Kutukan Pengantin Hamil

Kutukan Pengantin Hamil
Penculikan


__ADS_3

sudah di duga sebelumnya Vincen melamar Edel di dampingi sang Ayah, untuk kali ini Edelweis tidak memiliki alasan untuk menolak, lagipula anak-anak dan juga orang tua Edel telah merestui jika mereka melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius, Vincen benar-benar membuktikan ucapannya untuk memenangkan persidangan itu dan mengajukan pernikahan sebagai bayarannya, bahkan sampai membuat surat hitam di atas putih agar Edel tidak mengelak saat waktunya tiba, terserah bila dirinya dikatakan pemaksa atau sejenisnya yang pasti ia harus memiliki cintanya.


...


Arsen menangis meraung-raung bagai seorang anak yang di tinggal mati ibunya, mendengar kabar jika lamaran Vincen di terima oleh Edel,


"Tidakkah kau ingin memberikanku satu kesempatan lagi?" Arsen bertanya pada dirinya sendiri, meskipun tak ada jawaban Arsen melanjutkan pertanyannya, "Haruskah aku melenyapkan diriku sendiri sebagai hadiah pernikahanmu dengan laki-laki itu? ". Arsen kembali meraung menangis pilu, inikah akhir dari kisahnya.


Entahlah apa yang di rasakan Edel kini, ia terpaksa menerima lamaran dari Vincen, apa yang kurang darinya kaya, tampan dan mapan yang terpenting Vincen mencintainya, padalah kalimat penenangnya adalah lebih baik di cintai dari pada mencintai ia menghapal kalimat itu berkali-kali tapi tidak memberikan epek apapun, "Aku harus bagai mana? ".


.

__ADS_1


Saat pulang sekolah tiba kali ini giliran Arman yang menjemput Kya dan Jass tapi ada yang janggal saat Arman tiba di sekolah nampak para guru serta petugas keamanan seperti tengah mencari seseorang, dan terlihat pula Kya yang menangis sesegukan, bshkan bujukan dari gurunyapun ia abaikan, segeralah Arman menghampiri putrinya.


"Kya ada apa kenapa kau menangis di sini? ".


"Papi, Jasson hilang! " Kyara segera menjatuhkan diri kepelukan Arman


"Apa? bagaimana bisa? " Arman membentak guru serta petugas yang ada disana. Meskipun Jasson keponakannya tapi dia menyayangi laki-laki kevil itu tak ubahnya darah dagingnya sendiri, beruntunglah Jasson di kelilingi orang-orang yang menyayanginya.


"Tenang Pak kami sedang mencari dan mengusut tentang ini", Seorang wanita berseragam pegawai negri sipil itu buka suara.


"Kyaa. Jasson kemana? " Kyara hanya menggelengkan kepalanya lemah, air mata tak dapat mengurangi rasa takutnya kehilanhan saudara, Edel datang dengan khawatirnya mencari sambil menangis 'pikirannya sudah di tikam dengan sangat ketakutan dengan keadaan putranya, ibu mana yang tidak cemas jika mendapatkan kabar putranya hilang dan tanda yang ada mengerucut ke arah kriminal, ya dugaan sementara Jasson di culik.

__ADS_1


Tidak pasti kronologis kejadiannya seperti apa tapi yang pasti Jasson di culik. Suara serine polisi terdengar di mana-mana seantero sekitan sekolah, yang tertangkap Cctv adalah dua orang pria menghampiri Jasson di dekat gerbang, lalu salah seorang pria berkenakan topi itu membekap mulut Jasson dan memasukan kedalam mobil berwarna hitam, tidak berplat nomor yang sepertinya sudah di sediakan, tidak salah lagi ini murni penculikan dan di sengaja, tapi yang menjadi pertanyaan mengapa penvuliknya yidak meminta tebusan atau apapun, penculik itu seakan hilang di telan bumi membawa bocah tampan itu.


Sudah satu hari satu malam Jasson hilang dan semuanya masih sama belum ada tanda-tanda hal baik. kedua mata Edel bengkak karna terlalu banyak menangis, Papa Arga juga sampai menyewa Detektif dan Agent untuk mengusut tuntas keberadaan cucunya, Cctv, bahkan bandara tidak menemukan sesuatu yang berarti sebagai petunjuk.


"Papa Kasian Jasson di luar sana sendiri, Edel takut Pa" Edel menghampiri Papanya yang sedang berkomunikasi dengan telefon selulernya.


"Istirahatlah nak, Papa janji Jasson akan segera di temukan, " kalimat itu tidak berpengaruh pada diri Edel.


"Ars lakukan sesuat! " Edel kesal melihat Arsen hanya mondar-mandir dan hanya sesekali menjambak rambutnya prustasi.


"Edel aku juga tengah berpikir, semua yang bisa ku kerjakan telah aku lakukan"

__ADS_1


"Aku takut terjadi sesuatu pada Jasson" Edel kembali menangis.


"Sttt, semua akan baik-baik saja".


__ADS_2