Kutukan Pengantin Hamil

Kutukan Pengantin Hamil
Cambukan


__ADS_3

Hai-hai pembaca kesayangan aku... terimakasih sudah mampir karya recehku untuk yang udah komen, Like, vote dan juga udah ngasih hadiah hatur nuhun pisan, semoga kalian sehat selalu dimanapun kalian berada.


...


Di perjalanan pulang Edel memikirkan kalimat teman lamanya itu, entahlah saat ia mengetahui ada seorang pria yang mengakui perasaan terhadapnya hati Edel menghangangat ada rasa yang begitu membuncah yang sulit untuk di kendalikan, tapi ada juga perasaan bersalah mengapa ia tidak mengadari perasaan sahabatnya, bahkan hampir setiap hari Edel menceritakan tentang Arman Pria pujaannya. "Dasar bodoh, aku tidak menyadari kalau selama itu aku menyakiti hatinya secara tidak langsung". Tanpa sadar Edel sudah sampai di rumahnya malam hari, saat keluar dari mobil Edel di kagetkan dengan sapaan seseorang.


"Kau baru pulang?" bukan Arsen yang menegur melainkan Arman


'Astaga mengapa ada si duda siallan di sini?, apa dia sudah mengatakan saol aku menginap di tempatnya semalam'.


"Bibi, tolong masukan semua belanjaan kekamarku ya! " Pinta Edel perja di rumahnya tanpa memperdulikan sapaan Arman.


Edel menitipkan Kya dan Jass di rumah orang tuanya untuk beberapa waktu yang tak bisa di tentukan.


"Sedang apa kau disini?"


"Menemui kesayanganku"


"Kya di rumah Mama Eve, jika kau ingin menemuinya pergilah". Edel masuk tujuannya adalah dapur dirinya haus maka akan minum dulu sebelum kekamar.

__ADS_1


"Sayang aku memasak, kita makan bersama ya". Arsen menghampiri Edel dan Kakaknya.


"Aku sudah makan". Acuhnya.


"Cobalah segikit saja, atau setidaknya temani aku makan malam," Arsen sedang berusaha memperbaiki hubungan dengan sang istri.


"Jika kau ingin di temani, kakakmu juga ada". Edel pergi dari hadapan dua bersaudara itu tujuannya adalah berendam.


...


Setelah menghabiskan waktu selama satu jam untuk berendam Edel keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk sebatas pertengahan pahanya. Bertepatan dengan itu Arsen juga memasuki kamar, Ia di kejutkan dengan tanda kepemilikan di leher dan dada istrinya.


Arsen melangkah lebar menghampiri Edel dan mencengkram kedua tangan istrinya.


Arsen benar benar marah besar mendapati tanda lain di tubuh istrinya, tanda yang bukan dia pemiliknya, seburuk apapun dirinya tetap saja ia tidak terima bila ada orang lain yang menjamah istrinya ya dia sangat mencintai wanita itu, tapi di samping semua itu harga diri Arsen terasa di injak injak, tempramen yang dimilikinya sering kali meluap akhir akhir ini.


"Katakan, Apa hanya untuk membalas dendam kepadaku wanita terhormat spertimu berubah menjadi seorang jallang?"


PLakkk...

__ADS_1


tamparan manis mendarat di pipi Arsen. Arsen hanya tersenyum sinis, tanpa babibu Arsen membanting tubuh istrinya.


"Layani aku". Edel memberontak dan memukuli suaminya.


"Aku tidak sudi"


"Kau menolakku, tapi tidur dengan Pria lain" Ingin sekali ia menyangkal itu, dan menjelaskan semuanya, tapi ia terlanjur sakit hati atas perkatan Arsen


"Ya aku tidur dan bersenang senang dengan banyak Pria di luar sana".


"Bajingan! , Kau benar benar harus di hukum" Tanpa di duga Arsen melepas ikat pinggangnya lalu mencambuk istrinya dengan kejam. "Rasakan ini hukuman yang pantas kau terima, dasar wanita murahan".


Teriakan dan tangis yang keluar dari mulut istrinya tidak di perdulikannya,


Clas... Clashhh..


"Hentikan Ars ini sakit!" amarah dalam dirinya berkobar dengan sangat menyala bahkan sampai Edel hanya terisak lemah ia masih tetap mencambuknya dengan gila Entah setan apa yang merasukinya sampai ia bertindak begitu kejam kepada istrinya sendiri, tak terhitung berapa cambukan ia ia berikan pada tubuh itu.


"Edel, Edel bangun"

__ADS_1


Arsen baru tersadar dari perbuatannya di saat tidak mendapati suara dan pergerakan dari istrinya. Dengan panik Arsen membalut tubuh penuh luka itu dengan selimut tebal lalu membopongnya keluar.


"Kak Arman tolong aku! "Arsen meneriki nama kakaknya.


__ADS_2