Kutukan Pengantin Hamil

Kutukan Pengantin Hamil
Romantis


__ADS_3

"Mama... Arsen titip anak anak Ma!"


"Memangnya kalian mau kemana?"


"Hehe... Kami akan berkencan Ma".


"Ya sudah.. kalian memang perlu menghabiskan malam berdua sesekali" Mama berujar sambil menata makan malam.


Arman mendengkus kasar dirinya merasa tidak nyaman dengan pembicaraan Mama dan adiknya.


Edel turun menggunakan gaun berwarna navy dirinya nampak anggun dengan riasan natural pesonanya menggetarkan suami serta kakak iparnya, Arman merutuki dirinya dulu yang mana berkali kali menolak wanita cantik itu.


"Kenapa lama sekali? aku sampai berlumut berdiri di sini".

__ADS_1


"Salahkan putraku dia tidak mau tidur lebih awal jadi aku menimangnya lebih dulu".


"Sudah sudah sana pergi keburu malam" Papa memotong obrolan pasangan itu sambil menggelengkan kepala.


"Kami akan menginap kak manpaatkanlah malam ini untuk bersama putrimu". Arsen berbisik kepada kakaknya. Arman akui adiknya itu benar benar peduli dengan perasaannya mungkin karna adiknya juga seorang ayah jadi dia mengerti dengan perasaan dirinya.


Arman tersenyum dan menganggukan kepala di tatapnya dengan nanar ibu dari anaknya itu, Edel yang pamit pada kedua orang tua mereka sedang dengan dirinya tidak di lirik sama sekali jangankan berpamitan bahkan menyapapun tidak. kadang Arman bertanya tanya seberapa besar kebencian adik iparnya terhadap dirinya sampai sudah setahun lebih Edel masih menatapnya dengan tatapan amarah yang membakar egonya.


***


Sesampainya di tempat tujuan Arsen menggiring istrinya di restoran hotel yang telah Ia sulap sedemikian rupa agar istrinya merasa terkesan. Bahkan Edel menatap takjub dengan kejutan suaminya.


"kau yang menyiapkan semua ini sayang". Di panggil seperti itu tentu saja Arsen merasa berbunga seperti seorang gadis perawan yang tengah di goda bersemu merah di pipi dan malu malu.

__ADS_1


"tentu saja.. Apakah kau suka"


"suka sekali". Keduanya duduk dan mulai memakan hidangan di iring musik romantis yang menambah kesan manis di dalamnya.


"Makan yang banyak, setelah ini kau membutuhkan banyak energi" Arsen menyeringai penuh maksud, sedangkan Edel menelan salivanya dengan susah payah, tentu saja dia paham apa maksud suami mesyumnya itu.


Makan malam telah usai kini pasangan suami istri itu memasuki kamar paling mewah di hotel itu dengan saling bergandengan tangan. Setelah memasuki ruangan dengan tidak sabar Arsen menutup pintu dengan kasar lalu memeluk wanitanya dengan erat, dan mulai mengecupi leher jenjang sang istri. Arsen telah bertekad jika malam ini Edelweis masi menolak dan mencari alasan atau cara lain untuk menyenangkan dirinya. maka akan di pastikan dirinya akan memperkosah istri cantiknya ini.


Napas Arsen mulai memburu bahkan permainannya belum di mulai tapi dirinya benar benar telah menggebu gebu, Arsen mengambil tangan istrinya menarik dan menempelkannya di tempat terlarang di antara kedua pahanya, bukti gairahnya sangatlah nyata dengan berdiri tegaknya barang itu, Edel seakan mengerti dan meremas benda keras itu tanpa di duga Arsen mendesah dengan keras sampai Edel terpekik kaget.


Pasangan itu segera menaiki ranjang yang bertaburan bunga.


"Sepertinya istriku sedang sangat bergairah, sampai sampai meremash senjatanya dengan menuntut". Edel melotot mendengar kata vulgar dari suaminya apa katanya? dirinya bergairah, suaminya memang kurang ajar, tapi tidak pelak membuat dirinya merona.

__ADS_1


"katakan, mana yang ingin ku sentuh lebih dulu bibir, dada atau langsung ke inti permainan itu lebih bagus aku sudah tidak tahan".


__ADS_2