
Tubuh ku terasa kaku, Tangan kanan ku terasa kebas,seolah ada sesuatu yang berat di atas tangan ku...., ketika aku mulai membuka mata secara perlahan. Ku lihat paman sangar tertidur di kursi sebelah tempat tidur ku. sambil menggenggam tangan ku, dengan posisi kepala yang menyandar di sisi ranjang ku.
ya ampun..., apa aku sudah mati??? di alam lain pun aku berharap paman sangar itu akan menolong ku. tidak...tidak...,aku tidak mungkin mati, ini pasti mimpi.
gumam ku dalam hati.
seketika ku tutup mataku lagi, dan menghela nafas panjang memastikan apa yg kulihat bukan mimpi.
ketika ku buka mataku lagi, sebuah wajah mendarat di depan wajah ku, dengan jarak yang begitu dekat.
Mata ku seolah mau keluar, dan tubuh ku mematung, ketika mata kami saling pandang.
paman...., sapa ku dengan gelagapan. sambil melirik kanan dan kiri ku. Dan menarik selimut ku hingga menutupi hidung ku.
syukurlah kamu sudah sadar, ucap paman sambil menyentuh kening ku, dengan cara membolak balik telapak tangan nya, dan memberi senyuman tipis kepada ku.
" ya Ampun jantung...., jangan berdetak seperti ini.
apa yang terjadi dengan hati ku ini? begitu bnyak pertanyaan yang muncul seketika di benak ku.tentang hati ku yang terus berdetak melihat senyum paman sangar ini.
gumam ku lagi dalam hati.
cikrek...., seseorang membuka pintu ruangan kamar ku.
Tuan ini bubur nya, ucap pengawal itu kepada paman sangar, paman sangar langsung meraih nya, dan duduk di pinggir kasur ku. sambil memberi isyarat untuk pergi ke pada pengawal itu.
ayo sarapan dulu, ucap paman ku sambil membantu ku untuk bersandar di sofa kasur ku.
Buka mulut mu...
makasi paman..., aku bisa makan sendiri.
bagaimana kamu akan menyuapi dirimu sendiri ketika tangan kanan kamu di impus seperti itu??? " ucap paman sangar dengan melotot ke arah ku dan menunjuk slang infus ku.
paman... panggil ku dengan gelagapan, tanpa menatap ke arah nya.
apa? " jawab paman dengan jutek".
Bagaimana keadaan sandy dan semi???
jangan khawatir mereka baik - baik saja.
syukur lah...., aku merasa lega. ku genggam selimut yang sedari tadi menyelimuti paha ku.
paman.... Trima kasih... Dan maaf.
ingin Rasanya meminta maaf atas keributan yang telah ku perbuat, dengan menatap paman sangar itu.Tapi apa daya aku tidak memiliki keberanian itu untuk menatap mata paman secara langsung.
__ADS_1
aduh... " suara ku reflek kesakitan dan menatap kesal kepada paman sambil menutupi kening ku.ketika paman yang tiba - tiba mencentil keningku.
Dasar Bocah yang merepotkan....
cepat buka mulut kamu dan Makan bubur nya, ucap paman itu kembali setelah mengacak- acar rambut ku.
ohhh Tuhan, jantung ku berdetak lagi....
semoga paman tidak mendengar suara detakan jantung ku ini. Dan juga tidak menyadari pipi ku yang tiba - tiba merona seperti ini.
stengah jam kemudian.
dre....ttttt" bunyi telfon genggam Paman.
paman langsung mengangkat nya. setelah itu ekspresi paman berubah entah apa yang telah di ucap kan si penelfon kepada paman itu.
paman langsung meraih jasnya. ketika masih berbicara dengan orang asing itu di telfon. dan mengelus lembut kepalaku dengan senyuman manisnya, yang sedari tadi sering ku lihat. aku langsung membalas dengan senyuman kecil, dan anggukan kecil. seolah aku memahami isyarat dari paman.
paman meninggalkan ruangan ku.
entah masalah penting apa yang di kerjakan paman.
ya siapa yang tau dengan pemikiran paman sangar itu, ku rebah kan tubuh ku kembali setika paman pergi.
