Kutukan Pengantin Hamil

Kutukan Pengantin Hamil
Dor


__ADS_3

"Mengapa kau tega melakukan ini kepadaku?, kau bilang kau ibuku!". Jasson terisak menatap netra angkuh ibunya.


"Aku melakukan ini demi anakku"


"Dan demi anakmu kau akan membunuh anakmu yang lain? ". Clara terperangah mendengar ucapan Jasson hatinya merasa tercubit dengan kalimat yang terlontar dari mulut bocah yang dia lahirkan.


"Ck.. baru sekarang kau mengakui aku sebagai ibumu!" Clara berusaha tenang meskipun nalurinya sebagai seorang ibu tengah di ragukan.


"Aku ingin pulang sekarang"


"Tunggulah sampai besok, setelah oprasi aku akan mengembalikanmu pada Arsen".


"Kau tega melakukan ini pada darah dagingmu sendiri Mom? ". Clara tidak lantas menjawab pertamyaan anaknya, ia hanya tercetung dengan kata terakhir dari Jasson, untuk pertama kalinya Jasson menyebutnya Mom, tapi setelahnya Clara segera berlalu mencoba menyembunyikan perasaan yang ada.


Setelah Clara menyrahkan bayi munginya kepada Arsen, dirinya memulai kembali hidup lebih baik, membuka lembaran demi lembaran takdir hidupnya sampai pada di mana Clara dinikahi seorang Pria beristri berusia setengah abad, meskipun jarak usia terpaut lumayan jauh dan juga setatus pria itu namun mereka tetap menikah dan mempunyai satu putra yang di beri nama Justin, ya Justin ini yang menderita penyakit gagal ginjal sampai mengharuskan Clara dan sang suami menculik Jasson. Suami Clara bernama Sures Mayer, Pria ambisius kejam dan selalu berlaku bak malaikat maut untuk orang yang mengusiknya, meski demikian ia tetap menyayangi anak-anaknya.


Jujur Clara tak sampai hati untuk melibatkan Jasson dalam hal ini, bahkan ia merahasiahkan keberadaan Jasson sebelumnya, tapi semua itu di ketahui Sures, dengan di bawah ancaman suaminya ia terpaksa menculik Jasson hanya karna agar putranya yang lain bisa di selamatkan, bahkan ia telah menjadi wanita paling buruk di muka bumi.


...

__ADS_1


"Percaya padaku Edel, aku akan membawa Jasson dengan selamat, tunggu lah di sini! ". Vincenzo dengan beberapa orang bersiap akan pergi ke suatu tempat, Vincen meraih pelan tangan itu, mengusap lembut punggung tangan wanita itu, kemudian mengecup dalam pergelangan tangan calon istrrinya, mencoba meyakinkan Edelweis utuk mempercayai ucapannya.


"Berjanjilah. Kau jiga harus baik-baik saja! "


"Kau menghatirkan calon suamimu? "


"Tentu saja aku tidak ingin melajang seumur hidupku"


"Baiklah aku berjanji" Mereka saling pandang dan sama-sama tersenyum tipis


"Pikirkanlah kau mengibginkan apa? untutuk ku jadikan mahar di hari pernikahan kita"


"Aku pergi". Pun Vincenzo memasuki mobilnya yang kemudian hilang di kegelapan malam.


Edel berkata seperti itu bukan hanya sekedar basa basi saja, dirinya juga takut terjadi hal buruk kepada Vincen, Edel mengetahui jika Sures adalah salah satu dari anggota klan mafia yang tersohor tanpa belas kasih kepada siapapu. Meskipun Vincen pergi dengan orang-orang terlatih tapi tetap saja Edel tidak dapat menyembunyikan kekhawatirannya, bahkan dalam misi ini Arsen juga ikut turun tangan, dan Edelweis juga menghawatirkan mantan suaminya, Edelweis tidak mengerti dengan hatinya kini, di satu sisi dirinya menghawatirkan Vincen calon suaminya, dan di sisi lain ia juga tidak ingin mantqn duaminya terluka, hati memang aneh.


...


Lampu oprasi sudah menyala menyoroti tubuh laki-laki mengil Jasson, bocah itu terbaring tidak sadarkan diri dengan oksigen dengan hidungnya serta selang infus di tangan kiri anak itu.

__ADS_1


Brakk..


Pintu ruang Oprasi tiba-tiba terbuka dengan kasar menghentikan tangan dokter yang tengah menggenggam sebilah pisau oprasi,


Bugh,,


Bogeman mendarat di hidung pria berpakaian dokter itu sampai tersungkur ke bawah blankar dan pelakunya adalah Vincen,


"Segera ambil Jasson, Arsen dan pergilah bawa anakmu ketempan yang aman"


Arsen segera meraih tubuh putranya menggendong dengan erat dan penuh kerinduan kemudian melangkahkan kaki dari orang orang di sana,


Dor, Dor, Dor.


Beberapa kali terdengar suara tembakan dari arah belakang, Arsen sempat menoleh.


"Arsen, Jangan melihat ke belakang, terus lah melangkah jangan hiraukan apapun, bawa Jasson pergi, Sekarang". Vincen membentak Arsen karna menoleh.


Dor.. Dor... Lagi lagi suara tembakan terdengar.

__ADS_1


__ADS_2