
Saat sore hari di kala Edel kembali ke rumahnya dia di kejutkan dengan kehadiran seorang wanita cantik yang pernah menghina dan memakinya dulu dimana Edel ketahui wanita itu adalah masa lalu dari mantan suaminya.
"Dimana putraku? " tanpa basa basi Clara menanyakan anaknya ,ya wanita yang mendatangi rumahnya adalah Clara, mantan kekasih sekaligus mantan istri siri Arsen, Edel ingin menyangkal kenyataan jika Clara adalah ibu biologis dari putranya.
"Kau ingin melihat Jassonku?, tunggulah sentar Arsen sedang di perjalanan kembali membawa Jasson"
"Melihat? tidak, aku akan membawanya pergi. "
"Jangan bergurau denganku Clara! "
"Aku tidak bergurau, aku kemari hanya untuk membawa anakku".
"Jangan coba-coba dia adalah putraku"
"Edel apa memang hobimu mengambil milikku?, pertama Arsen sekarang anakku"
"Jika kau menginginkan Arsen ambilah kembali, tapi jika kau menginginkan Jasson jangan harap aku akan memberikannya, dia putraku maka akan selamanya menjadi putraku".
Arsen, Kya dan Jasson telah sampai dengan membawa berbagai macam belanjaan.
"Mommy, " Kya dan Jasson berseru dan memeluk Mommynya.
"Jasson" Clara memanggil putranya membuka kedua tangannya, ingin agar Jasson memeluknya, "Kemari, peluk Mommy nak", Jasson hanya mematung dan menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Kau bukan Mommyku!"
Deg..
Clara berdenyut mendengar penolakan dari anaknya, meskipun tujuan utamanya bukan ini, tapi tetap saja ia merasa sakit.
"Aku Mommymu, yang mengandung dan melahirkanmu, apa ibu palsumu menutupi kebenaran ini sayang"
"hanya itu, Mommyku tidak akan sanggup untuk menyembunyikan sesuatu dariku Bibi" . Makin nyeri saja hari Clara dengn ucapan putranya.
"Dad, katakan pada Bibi ini jika aku tidak membutuhkan atau menginginkan Mommy yang lain" Tukasnya lalu menarik tangan saudarinya untuk masuk "Mom aku akan membersihkan diri, kalian berbincanglah jika perlu" lalu mengecup pipi Edel sebelum berlalu.
Clara mengepalkan kedua tangannya melihat interaksi anak dan mantan madunya.
"Ada apa kau kemari Clara?" Arsen membuka suara.
"Clara kau pun sudah mempunyai anak bukan, dari suami tuamu yang kaya raya itu, lalu untuk apa kau mendatangi Jasson dan berniat mengambilnya"
"Dia anakku aku punya hak untuk mengambilnya dan membawanya hidup bersamaku".
"Hak kau bilang, hak yang mana yang kau bicarakan?, sebelum kau menuntut hakmu patutnya kau menunaikan kewajibanmu terlebih dulu". Edel tak dapat menahannya lagi enak saja perempuan ini setelah membuang Jasson dan kini ingin memilikinya kembali ini tidak bisa di biarkan.
"Dia memang anakku Edel aku yang melahirkannya".
__ADS_1
"Ya!. Lalu setelah kau melahirkannya kau membuangnya begitu saja, dan bahkan kau berniat ingin melenyapkanya"
"Itu masalalu Edel, sekarang aku menginginkannya"
"Tidak semudah itu, kemana kau selama hampir sembilan tahun? apakah kau perduli dengan keadaannya? atau hanya sekedar menanyakan kabarnya?. Tidak, tidak sama sekali hanya aku ibunya, hanya aku yang berhak bersamanya, selama aku hidup aku tidak akan membiarkannya pergi dari sisiku, tidak akan aku biarkan orang lain membawanya pergi dari termasuk kau". Edel berteriak dengan penuh amarah.
"Kau sudah bersamanya hampir sembilan tahun Edel, sekarang giliran Jasson hidup bersamaku"
"Jasson bukan benda atau piala bergilir yang dapat kau gapai dan bawa sesukamu"
"Baiklah jika ini maumu aku akan membawa hal ini ke jalur hukum" Clara sangat geram dengan Edel, dia hanya ingin membawa anaknya tapi mantan madunya ini benar benar keras kepala.
"ini bisa di selesaikan secara kekeluargaan Clara, mengapa kau tiba-tiba ingin membawa Jasson bersamamu? " Arsen berusaha menenangkan takut-takut ada perkelahian antar dua wanita itu
"karna Jasson anakku"
"Diam kau Clara, Jasson putraku tidak akan ku biarkan kau membawanya meskipun melalui hukum sekalipun, Pergi dari rumahku sebelum aku kehilangan kesabaran".
"Aku akan tetap membawanya, lihat saja nanti! " kemudian Clara melangkahkan kaki untuk pergi.
Selepas kepergian Clara Edel meluruh ke lantai dengan kaki di tekuk, meraung dengan air nata yang berjatuhan " katakan Ars bahwa Jasson benar-benar putrakukan? "
"Ya Jasson putramu, apapun yang terjadi dia tetap putramu".
__ADS_1
Tanpa di ketahui Jasson mengintip di balik pintu, berusaha dengan keras menahan kakinya agar tidak berlari dan memeluk Mommynya yang tampak rapuh.
Meskipun Edel nampak berani untuk menghadapi Clara tapi tidak di pungkiri hati kecilnya menggigil ketakutan, ia takut tidak dapat mempertahankan putrana, untuk kali ini ia harus egois, mempertahankan miliknya apapun yang terjadi, cukup sudah dirinya mengalah pada setiap keadaan tapi tidak untuk sekarang. " Aku harus mencari pengacara handal, agar Jasson tetap bersamaku"