
** semi
kenapa dengan hati ku???
berdebar dengan kencang...
semi bertanya tanya kepada dirinya sambil memegang dadanyadengan tangannya. Dengan pandangan kepada gadis yang duduk jauh di sofa itu.
Hatinya merasa sesak dan mulai sakit ketika melihat gadis itu mulai di ganggu lelaki mesum.
Tapi apa daya dia tidak bisa membuat keributan di tempat itu. ketika gadis itu mulai dibawa pergi ia hanya menatap acuh ke arah gadis itu seolah tidak memiliki simpati sedikit pun.hingga gadis itu menghilang dari pandangan nya.
" ya tuhan.... kenapa dengan hati ku, kenapa begitu sesak, entah kenapa semi menitikkan air mata di wajah nya.
semi dengan cepat berlari keruangan tetua untuk meminta bantuan.
maaf semi kali ini kamu tidak bisa masuk, karna ketua sedang bersama tamu penting, ucap para pengawal dengan stelan jas yang menahannya.
" ayolah ini darurat kalian coba lihat kesana... pengawalpun menoleh ke arah yang di tunjuk semi.
semi berhasil mengelabui pengawal itu hingga berhasil masuk keruangan ketua.
" walaupun semi berhasil masuk keruangan itu akan tetapi para pengawal juga berhasil menangkap semi.
Maaf ketua bocah ini membuat ulah lagi, membuat suasana yang tidak nyaman ini.
para pengawal pun menarik semi keluar, seketika semi memberi tinju kepada mereka.
paman aku tidak ingin membuat keributan, tapi hanya saja untuk kali ini tolong bantu aku....
selamat kan seseorang untuk ku...
tubuh lelaki itu gemetar, hingga terduduk memohon kepada ketua yang di panggilnya paman....
saat pengawal ingin membawa semi keluar, ketua berdiri dan meminta para pengawal meninggal kan semi. dia mendekati semi, semi smakin gemetaran takut akan paman itu marah kepadanya di karenakan dia telah ingkar janji kepada ketua itu.
" pertolonga apa yang kau ingin kan dari ku bocah???
" semi pun menceritakan apa yang terjadi.
🐊🐊🐊
ketika aku tiba di depan pintu ruangan ketua, sandy dan sarah yang tengah berdiri di depan pintu itu bersama beberapa pengawal. langsung memeluk ku seolah dia sudah mendengar cerita yang terjadi pada ku, sandy selalu minta maaf pada ku... walaupun aku bilang tidak apa - apa, tetapi tetap saja dia selalu merasa bersalah karna membawa ku ketempat ini.
lalu kami di persilakan masuk ke ruangan itu.
oh tuhan...
benar kah ini ruangan paman tadi???
__ADS_1
begitu bnyak layar pengintai disini, apa pun kejadian di luar sana, akan mereka ketahui dengan cepat.
" ruangan ini sangat megah, dengan bar kecil yang dimilikinya.fasilitas edisi terbatas.
aku, sandy, sarah benar - benar takjub dengan ruangan ini, di tambah dengan ketampanan 3 lelaki yang sedari tadi di depan layar menatap kami.
ceklek...
suara pintu terbuka...
paman dan bocah yang memeluk ku tadi datang dengan paras dinginnya, membuat kami merasa membeku ketakutan.
paman itu duduk di kursinya tanpa mengizinkan kami untuk duduk.
paman itu melempar sebuah buku tamu di meja nya, dan melempar pertanyaan ke pada kami.
sekarang kalian jelaskan, terutama kamu sandy...
kedua mata ku serasa ingin melompat ketika paman itu mengenal sandy.
