
"Apa-apaan sih Van,"
"Aku mau memperkenalkan kamu dengan saudara sepupu aku."
"Hei Gea, perkenalkan nih calon suamiku, Redar namanya. Gimana, ok 'kan?"
Redar yang merasa risih dengan sikap calon istrinya, pun terpaksa mengulurkan tangannya.
"Redar Armaja, salam kenal dariku, calon suaminya Vanes." Ucap Redar yang akhirnya memperkenalkan diri.
"Aku Gealazuva, sepupunya Vanes, salam kenal balik." Jawab Gea yang menerima uluran tangan dari Redar.
Namun, tiba-tiba Redar sendiri teringat akan sosok perempuan yang belum lama mengobrol dengan kakaknya sendiri.
"Tunggu tunggu, bukankah tadi kamu yang sedang mengobrol dengan Kak Randy?"
"Iya, kenapa?"
"Aku adiknya." Jawab Redar.
"Oh, adiknya."
"Ya, aku Kakaknya Redar." Sahut Randy yang sudah berdiri di sampingnya.
Gea langsung menoleh dan mendongak, lantaran jarak tinggi badan yang tidak setara.
Dengan berani, Randy langsung menarik tangan Gea dan mengajaknya pergi dari hadapan adiknya.
"Lepaskan tanganmu, apa yang mau kamu lakukan? tolong lepaskan tanganmu."
__ADS_1
"Temani aku duduk, dan juga minum."
"Hei, apa kamu sudah gila?"
"Ya, aku sudah gila. Duduklah."
"Nanti kalau kedua orang tuaku tahu, bagaimana?"
"Apanya yang bagaimana? toh calon suami kamu gak ada 'kan? sudahlah ayo duduk dan temani aku minum."
"Siapa yang gak ada? aku sudah datang."
Suara itu benar-benar membuat Gea kaget, dan langsung menoleh pada sumber suara.
Dengan langkah kakinya, Raka berjalan mendekati Gea yang masih berdiri. Kemudian, Raka merangkulnya layaknya pasangan yang sesungguhnya.
"Gea ini calon istriku, jadi kemanapun dia pergi, pasti ada aku." Ucap Raka dengan santai.
Tanpa canggung, Raka langsung menggandeng tangan Gea dan mengajaknya ke lain tempat. Tentunya agar tidak di awasi oleh saudara sepupunya.
Namun, justru semua yang sudah hadir diminta untuk berkumpul bersama kakek Praja.
Mau tidak mau, Raka dan Gea ikut berkumpul bersama yang lainnya. Sedangkan Randy sendiri berdecak kesal lantaran dirinya sendirian tanpa kekasih ataupun teman mengobrol.
"Aw! maaf, yah basah." Ucapnya saat menabrak Randy dan membasahi jasnya.
Randy hanya menahan kekesalannya saat harus mendapatkan sial karena pakaiannya harus kena siraman air minum dari seorang perempuan yang baru saja menabraknya.
"Biar aku yang akan membersihkannya." Ucap gadis itu yang langsung mengelapnya dengan tissue.
__ADS_1
"Tidak perlu, biar aku yang akan melakukannya sendiri. Kamu boleh pergi." Jawab Randy menolak.
"Tapi itu kotor, bagaimana kalau aku pinjamkan jas milik. kakakku, mau kah?"
"Gak perlu, aku bawa gantinya di mobil. Nanti biar asisten ku yang akan mengambilkannya." Jawab Randy.
"Aku minta maaf ya, aku tadi benar-benar gak sengaja. Soalnya aku buru-buru, aku harus mengganti pakaianku." Ucapnya.
"Oh, ya gak apa-apa." Jawab Randy dan langsung merogoh ponselnya.
Kemudian, Randy segera menghubungi asistennya untuk diminta mengambilkan jas nya di dalam mobil.
"Alea, kamu kenapa? buru buru gitu."
"Eh, Kak Gea. Ini, tadi aku nabrak cowok gak tahu siapa, tadi jasnya basah sama aku."
"Cowok?"
"Ya Kak, ya udah ya, aku mau ganti baju. Mama sama Papa memintaku untuk mengganti baju, jadi terpaksa aku harus buru-buru." Jawab Alea yang tidak sempat menjelaskannya pada Gea, sepupunya juga.
Gea yang masih bersama Raka, pun segera berkumpul dengan yang lainnya.
"Astaga, aku belum menemui Kakek."
"Hem. Memangnya dari tadi kamu itu ngapain aja? jangan bilang kalau kamu sibuk mengobrol dengan Randy."
"Dih! apa urusan mu, mau mengobrol dengan siapa aja juga gak masalah 'kan? toh kamu juga sudah punya pacar, kenapa kamu mesti protes? hem."
"Ya ya ya, terserah kamu saja." Ucap Raka dan langsung menarik tangan Gea untuk ikutan kumpul bersama yang lainnya di ruangan yang sudah dihidangkan menu makan malam di atas meja yang ukurannya cukuplah besar.
__ADS_1