🐊🐊🐊
ketika shuhei seto memasuki ruangannya,ia melihat
para pengawal dan anggota lain nya telah berkumpul, dengan wajah yang berantakan, yang di hiasan beberapa pukulan.
Tuan seto maaf kan kami yang tidak bisa melindungi semi. ucap salah satu pengawal sambil tertatih ke sakitan.
siapa???.... Siapa??? yang telah berani menyentuh semi???... " tatapan seto yang penuh dengan api kemarahan, seolah ingin memakan habis pelaku yang melukai semi.
kalian Harus cari tau, dan laporkan kepada ku secepatnya.
Melihat seto yang marah para pangawal dengan cepat mengangguk,dan lansung keluar dari ruangan seto dengan cepat kilat, seolah rasa sakit nya menjadi hilang setelah melihat seto marah, yang seperti singa.
sekarang di dalam ruangan itu hanya seto dan dua orang lelaki bayaran yang tidak lain adalah juni & jimi si kembar kepercayaan seto.
Tuan seto seperti nya dia kembali....
dan dia mencoba untuk mengganggu orang - orang terdekat anda lagi, ujar jimi...
sambil menyerah kan beberapa foto dan file penting perihal penyerangan yang menimpa semi.
seto melihat foto - itu, dan terpaku dengan 2 foto yang ada di tangan nya.
__ADS_1
Dengan senyuman sinis yang membuat hati nya membara terbakar. dia memulai ucapan nya lagi.
Dia benar - benar kembali...
perketat perlindungan untuk semi dan dua bocah itu.
Mereka berdua secara tidak langsung menjadi target mereka.
Dan mari kita beri mereka ucapan selamat datang tentang apa yang telah mereka lakukan.
Jimy pun keluar dari ruangan itu, dan langsung memulai pekerjaan nya, yang seolah mengerti dengan apa yang di maksud dengan seto, tanpa harus di jabarkan.
Tuan seto ini Data tentang sira, Tapi maaf aku tidak menemukan apa-apa selain ini.
juju pun menyerahkan beberapa berkas itu kepada seto.
seto langsung membuka berkas itu, dan hanya melihat sebuah foto rumah, para pelayan dan lelaki yang ia rasa tak asing bagi nya.
seto mengarahkan foto itu kepada juju dan menatap juju dan menunjuk foto lelaki itu seolah bertanya siapa lelaki itu.
Dia frank tuan, selain namanya tak ada yang bisa ku ketahui tuan, Data keluarga sira benar - benar misterius.
Rumah yang indah,yang di penuhi pelayan gumam seto dengan senyum sinis nya ketika melihat foto rumah sira nan megah bak istana yang setiap sudut nya ada pelayan.
seto meraih dist yang ada di dalam dokumen itu. juju langsung berbicara tanpa di isyaratkan oleh seto.
itu dist yang pernah di kirim oleh sira tuan.
Tuan harus melihat dist itu.
dan tuan akan mengerti kenapa kita begitu sulit mendapat kan data keluarga sira.
juju pun beranjak dari ruangan itu setelah semua urusannya selesai.
belum sempat beranjak pergi seto menghenti kan langkah juju dan melontarkan pertanyaan.
Dima semi sekarang???
dan bagaimana keadaannya??
dia baik-baik saja tuan,walaupun lengan nya sedikit patah dan kepalanya luka karna terbentur. dokter rey sudah memeriksanya, anda tidak usah khawatir.
anak itu....Dia tau anda pasti tidak akan melihatnya karna itu dia ber inisiatif untuk memperlihatkan diri. sekarang...anak itu mungkin di ruangan sira tuan, jawab juju,dengan senyum tipis karna sifat tuannya yang selalu tidak peduli dengan semi ketika berada di depan semi.dan langsung melanjutkan langkah kaki nya menuju keluar.
Dasar bocah itu...
bukannya istirahat tapi malah keluyuran ke kamar bocah itu, geram shuhei seto sambil meremas foto yang di pegangnya sedari tadi.
__ADS_1
bersambung