Lelaki Bayaran

Lelaki Bayaran
Terkejut


__ADS_3

Cukup lama memakan waktu jam menerima materi dari dosen, akhirnya waktu jam istirahat pun telah tiba.


Raka maupun Gea yang sempat penat memikirkan hubungan selanjutnya setelah menikah, mencoba untuk tetap santai, meski itu benar-benar membuatnya pusing.


"Raka, ke kantin yuk." Ajak Ervin sambil membereskan buku-bukunya.


"Gak lah Er, aku mau keliling kampus ini aja, biar otakku rada fresh dikit. Kalau kamu mau ke kantin, pergi aja gak apa-apa. Kalau mau ikut aku, boleh boleh saja." Jawab Raka dan bergegas keluar.


Ervin yang tidak ingin terjadi sesuatu pada Raka, akhirnya memilih untuk ikut keliling kampus.


Berbeda lagi dengan Gea, dirinya tengah sibuk membereskan buku-bukunya untuk dimasukkan kedalam tasnya. Begitu juga dengan ketiga temannya, sama halnya yang tengah dilakukan oleh Gea.


"Gea, ke kantin yuk." Ajak Landa yang baru saja selesai membereskan buku-bukunya.

__ADS_1


"Enggak lah Lan, aku lagi males. Aku mau duduk santai aja di bawah pohon beringin yang ada di pojok kampus ini, biar pikiran aku agak mendingan." Jawab Gea menolak.


"Serius nih? gak apa-apa sendirian di bawah pohon beringin?" tanya Raya ikut menimpali.


"Ya gak apa-apa, memangnya kenapa? ada hantunya? ya gak lah. Kalau kalian mau ke kantin, pergi aja gak apa-apa, serius. Aku udah makan tadi, juga dibawain bekal sama asisten rumah. Ya cuma buah aja sih, tapi cukup kok buat bikin kenyang perutku." Jawab Gea yang tetap menolak ajakan dari ketiga temannya.


"Ya udah, nanti kalau kita sudah makan, kita berdua samperin kamu. Gak apa-apa ya kita tinggal dulu." Ucap Veliana ikut menimpali.


"Ya iya, aku gak apa-apa. Lagian juga masih berada di dalam kampus, kalian ini kenapa sih? hem, heran deh." Jawab Gea.


"Hem. Itu kan dulu, sudahlah jangan berprasangka buruk terus, gak baik. Ya udah ya, aku ke sana." Ucap Gea dan bergegas bangkit dari posisi duduknya dan segera menuju pohon beringin yang cukup rindang.


Setelah mereka berpisah tempat, Gea dengan jalannya yang pelan tengah menuju pohon beringin yang rindang di sudut kampus.

__ADS_1


Raka yang kebetulan tengah jalan-jalan di arena kampus, tiba-tiba pandangannya tertuju pada sosok perempuan yang ada dibawah pohon beringin yang sangat rindang.


Ervin yang dapat menangkap pandangan Raka tertuju pada sosok perempuan yang tengah duduk sendirian, pun mengerti.


"Sudah sana temui, temani tuh calon istrimu, kasihan tuh sendirian." Ucap Ervin sedikit mendorong tubuh Raka.


Raka langsung menoleh pada Ervin.


"Memangnya kamu paham, dia itu siapa?"


"Hem. Jelas jelas itu si Gea, masih saja tanya padaku. Kedua mataku masih jeli, mau itu siapa juga aku tau, Bro." Jawab Ervin.


"Kirain kamu gak paham, mau aku pecat jadi temanku." Kata Raka dengan tawanya yang renyah.

__ADS_1


"Hem. Sudah sana temui Gea, kasian dia sendirian gitu. Masa iya, mau kamu cuekin gitu. Entar keburu ada yang mendekati, kamunya merasa teraniaya lagi." Ucap Ervin yang siap membuat Raka terbakar api cemburu.


Benar saja, ternyata ada sosok laki-laki yang ikutan duduk didekatnya Gea. Sontak saja, Raka dibuatnya terkejut. Belum juga nyamperin, ternyata yang diucapkan Ervin benar adanya.


__ADS_2