" oh tuhan apa sandy sering kesini, batin ku.
pa..ma...n ini se...mua... salah ku, maaf kan mereka ucap sandy terbata- bata, tubuh nya gemetaran seolah paman itu akan memakannya.
kamu....
bocah kecil..., paman itu melirik tajam ke arah ku.
paman itu tiba - tiba berdiri dan mendekat ke arah ku, ia menyandarkan dirinya ke meja, dan mencondongkan wajah nya kedepan wajah ku, menatap ku dengan tatapan yang sendu.
bagaimana bisa anak di bawah umur seperti mu masuk ke club malam ini dengan pakaian seperti ini??? tanya paman itu, sambil menggertakkan kedua gigi nya karna amarah.
entah lah paman, jawabku spontan....
paman itu tampak semakin kesal dengan jawaban ku, kekesalan itu terpancar jelas di wajah tampan nya.
kalian bertiga keluar dari sini dan jangan pernah kembali lagi kesini, dan sandy urusan kita belum selesai jadi bersiaplah ketika ku panggil.
baik paman....
paman itu membiarkan kami pergi, tanpa menatap kami...
lelaki yang memeluk ku tadi, dia hanya berani menatap ku dari ke jauhan.
entah kenapa rasanya berada di ruangan itu membuat perasaan ku hangat.
ke esokan harinya...
seperti biasa kami berkumpul di restoran hotel, kami selalu duduk di dekat jendela, kami memandangi club malam dengan lekat dan dengan serentak menghela nafas panjang.
__ADS_1
kami yang menyadari itu, tertawa geli melihat kekompakan kami sendiri hingga memecahkan lamunan kami.
hingga pertanyaan demi pertanyaan mulai menghantui ku dan melontarkan kepada sandy.
" sandy bagai mana kamu bisa mengenali paman itu tanya ku, sarah juga ikut penasaran dengan pertanyaan ku ke pada sandi.
paman itu dan ayah ku bekerja sama bisnis..., dan kalian tau, para lelaki tampan yang kalian lihat itu mereka semua adalah lelaki bayaran.
" mataku melotot sekan mau keluar karna ucapan sandi, aku mulai berfikir negatif tentang mereka.
akan tetapi di sela pemikiran ku sandy mulai melanjutkan ceritanya.
Lelaki bayaran maksud ku bukanlah lelaki pemuas nafsu wanita.
tapi melainkan penolong hati para wanita yang hancur karna di khianati, jadi mereka akan membalasan pria yang menyakiti wanita itu.
bayaran mereka sungguh mahal.
" aku pernah dengar itu, karna kakak ku pernah memakai jasa mereka, pantasan aku merasa familiar dengan salah satu lelaki disana, ujar sarah menyela ucapan sandy.
sandy lanjut menceritakan tentang paman itu, dia menjelaskan sebelum nya paman itu adalah psikolog remaja yang berbakat, akan karna satu hal yang tidak di ketahui siapapun kecuali dia.
paman itu benar - benar penuh misterius tentang kehidupannya.
setelah kami berpisah dan memasuki kelas bakat kami masing - masing.
entah kenapa ucapan terakhir sandy membuat ku kepikiran atas paman itu. ah...sudah lah, aku haris fokus dengan aktifitas ku hari ini, batin ku.
satu jam kemudian seorang bapak tengah baya menghampiri ku, ya dia tidak asing bagi ku, karna dia adalab pelayan setia di kediaman ku.
nona sira... ucap bapak tengah baya itu dengan tatapan yang sendu....
hati ku mulai gelisah dengan tatapan frank yang tidak lain bapak tengah baya itu.
no...na si....ra....
bapak itu mulai gemetar...., matanya memerah seolah dia berat mengatakan sesuatu yang di ucapkannya.
ada apa frank??, ujar ku, aku mulai cemas dan menggenggam kedua bahu frank, dan mengguncaangnya agar frank segera menjawab ucapan ku.
Dia mulai berkata....
nona sira....
ne...nek an...da... telah per...gi.... dan.... nyonya mu... lai... hi...lang kendali ucap frank terbata - bata.
oh tuhan....
dunia begitu terasa gelap seketika oleh ku...
__ADS_1
aku yang tengah berdiri... langung terjatuh duduk di lantai..., kedua kaki ku se olah tak bisa menahan beban tubuh ku.
air mata ku pecah tak terbendung....