
Karena malas menanggapi ucapan dari Raka, akhirnya Gea memilih pindah tempat.
"Gea, awas." Panggil Raka yang langsung menyambar tangan Gea dan menariknya dengan kuat.
Naas, tubuh Gea menatap dada bidangnya Raka. Dengan sigap, Raka langsung menahannya hingga keduanya saling beradu pandang satu sama lain.
"Lep-lepaskan aku." Ucap Gea sambil berusaha melepaskan diri dari dekapannya Raka.
"Aku gak mau, kenapa?"
"Ih! kamu ini ya, benar-benar sangat menyebalkan. Aku bilang lepaskan aku, susah bernapas akunya. Kalau sampai semuanya melihat kita, bisa berabe kitanya."
"Biarin saja, toh kita juga akan segera menikah. Ngapain harus takut, bukan?"
Dengan beraninya, Raka kembali mendaratkan sebuah ciuman tepat di pipi bagian kiri miliknya Gea. Kemudian, Raka langsung melepaskan tangannya.
__ADS_1
Gea yang merasa risih, langsung mengusap pipi kirinya.
"Kamu itu ya, ih! awas saja kalau sampai kamu mengulanginya lagi, gak bakal aku kasih ampun." Ucap Gea yang juga memberi ancaman kepada Raka.
"Aku gak takut, emm_muah." Jawab Raka dan langsung meninggalkan Gea sendirian yang masih berada di bawah pohon beringin.
Gea yang melihatnya, pun merasa dongkol dibuatnya.
"Cie ... yang sudah semakin dekat, dicium lagi, kasih tau dong tipsnya." Ledek Raya sambil menyenggol lengan Gea dengan sikunya.
"Iya nih, baru kemarin udah main sosor, jadi tambah lengket keknya." Ucap Landa ikut berkomentar.
"Dih! apa-apaan kalian ini. Ingat ya, aku tuh udah bayar dia mahal. Ingat gak sih kalian ini? aku masih rugi banyak, tau."
Saat itu juga, ketiga temannya pun sama-sama nyengir kuda mendengarnya.
__ADS_1
"Ya juga ya, rugi banyak. Eits, tapi gak masalah, dari pada kamu dijodohkan sama lelaki asing oleh kedua orang tuamu, ya kan?"
Gea yang sudah memberi penjelasan kepada ketiga temannya, merasa tiada guna sama sekali ketika mulutnya bicara.
"Raya! kamu ini amnesia atau pura-pura sih? Raka itu lelaki yang memang mau dijodohkan denganku oleh kedua orang tuaku. Aku harus menjelaskannya sama kamu itu harus berapa kali sih, Raya?"
"Iya ih, kamu ini gimana sih Ray? kan tadi di dalam ruangan sudah menjelaskannya sama kita, kenapa kamu mesti mendadak lupa? aih." Timpal Landa merasa heran.
"Astaga! eh iya juga, tadi kamu sudah jelasin sama kita-kita ya." Ucap Raya dan akhirnya nyengir kuda ketika dirinya menyadari akan kelupaannya itu.
"Hem. Makanya kalau ada orang sedang serius jelasin tuh, didengerin, jangan dimasukan lewat telinga kanan dan kamu buang lewat telinga kiri." Timpal Veliana ikut berkomentar mengenai Raya yang lupa.
"Ya deh ya, maaf. Terus, apa ya pernikahan kamu akan dipercepat? eh, tadi aku bertemu dengan perempuan cantik nyariin Raka. Katanya sih pacarnya gitu, soalnya penampilannya itu sangat glamor, juga seperti bukan orang biasa, cantik sih, tapi masih cantikan kamu, Gea." Ucap Raya yang tiba-tiba teringat saat dirinya baru saja sampai di kampus.
"Ya, tadi aku juga lihat ada cewek yang nunggu Raka di dekat pintu mobil. Tapi aku pura-pura tidak tahu, takutnya aku disangka orangnya kepo. Jadi, aku memilih pura-pura tidak tahu. Ya mungkin aja pacarnya, gak mungkin juga kalau bukan pacarnya mau nyamperin di kampus." Jawab Gea yang juga teringat saat dirinya hendak turun dari mobilnya Raka.
__ADS_1
"Terus, kenapa kamu gak pergoki aja sih Gea? kalau nanti sudah menikah dan Raka bermain wanita dibelakang mu, bagaimana? kamu harus tegas dong, meski hanya pernikahan bayaran istilahnya." Ucap Veliana yang tidak ingin sahabatnya tersakiti.
Gea membuang napasnya dengan kasar, dan tersenyum pada ketiga temannya.