
Di sebuah kota besar X memiliki Hotel besar yang memiliki vasilitas luar biasa, kalian tau kenapa di bilang luar biasa??? Hotel ini hanya terkhusus untuk anak - anak yang memiliki bakat dalam bidang olahraga, musik, dance dan bakat lainnya.
dan kenapa tidak di bilang asrama, ya karna mereka tidak di kekang, juga tidak di bilang sekolah di karenakan tidak ada guru yang berani menyentuh mereka.
Aku sira, aku berharap berada di sebuah sekolah yang normal.akan tetapi itu hanya angan - angan, tidak satu sekolah normal pun menerima dengan alasan tak ada satu guru pun yang bisa mengajar ku disana, karna kejeniusan ku.
" sira....
sebuah teriakan dengan suara yang tak asing bagi ku memecahkan lamunan ku yang tengah berdiri di depan gerbang Hotel.
sarah kau mengejut kan ku,ucap ku sambil melempar sebuah kotak kecil yang berbungkus dengan kertas kado bergambar bunga berwarna pink, dan ia menangkap nya dengan gesit.
ini apa sira??..." sara mulai mengerutkan kedua alis nya karna kebingungan.
Happy birthday sahabat ku.., sarah langsung memeluk sira.
" kau benar - benar sahabat ku yang luar biasa sira,
hari ini kau traktir aku makan y, hehehe senyum sarah sambil merangkul ku.
" pemandangan apa ini? kau memeluk sira ku di depan mataku sarah, ucap seseorang dari belakang kami sambil melepas rangkulan sarah terhadap ku, yang tidak lain adalah sandy sahabat kami.
waw... stelan rok mini putih, dengan baju kaus biru lengan panjang, serta syal putih yang melingkari leher mu membuat kamu selalu cantik dan... lelaki itu pun menarik ikatan rambut sira sehingga terurai, dan seksi. sempurna my hany ku..., kau benar - benar cantik, dia pun merangkul pinggang sira, dan menggenggam tangan sarah.
ayo lah sandy lepas tangan mu dari pinggang ku sebelum wajah mu hancur. ' geram sira, dia adalah sahabat ku sandy, walaupun dia tampan dan di gilai wanita. akan tetapi aku tidak pernah termakan rayuannya.karna bagi ku dan sarah rayuannya makanan sehari - hari kami.
ayo lah sira jangan hancurkan wajah ku yang tampan ini, ujar sandy sambil melepas tangan nya dari pinggang sira yang sesaat meronta - ronta dengan lelucon kecilnya yang membuat kami tertawa.
seperti biasa kami berkumpul di restoran hotel X untuk melakukan perayaan ulang tahun sarah.
Di tengah candaan kami, aku yang duduk di dekat jendela restoran. entah kenapa mata ku tertuju ke sebuah club malam yang berada di seberang Hotel ini, seolah aku merasakan sesuatu yang ku rindukan.
hayo sira kamu memikirkan apa? ujar sarah yang memecahkan lamunan ku.
__ADS_1
ayo sira jangan bilang kamu ingin ke club malam itu, ujar sarah dengan ekspresi terkejut.
kalian mau kesana? tenang aku sandy pasti bisa bantu kalian untuk masuk kesana..,sambil membangga kan dirinya.
entah apa yang merasuki kami bertiga, kami nekad masuk ke sana sambil menyamar.
dengan pakaian dres ketat sepaha, yang membentuk tubuhku, sepatu higt hell yg ku sesuaikan dengan baju ku.
" aku menghela nafas panjang ,oh tuhan jika nenek tau dan melihat aku dengan berpakaian seperi wanita malam, aku pasti akan di bunuhnya.
ketika D.j mulai memainkan musik membuat sarah dan sandy meninggalkan ku untuk berjoged. aku hanya bisa menunggu mereka sambil duduk di sofa.
sungguh aneh, tadi aku sangat penasaran dengan tempat ini hingga jiwa ku seolah tersihir untuk kesini, tapi setelah berada disini aku tidak nyaman sekali.
hey nona,.. seorang lelaki mesum mulai mengganggu ku.
maaf jangan ganggu saya, jawab ku jutek.
akan tetapi lelaki itu tidak menghiraukan kan ucapan ku, aku berusaha memanggil sandy dan sarah akan tetapi dia terlalu asik hingga tak mendengar ku.
akan tetapi dia juga hanya melewati ku.
lelaki mesum itu membawa ku ke sebuah kamar vip di club itu, dan melempar tubuh ku ke ranjang.
dia berusaha untuk menyentuh bibir ku, akan tetapi aku selalu lolos atas usahanya itu.
aku meronta hingga lelaki mesum itu kesal, dan akhirnya aku kewalahan, tenaga ku habis aku merasa menyesal untuk datang kesini pikir ku.
oh tuhan... apa yang harus ku lakukan
apa semua lelaki juga sebrengsek kamu papi???
pikiran ku terlintas tentang papi yang tak pernah berada di sisi ku dari lahir.
__ADS_1
air mata ku mulai mengalir membasahi pipi ku
" Di tengah pemikiran ku yang kacau, lelaki mesum itu mulai membuka pakaian ku perlahan.
druuuuak....
bunyi tendangan dari pintu, hingga pintu itu terlempar jauh. lelaki mesum itu pun terkejut...seketika langsung terhenti ketika akan membuka baju ku.
lelaki mesum itu l gemetar,
seolah melihat hantu.
bruak...sebuah tinju pun melayang ke wajah lelaki mesum itu, di tengah ketakutan ku yang duduk melipat dua kan kaki ku dan menutup wajah ku di lutut ku, kedua tangan ku yang menutupi telinga ku,aku memberanikan diri untuk melihat siapa yang telah menolong ku.
ku lihat lelaki yang mengabaikan ku tadi menghampiriku dengan membawa selimut dan menyelimuti tubuh ku yang gemetar ketakutan.
kali ini dia tidak sendiri, Dia bersama paman yang begitu tampan.
oh tuhan kenapa di saat seperti ini jantung ku malah berdegub kencang ketika melihat paman ini.
Dia benar - benar tampan, tubuh nya yang kekar,aroma nya yang wangi tercium ketika berjalan ke arah ku dan tersenyum kecil yang menawan. matanya yang jernih memberi kesan dia lelaki yang baik.
apakah kau baik - baik saja?? ujar paman itu dengan dingin nya, seolah senyuman yang sedikit tadi sirna.
aku baik - baik saja paman, te...ri..ma... ka...si.h.. te..lah me..no..long... ku, ucap ku terbata - bata, jujur aku masih trauma.
berterima kasihlah kepada dia, karna dia yang telah menolong kamu, paman itu menunjuk ke arah lelaki yang memeluk sira dengan selimut agar sira tetap merasa nyaman.
menyadari pria itu memeluk sira, dan sira memegang tangan pria itu dengan erat. sira langsung melepas genggaman itu dan dengan reflek menendang pria itu hingga tersungkur.
maaf, maaf kan aku, aku benar - benar tidak sengaja..., sira langsung panik dan meminta maaf. sira mengulur kan tangan nya kepada lelaki itu dengan bertujuan untuk membantu nya.
akan tetapi lelaki itu menepis tangan sira.
__ADS_1
" aku tidak butuh bantuan mu, lelaki itu mengeluarkan wajah kesalnya. hingga sira merasa bersalah.
semi kamu antar anak ini dan kedua teman nya ke ruangan saya... saya butuh penjelasan kenapa para bocah ini bisa ada dicini.