Lelaki Bayaran

Lelaki Bayaran
Di rumah singgah


__ADS_3

Masih di kampus, Gea dan ketiga temannya dan juga teman-teman yang lainnya tengah bersiap-siap untuk pulang.


"Gea, seriusan nih nanti malem?" tanya Veliana untuk memastikan.


"Ya Vel, serius. Jangan lupa ya, kirim nomornya ke aku nanti. Maaf banget ya, sepertinya aku nggak bisa pulang bareng kalian."


"Loh, kenapa?"


"Aku mau ke rumah singgah. Biasa, rumah anak-anak aku. Ya udah ya, aku duluan." Jawab Gea yang langsung pergi meninggalkan ketiga temannya.


"Ya Gea, hati-hati dijalan." Ucap Veliana dan kedua temannya.


"Enak ya jadi Gea, kemanapun gak ada yang melarang. Gak kek aku, punya kakak laki-laki aja galaknya minta ampun, enakan Gea yang bebas tidak ada yang mengekang dirinya." Ucap Raya saat merasa berbeda nasib dengan Gea.


"Hus! gak baik bicara seperti itu, tandanya kakak kamu itu sayang. Orang Gea aja iri sama kamu loh, punya kakak laki-laki yang perhatian dan masih mau mengantarkan kamu kuliah."

__ADS_1


"Ya Ray, kamu aja gak tahu gimana jadinya Gea. Diminta untuk menikah dan memberi keturunan untuk keluarganya demi hak ayahnya agar tidak jatuh ke tangan adiknya." Timpal Landa ikut komentar.


"Sudahlah, kita doakan aja, semoga malam nanti si Gea berhasil menaklukkan hati kedua orang tuanya saat memperkenalkan calon suami bayarannya itu. Yuk ah kita pulang, aku ada acara juga nanti malam bareng keluarga." Ucap Veliana mengajak kedua temannya untuk pulang.


Sedangkan yang tengah dalam perjalanan menuju rumah singgah, Gea sudah tidak sabar untuk bertemu dengan anak-anak yang ia dapatkan di jalanan yang tidak mempunyai tempat tinggal.


"Nona, kita sudah sampai." Ucap Pak supir membuyarkan lamunannya.


"Sudah sampai ya Pak, Bapak tunggu sebentar ya Pak. Enggak lama kok, palingan juga beberapa menit saja."


Gea yang tidak ingin pulang terlalu sore, cepat-cepat untuk menemui anak-anak rumah singgah.


Sambil celingukan saat mau memasuki halaman rumah singgah, dan Gea dihampiri oleh pengurus rumah singgah.


"Selamat sore Bu Neni, apa kabarnya Bu?"

__ADS_1


"Kabarnya Ibu seperti yang Nona lihat. Ibu baik-baik saja, Non. Oh ya, anak-anak lagi bekerja bakti untuk membersihkan halaman belakang, kebetulan sore ini tidak ada kegiatan apapun selain bersih bersih."


"Seneng ya Bu, akhirnya mereka bisa terdidik dengan baik. Jadi gak sabar pingin melihat mereka udah pada besar dan sukses." Ucap Gea sambil berjalan mengelilingi sekitaran halaman rumah singgah.


Tiba-tiba pandangannya tertuju pada sosok laki-laki yang tengah membantu anak-anak membersihkan sudut lokasi rumah singgah, tentunya membuat Gea sangat penasaran.


"Bu, dia siapa ya Bu?" tanya Gea sambil menunjuk."


"Oh, dia pemuda baru yang belum lama ini selalu rutin memberi donasi ke rumah singgah ini, Non. Juga, sering melakukan pendekatan kepada anak anak singgah. Kalau Nona Gea penasaran, mari Non, Ibu kenalin. Anaknya sangat baik, juga cakep. Siapa tahu aja bisa jadi jodoh Nona, itupun kalau Nona masih sendiri." Jawab Ibu pengurus rumah singgah sambil menggoda Gea.


"Bibi mah bisa aja kalau lagi ngeledek." Kata Gea sambil berjalan beriringan dengan ibu pengurus.


"Den bagus, ini kenalin sama pemilik rumah singgah. Katanya Den bagus ingin bertemu dengan pemiliknya, sekarang orangnya sudah datang." Ucap Ibu pengurus.


Saat itu juga, keduanya sama-sama terkejut.

__ADS_1


"Kamu!" teriak keduanya dengan serempak, juga saling tunjuk.


__ADS_2