Lelaki Bayaran

Lelaki Bayaran
5


__ADS_3

paman frank....," panggilku sambil memegang pundak nya yang berdiri menatap mami", hingga lamunanan nya pecah.sira titip mami ya paman.sira harus kesuatu tempat untuk beberapa hari.


kamu mau kemana sira???


paman tidak usah khawatir, sira hanya ada keperluan mendesak untuk beberapa hari.


mami...., ucapku dari balik kaca sambil meletakkan telapak tangan ku di atas nya.


Mami.... sira tinggal sebentar ya!!


Doakan sira agar bisa membawa paman itu kesini " batin ku".


setelah pamitan dengan mami dan paman, aku pun segera berangkat ke kota A, untuk menemui paman itu.dengan mobil terbaru yg berwarna pink, paman bilang ini kado ultah ku dari nenek sebelum dia meninggal.


" oooh tuhan.... rasa nya terlalu berat meninggal kan mami sendirian di rumah, bantu aku meyakin kan paman itu tuhan".


2 jam kemudian akhirnya aku sampai di kota A.


aku kembali ke hotel dulu untuk bertemu dengan sarah dan sandy.


aku menceritakan semua tentang mami & rencana ku kepada mereka.


akan tetapi sandy malah berteguh hati tidak mau membantu ku.


ya! aku tau maksud nya sangat baik, dia hanya tidak mau kejadian kemarin menimpa ku lagi.


aku pun pergi meninggalkan mereka berdua.


sore pun datang menghampiriku, pada akhirnya aku memberanikan diri masuk ke club itu sendiri.


ya! lagi- lagi aku menyamar dengan pakai minim, layaknya wanita malam.


akhirnya aku berhasil masuk, dan berada di suatu tempat yang membuat ku agak sedikit canggung.


aku melihat seorang wanita dan laki - laki yang ku kenal.dengan cepat aku langsung sembunyi.


semi... aku tidak menerima kamu putus kan " ucap seorang wanita itu, sambil mulai merayu semi dengan meraba tubuh semi".


maaf aku sudah milik wanita lain...." semi pun berjalan ke arah ku seoalah dia menyadari kehadiran ku yang tengah sembunyi.


Dia menarik ku dan mencium bibir ku dengan lembut di depan wanita itu.


aku pun membalas ciuman semi. dengan tujuan membantu dia lepas dari wanita itu.


wanita itu pun pergi meninggalkan kami...


aku berusaha melepas ciuman semi, akan tetapi usahaku gagal. entah setan apa yang merasuki semi saat itu.dan entah apa juga yang terjadi, aku malah membiarkan dia ******* habis bibir ku cukup lama.

__ADS_1


tiba- tiba kami merasakan aura dingin yang menakutkan menatap kami.


ketika kami menyadari hal itu kami langsung mengakiri ciuman itu, dengan wajah terkejut.


pa...ma...n... ucap kami secara serentak dan terbata -bata dengan menundukkan kepala, tak berani menatap mata yang tajam itu.


kalian Masih di bawah umur?? kenapa malah disini??? ( paman itu pun menarik kami menuju ruangannya). tak ada satu katapun yang mampu kami ucap kan kepada paman itu selain mengikutinya.


seperti biasa paman itu duduk di kursinya dan menatap kami seolah meminta sebuah penjelasan.


paman ini semua bukan seperti yang paman fikirkan, ucap ku dengan penuh gelagapan. paman itu semakin menatap kami dengan penuh tanya.


paman dia hanya membantu ku untuk lepas dari ayu yang selalu mengejarku.


saya tidak ingin penjelasan kalian tentang apa yang saya lihat tadi.


saya hanya minta penjelasan kenapa kamu kembali kembali kesini anak di bawah umur....???


paman itu menatap ku dengan tajam..., dan aku akhirnya memberanikan diri untuk bicara.


paman kenapa permintaan ku di tolak?, bukannya yang di butuhkan para lelaki bayaran hanya uang?


berapa pun yang kalian minta akan ku berikan.


aku tak menyangka bisa berbicara dengan lantang dengan paman ini. " ya tuhan apa aku akan di bunuh nya kali ini? oleh paman ini, batin ku.


paman itu berdiri dan mendekati semi, memegang pundak semi dengan tangan kirinya.


" Jadi bocah ini yang mengajukan proposal itu semi???.


iya paman... jawab semi dengan tegas.


" jadi hati mu lemah hanya karna gadis kecil ini semi?? ayolah dari kecil ku ajarkan kamu untuk jadi pria tangguh. Dan begini hasilnya???


Dan untuk mu gadis kecil???...


paman itu pun mendekatiku dan menutup tubuh ku dengan jas nya.


jangan pernah berpakaian seperti ini lagi, karna sangat tidak cocok oleh mu, dan ini semua bukan masalah uang, simpan saja uang mu yang banyak itu gadis kecil.ucap paman itu semari berbisik di telinga ku.


sekarang kamu keluar..., dan pulang lah gadis kecil ucap paman itu lagi.


paman aku mohon ikut lah bersama ku..., bantu mami ku.....


penjaga..... " triak paman itu.


bawa gadis ini keluar dari club ini, jangan biarkan dia masuk lagi kesini.

__ADS_1


Mami membutuhkan psikolog luar biasa seperti kau paman..." bentak ku kepada Paman yang tidak mempunyai hati itu".


Dia hanya melambaikan tangan nya seolah meminta pengawalnya agar cepat membawa ku keluar dari sana, tanpa menatap ku sedikit pun.


paman.... paman.... paman.... bantu aku....


aku tetap berteriak, tidak peduli semua orang yang menatap ku, musik disko di club pun juga jadi hening.denga para pengawal yang menyeret ku dengan hati -hati.


setiba diluar club para pengawal itu meminta maaf kepada ku atas sikap nya.


Maaf kan kami gadis kecil.lebih baik kamu menyerah.kami tidak ingin menyakitimu, jadi kami harap kamu mengerti.


aku hanya bisa terdiam dan tersenyum kecil melihat para pengawal yang meminta maaf kepada ku.


ayolah sira jangan gampang menyerah seperti ini..


kamu pasti bisa meyakinkan paman itu.( batin ku)


lalu ku putuskan untuk berdiri di depan pintu club malam itu.


Tiba - tiba seseorang menarik tangan ku. dan memelukku dengan lekat.


untuk hari ini sudah cukup sira, kamu harus kembali ke hotel untuk istirahat.


ketika kusadari itu adalah sandy, aku membalas pelukannya, dan mengikutinya pulang ke hotel.


1 minggu telah berlalu.., usaha ku yang selalu berdiri di luar club malam tidak mencairkan hati paman itu untuk menuruti permintaan ku.


ku putuskan untuk hari ini, berdiri lebih lama dari hari sebelumnya.


cuaca yang tadinya terang, berubah menjadi gelap.


hujan mulai turun membasahi tubuh ku.


sesekali seperti biasa ku tatap keatas, menatapi jendela kantor paman itu. berharap dia melihat ku dari jendelanya.


" sandy apa kita hanya akan selalu melihat dari sini saja??


hujan nya sudah mulai deras sandy, ucap sarah. akan tetapi sandy tak bergeming sedikitpun. tatapan nya hanya tertuju ke arah sira.


di lokasi Lain.


apa yang kau lihat semi?? tanya paman itu.


Paman apa kau tau?, Di luar hujan deras dan gadis bodoh itu tetap berdiri disana.


Terbuat dari apa hati mu paman???

__ADS_1


bersambung


__ADS_2