Kutukan Pengantin Hamil

Kutukan Pengantin Hamil
Kau balas dendam?


__ADS_3

Arsen sungguh khawatir disaat mendatangi rumah mertuanya tapi tidak mendapati Edel disana, dirinya juga kehabisan kata saat menjelaskan kepada mertuanya tentu saja ia hanya beralasan sepele, seandainya ia jujur maka sudah di pastikan dirinya menjadi duda menyusul sang kakak, semalaman ia mencari istrinya menghubungi beberapa teman istrinya tapi tidak mendapati kejelasan tentang keberadaan wanitanya, mobil yang di kendarai Edel terparkir di sebuah taman di sudut kota ia tidak membawa mobilnya itu, hingga pagi menjelang Arsen belum menemukan istrinya.


"Dimana dirimu?" Arsen membenturkan kepala ke depan stir kemudi, rasa lelah menghampiri dirinya, entah harus kearah mana ia melangkahkan kaki untuk mencari Edel. Ingin melapor ke kantor polisipun rasanya percuma karna tidak mungkin di proses karna hilangnya Edel belum dua kali dua puluh empat jam.


...


"Ha-ha-hamil, Itu tidak mungkin terjadi Arman."


"Mengapa tidak mungkin? semalam aku mengeluarkannya di dalam". Arman semakin gencar menggoda Edel dirinya berusaha menahan agar tawanya tidak lepas melihat ekspresi menggemaskan Edel yang nampak bingung berpikir, sekuat tenaga Arman mengatupkan bibir agar tidak tersenyum bersikap seserius mungkin agar terlihat meyakinkan.


"Tidak itu tidak mungkin terjadi! " Edel terus menyangkal


"kau lupa karna kejadian malam itu Kyara hadir? "


"Berhenti Arman!, Aku tidak akan membiarkan hal itu, cukup sekali dan nari kita lupakan kejadian ini"


"Tidak sesederhana itu Edel, apa kau tak ingin aku bertanggung jawab?"


"Tidak"


"Apa? "


"Mungkin jika dulu iya tapi sekarang tidak. "


"Lalu bagai mana kalau... "

__ADS_1


"Aku istri orang. Dan tentang semalam kita melewati malam panas anggap saja aku bersedekah pada duda lawas sepeetimu aku iklas". Arman menjatuhkan rahangnya saat mendengar kalimat adik iparnya sungguh tidak ada akhlak.


"Apa katamu sedekah?. Hey kau baru saja memperkosa kaka iparmu Edel. "


"Tapi kau bilang kau menikmatinya bukan?, itu tidak termasuk pemerkosaan"


"Awalnya Kau memaksaku itu termasuk pelecehan".


"Kau ingin menuntutku?"


"Ya aku akan menuntutmu"


"Silahkan"


"Aku akan mengadukan hal ini kepada suamimu"


"Aku permisi"


Edel mengayun kakinya keluar tanpa ingin menanggapi perdebatan kakak iparnya. Maskipun demikian tapi tetap saja di lubuk hatinya paling dalam merasa amat bersalah kepada Arsen dirinya telah menodai rumah tangga mereka, diatas taxi Edel merenung seraya memejamkan matanya tanpa sadar air mata itu luruh juga.


"Aku juga seorang pengkhianat". Tapi jika mengingat tentang cara Arsen mengkhianatinya dirinya tersenyum sinis.


"Aku ingin tahu bagai mana reaksi Arsen saat melihat jejak merah ini, ya aku harus pulang sekarang".


Tiba di rumah Edel mendapati suaminya tengah menatap kearahnya kemudian menghampirinya, dengan penampilan yang acak acakan bahkan Arsen masih mengenakan pakaian kemarin, rambut berantakan dan terdapat lingkaran hitam di sekitar area mata suaminya bisa di pastikan Arsen tidak tidur semalaman, tapi fokusnya berpusat pada tangan Arsen yang terluka, tidak ingin mengambil pusing Edel berlalu meninggalkan Arsen.

__ADS_1


"Kau dari mana Edel?"


"Bersenang-senang"


"Dari mana? semalaman aku mencarimu"


"Aku tidak memintanya"


"Kau tidak boleh pergi kemanapun tanpa seijinku!"


"Benarkah?"


"Aku suamimu aku berhak melarangmu"


"Suami yang pandai berkhianat maksudmu. Ck.. Ck.. Ayolah Arsen kau juga butuh kesenangan di luar rumah bukan? aku juga sama sepertimu, hanya saja kemarin-kemarin aku masih berlakon menjadi istri yang baik hati dan penurut. Tapi sepertinya akan sangat menyenangkan menjadi istri yang sedikit nakal, bukan begitu suamiku? "


"Edel aku mohon maaf atas ke khilafanku, tapi ku mohon jangan seperti ini"


"Oh aku juga mohon maaf karna semalam aku khilaf untuk pulang, tapi sepertinya khilafku akan berlangsung setidaknya selama dua tahun".


"Kau ingin membalas dendam kepadaku? "


"Shett.. Membalas dendam sama sekali tidak baik Arsen. Aku hanya sedang mencoba mencari kesenangan di luar rumah, Apa kau mempunyai saran? "


"Edel... "

__ADS_1


"Sudahlah aku lelah ingin mandi dan tidur, jangan menggangguku jika tidak ada hal penting" Edel per


__ADS_2