Lelaki Bayaran

Lelaki Bayaran
Seperti menahan cemburu


__ADS_3

Ervin yang juga melihatnya, pun langsung menoleh pada Raka.


"Aku bilang juga apa, tuh sudah ada yang deketin calon istrimu. Mau kamu suka atau enggaknya tuh sama Gea, tetap aja bakal jadi istrimu. Sudah sana samperin." Ucap Ervin yang kembali mendorong tubuhnya Raka.


Raka yang terpancing oleh ucapannya Ervin, segera bergegas mendekatinya. Namun, tiba-tiba niatnya diurungkan.


"Kenapa berhenti, Bro?"


Raka memutar balikkan badannya.


"Dah lah, yuk kita ke sana aja. Gak penting ngurusin itu perempuan, siapa tahu aja emang pacarnya. Dah lah, gak penting." Jawab Raka sambil menarik bajunya Ervin.


"Memangnya kenapa kalau lelaki itu pacarnya, Bro? toh Gea itu kan calon istrimu."


"Calon istri karena perjodohan, hem. Dah lah, ayo kita pergi ke kantin saja, aku lapar sekarang." Jawab Raka beralasan.


Sedangkan Ervin yang tidak bisa memaksakan kehendak, mau tidak mau ngikut kemana perginya Raka.


Berbeda dengan Gea, dirinya tengah mengobrol dengan salah seorang laki-laki.

__ADS_1


"Kenalkan, aku Randi Prajaya, aku tamu baru di sini. Sebenarnya bukan tamu baru sih, cuma hanya meneruskan pekerjaan ayahku saja. Nama kamu siapa? bisakah kita berkenalan?"


"Boleh, namaku Gealazuva. Aku mahasiswa disini, kurang satu semester lagi selesai." Jawab Gea yang menerima perkenalan dari sosok laki-laki yang baru ia kenal.


"Nama yang cantik, secantik orangnya. Oh ya, memangnya kamu sering sendirian seperti ini kah? maksudnya aku tidak pernah ikutan gabung dengan yang lainnya kah?"


Gea tersenyum mendengarnya.


"Teman-teman aku lagi ke kantin, aku sendiri lagi males, jadi memilih untuk bersantai di bawah pohon beringin ini." Jawab Gea.


"Kirain tidak ada teman, aku siap menjadi temanmu." Ucap Randi yang terdengar menggoda.


"Ekhem!"


"Raka." Sebut Randi dan Gea bersamaan.


Saat itu juga, Raka ikut duduk disebelah Gea dan langsung merangkulnya.


"Gea calon istriku, jangan sekali kali kamu berani menggodanya." Ucap Raka yang langsung memberi peringatan kepada Randi, siapa lagi kalau bukan sepupu dari keluarga ibunya.

__ADS_1


"Jadi, kalian berdua ada hubungan?" tanya Randi seperti tidak percaya, pasalnya sikap dari Gea terlihat biasa biasa saja.


"Ya lah, sebentar lagi kita berdua akan segera menikah. Benar kan, sayang? emmm_muah." Jawab Raka yang langsung mencium pipi kanan miliknya Gea dengan berani.


Seketika, Gea sangat terkejut ketika dirinya mendapatkan ciuman dari Raka dengan beraninya. Gea langsung bengong dibuatnya.


"Ya ya ya, aku percaya. Ya udah ya, aku pamit dulu ya Gea. Sampai bertemu lagi nanti, dihari pernikahan kamu dengan sepupuku Raka." Ucap Randi dan bergegas pergi dari hadapan Gea maupun Raka.


Saat itu juga, Gea langsung menyerong dan menatap tajam pada Raka.


"Aw! sakit tau, Gea." Pekik Raka saat pipi kirinya mendapat tamparan dari Gea cukup kuat, lantaran merasa kesal saat main cium gitu aja, pikirnya.


"Rasain, siapa suruh cium pipiku." Jawab Gea dengan ketus, dan segera bangkit dari posisinya.


Raka sendiri masih mengusap pipinya yang terasa panas akibat tamparan dari Gea. Kemudian, Raka ikutan bergegas berdiri.


"Aku minta maaf, soalnya aku gak suka kalau kamu dekat dekat dengan Randi, dia itu playboy. Dia laki-laki yang suka ganti-ganti pasangan, makanya aku langsung cium kamu." Ucap Raka meminta maaf.


"Oooh."

__ADS_1


"Kok cuma O, kalau kamu tidak percaya, ya terserah kamu."


Gea yang merasa dongkol, membuang napasnya dengan kasar.


__ADS_2