Lelaki Bayaran

Lelaki Bayaran
Merasa penasaran


__ADS_3

Setelah berkumpul di ruangan yang sudah disiapkan, acaranya pun begitu ramai karena di hadirin oleh banyaknya yang menghadiri undangan dari kakek Praja.


Tujuan awal memang ada hal yang sudah direncanakan, yakni untuk melakukan perjodohan. Meski awalnya di tentang oleh anak-anaknya kakek Praja, akhirnya karena sebuah sayembara semuanya menyetujuinya.


Bukan hanya kakek Praja, Gea sebagai cucunya sama halnya menggunakan idenya, meski idenya itu hanya menjadi sia-sia.


Bagaimana tidak sia-sia, lelaki yang sudah dibayarnya, tidak tahunya lelaki pilihan kedua orang tuanya. Tentu saja seperti memakan buah simalakama, yang mana kesialan jatuh pada si pemilik rencana.


Karena tidak ada acara yang lebih penting, dan hanya melakukan pertemuan antara keluarga yang satu dengan yang satunya, semua tengah menikmati maka malam, termasuk Raka dan Gea, juga dengan pasangan yang lainnya tengah menikmati makan malamnya. Kemudian, dilanjutkan lagi untuk mengobrol.


Dilain sisi, para orang tua tengah membicarakan obrolannya masing-masing. Begitu juga dengan orang tuanya Alea, kini seperti tengah menghadapi sidang penentuan.


"Loh, kamu." Ucap Randy dan Alea bersamaan, juga saling tunjuk dan menunjuk satu sama lain.


Tentu saja, kedua orang tuanya masing-masing dibuatnya bingung. Baru juga bertemu, tetapi seperti sudah mengenal dekat.


"Kalian berdua sudah saling kenal?" tanya ibunya Alena penasaran pada putrinya.


"Belum sih Ma, cuma tadi gak sengaja Alea menabraknya. Juga, Alea sudah membasahi pakaiannya, soalnya tidak sengaja menabrak karena buru-buru mau pergi ke kamar, itu aja sih Ma." Jawab Alea.


"Oh, kirain udah saling kenal." Ucap ibunya Randy ikutan menimpali.

__ADS_1


"Gak kok Ma, kita baru aja kenal." Timpal Randy ikut bicara.


"Kirain Mama udah kenal, dan ada hubungan khusus. Jadi, kita semua gak perlu repot repot menjodohkan kalian berdua." Ucap ibunya Alea tanpa ada yang harus ditutupi.


"Apa!" teriak keduanya serempak.


"Ya, kalian akan dijodohkan. Keputusan dari kakek Praja sudah tidak bisa diganggu gugat. Dari Gea, Vanes, terus kamu, sudah dijodohkan oleh kakek Praja. Jadi, keputusan ini sudah dil." Ucap ayahnya Alea menjelaskannya pada putrinya.


Alea langsung menoleh pada Randy, lelaki yang terlihat kaku dan juga dingin.


Mau tidak mau, keduanya hanya bisa terima nasibnya masing-masing. Begitu juga dengan Gea, justru dirinya yang merasa merugi karena harus mengeluarkan modal dengan sejumlah uang satu miliar. Kenyatannya, lelaki yang ia beli memang sudah menjadi keputusan kakeknya.


Sama halnya seperti Vanes, yang juga bernasib sama seperti Gea maupun Alea. Bedanya, Vanes mudah menyukainya. Jadi, hubungannya langsung dekat dan saling menyetujui atas perjodohan itu.


Raka yang sudah menghabiskan makan malamnya, tiba-tiba dirinya dikagetkan dengan suara dering pada ponselnya. Karena merasa terganggu dengan suara ponsel yang semakin lama semakin kedengaran keras. Raka langsung bangkit dan berpindah posisi ke tempat yang lebih sunyi.


Gea yang juga sama mendapatkan panggilan lewat ponselnya, ia pun langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Gea maupun Raka sama-sama menerima panggilan masuk.


"Ya ya ya, nanti aku akan datang. Tapi untuk saat ini aku belum bisa, soalnya acaranya pun belum selesai." Ucap Raka lewat sambungan telepon.

__ADS_1


Begitu juga dengan Gea, dirinya pun tidak bisa datang dan memilih menolak. Sebenarnya ingin ikutan kumpul bareng teman-temannya, namun keadaannya tidak memungkinkan. Jadi, mau tidak mau si Gea akhirnya menolak ajakan dari ketiga temannya.


Raka yang sudah selesai bicara, langsung mematikan sambungan telepon. Kemudian, ia kembali untuk kumpul bareng yang lainnya.


Namun, tiba-tiba Raka melihat Gea yang baru saja selesai mengobrol lewat sambungan teleponnya.


"Siapa yang menelpon mu?" tanya Raka penasaran.


Sama halnya dengan Gea, dirinya pun juga penasaran dengan Raka yang sama halnya menerima panggilan telepon.


"Bukan siapa-siapa, temanku yang menghubungi aku, kenapa?"


"Oh kirain pacar mu."


"Dih! pacar, bukannya kamu sendiri yang baru aja ditelpon oleh pacar mu sendiri? cih! seolah olah mengarahkan kepadaku."


"Enak aja main nuduh. Aku mau pulang, mau ikutan sekalian gak kamunya?"


"Tuh kan, kelihatan kalau kamu mau melakukan pertemuan dengan pacarmu, hayo ngaku."


"Terserah kamu, ayo kita pamitan kalau kamu mau ikutan pulang bersamaku." Ucap Raka yang langsung menarik paksa tangannya Gea.

__ADS_1


Gea yang tidak bisa melawan atau memberontak, pun akhirnya pasrah.


__ADS_2