Lelaki Bayaran

Lelaki Bayaran
Akhirnya


__ADS_3

Gea yang merasa lega, pun dapat menghela napasnya panjang.


"Kamu kenapa, Nak? ceritakan sama Ibu, kamu ada masalah apa? ayo, kita duduk di sana." tanyanya karena sempat mendengar perdebatan antara Raka dan Gea.


Kemudian, mengajaknya untuk pindah tempat.


"Duduklah, kita ngobrol disini sepertinya jauh lebih aman." Ucapnya sambil mengajak Gea untuk duduk.


Gea pun duduk bersebelahan dengan Ibu pemilik rumah singgah.


"Katakan pada Ibu, kamu kenapa? tadi Ibu dengar sepertinya kamu sedang berdebat, ada masalah? sampai-sampai calon suami kamu mengajakmu pulang."


"Tidak ada masalah kok, Bu. Hanya saja, saya ada sedikit kesalahpahaman saja." Jawab Gea sambil menunduk.


"Ceritakan sama Ibu, agar masalah mu sedikit berkurang. Sudah lama kamu tidak berbagi cerita sama Ibu, kenapa?"

__ADS_1


Gea sendiri akhirnya menghela napasnya, dan mendongak. Kemudian, ia memejamkan kedua matanya untuk bercerita dengan detail kepada Ibu pemilik rumah singgah.


Bahkan, Gea juga menceritakan kedatangan Derson yang hadir dalam hidupnya.


.


.


.


"Jadi, seperti itu ceritanya. Sekarang kamu sudah besar, juga bukan anak kecil lagi. Pastinya kamu bisa memilih mana yang terbaik untukmu. Jangan sampai diakhir hubungan akan datang penyesalan."


Saat melihat Raka yang tengah mendengarkan ucapan Gea, Ibu pemilik rumah singgah pun segera bangkit dan menyingkir. Yakni untuk memberi ruang waktu untuk Raka, sedangkan Gea belum menyadari jika yang berdiri di belakangnya ada Raka calon suaminya.


"Kenapa mesti malu jika kamu memang bersungguh-sungguh akan menjalani hubungan pernikahan dengan serius, justru itu yang membuatku tenang." Ucap Raka yang tentu saja mengagetkan Gea.

__ADS_1


Seketika, Gea langsung menoleh ke samping. Benar, rupanya tidak ada ibu pemilik rumah singgah duduk di dekatnya. Gilang sendiri langsung duduk disebelahnya Gea.


Kemudian, Raka meraih tangan Gea dan menggenggamnya sambil mengusap punggung tangannya dengan salah satu tangannya Raka sendiri.


"Jadi itu yang membuatmu dilema? aku akui keberanian mu saat mengakui semuanya. Ya walaupun kita belum ada kata saling cinta, tetapi setidaknya tidak menolak pernikahan." Ucap Raka sambil memperhatikan Gea yang tengah menatap lurus ke depan.


"Aku hanya tidak ingin mengecewakan kedua orang tuaku, juga keluargaku." Jawab Gea yang belum juga menoleh.


Raka justru tersenyum, dirinya seperti mendapat peluang emas.


"Sama, aku pun sama seperti mu yang juga tidak ingin mengecewakan keluarga, terutama kedua orang tuaku." Ucap Raka yang masih memegangi tangannya Gea.


"Oh ya, sepertinya kita kelamaan ninggalin anak-anak deh. Kasihan mereka, padahal dari kemaren mereka menunggu kedatangan kita. Yuk ah kita ke sana, kita gak boleh mengecewakan mereka." Kata Gea yang tidak ingin terhanyut dalam suasana.


Raka pun mengangguk dan mengiyakan. setelah itu, kedua segera bergegas untuk berkumpul dengan anak-anak yang lainnya. Selain itu, rupanya teman-teman Gea di tim rumah singgah pun sudah pada datang dan tengah menghibur anak-anak lainnya.

__ADS_1


Ibu pemilik rumah singgah pun tersenyum bahagia saat melihat Raka dan Gea kembali membaik hubungannya.


"Mereka berdua memang sangat serasi. Yang satu cantik, yang satu tampan. Mereka berdua sama-sama baik dan peduli, semoga kebahagiaan selalu menghampiri mereka." Ucapnya lirih sambil memberinya doa.


__ADS_2