungguh!"


"tapi nyatanya kau berpaling dengan wanita yang ku tahu lebih muda dariku ya, meskipun masih kalah jauh bila di bandingkan denganku masih cantikan aku, tidak menutup kemungkinan itu akan terjadi di masa depan"


"Saat rumah tangga kita mendapat masalah kau selalu setia padaku Edel, bahkan kau selalu memafkanku sayang". Edel justru jijik di panggil seperti itu


"Kau selalu bilang kita pasti bisa mencari jalan keluar dari masalah kita, kali ini juga pasti bisa sayang"


"Aku tidak tertarik"


"Aku akan mencari petanya Edel agar bisa bersamamu"

__ADS_1


"Aku kan menciptakan peta baru"


"Harus dengan cara apa aku memohon pengampunanmu Edel?". Arsen menundukan kepala mengakui kesalahannya.


"janjiku dulu saat aku tahu kau mengkhianatiku aku akan angkat kaki meninggalkanmu, tapi karna aku memiliki kesalahan yang sama aku masih bertahan".


"Kesalahan yang sama apa maksudmu? "


"Hah.. Aku tidak perlu susah-susah menjelaskannya nanti juga aku akan memberitahumu setelah hykumanmu selesai" Arsen sekarang paham Edel tengah menghukumnya, dan demi mendapat pengampunan dari istrinya ia akan menjalani hukuman itu dengan suka rela.


"Kau boleh menghukumku sebanyak dan selama yang kau mau, tapi ku mohon setelah hukumannya usai tetaplah bertahan bersamaku".


"yang berhak menentukan akhir dari ceritanya hanya aku Arsen, akulah pemeran utamanya!"


"Ya kau adalah pemeran utama dalam kisahku, aku akan tetap menghidupkan cerita tentang kita bagai mana pun caranya"


"Tidak, Ars kenyataannya kau telah membunuh kisahku hanya demi menghidupkan ceritamu"

__ADS_1


"Kita bisa membangun surga kita kembali" Arsen membujuk istrinya memegang kedua tangan istrinya. Dengan perlahan Edel mengurai genggaman suaminya.


"Aku sudah tak menginginkan surga itu lagi" Edel pergi membawa kunci mobil serta tasnya.


__ADS_2