
Ketiga temannya pun merasa heran saat melihat Gea yang justru tersenyum dan tidak ada beban apapun padanya.
"Kok palah senyum gitu sih, Gea?" tanya Landa karena heran.
"Ya ih, kenapa kamu jadi senyum senyum gitu, Gea? kamu tidak lagi kasmaran 'kan? atau jangan-jangan beneran lagi kasmaran nih." Timpal Raya ikut berkomentar.
"Biasalah, Gea kan suka gitu kalau lagi kasmaran. Meski kenyataannya tidak berani mengungkapkan perasaannya sendiri." Kata Veliana ikut angkat bicara.
"Hem. Tidak gitu juga lah, aku ini masih normal. Soal masa bodoh, itu kan memang sudah dari awal ada perjanjian." Jawab Gea sambil berjalan, sedangkan ketiga temannya mengikutinya dari belakang.
Sedangkan di lain tempat, Raka tengah mendengus kesal lantaran harus menghadapi saudara sepupu dari ibunya sendiri. Yakni, yang mana sudah mengenali Gea yang akan menjadi istrinya.
"Woi! bengong aja Lu, mikirin Lisa Lu?"
"Hem. Gak ada yang mikirin Lisa, kenapa?"
__ADS_1
"Gak apa-apa, santai banget sih kamu ini. Oh ya, gimana kalau nanti malam kita bikin acara, kumpul bareng teman-teman di cafe? cari cari pandangan lah, masa iya mau cuma satu wanita."
Raka langsung menoleh dan mendongak, juga langsung menatap temannya.
"Aku mau ke rumah Lisa, jadi gak bisa keknya. Mungkin bisa datang, pun agak kemalaman, gimana?"
"Boleh boleh aja, asal jangan lewat tengah malam aja sih, bisa-bisa kehabisan waktu nanti kitanya."
"Hei Bro! tumben Lu nongol di pojok kampus, biasanya kamu sibuk dengan laptop mu itu." Sapa teman yang satunya.
"Aku lagi males aja, kenapa?"
"Lihat kondisi akunya. Kalau memang waktunya memungkinkan, aku akan datang. Tapi kalau gak ada waktu, aku tidak bisa datang." Jawab Raka.
"Baiklah, nanti kita tunggu kedatangan kamu. Ingat ya, jangan ada yang bawa pasangan. Tau sendiri lah, aku ini jomblo."
__ADS_1
"Huuuu! makanya buruan cari pacar Lu Don, jadi gak kesepian gini kan." Ucap Ervin ikut menimpali.
"Ah, resek kamu ini mah. Lihat tuh statusnya Raka, pacaran tapi ngenes kek jomblo akut." Kata Doni sambil menunjuk ke arah Raka.
"Aih! awas saja kalian semua. Nanti kalau aku langsung nikah, tau rasa kalian bertiga ini." Sahut Raka ikut berkomentar.
"Ok ok ok, kita bakalan tunggu undangan dari kamu. Tenang saja, kalau kamu bisa menikah dalam waktu dekat ini, kita bakalan kasih tiket berbulan madu ke Paris, bagaimana?"
"Awas Lu Fer, lihat aja nanti. Aku bakal tagih janjimu itu, bakal aku tarik tiket darimu."
"Ok, aku lihat kamu bakal nikah atau tidak dalam waktu dekat ini, Bro."
"Sudah sudah sudah, kalian semua itu selalu aja membuat taruhan. Ingat ya, aku gak mau ikut ikutan, karena aku tidak mau membuang uangku dengan sia-sia." Ucap Ervin ikut menimpali, serta tidak mau ikut dalam ajang taruhan.
Bagaimana mau ikut? jelas-jelas dirinya sudah mengetahui jika Raka akan segera menikah dengan perempuan yang satu kampus.
__ADS_1
"Payah kamu Vin, masa gak berani taruhan. Ayolah kita ikutan taruhan, biar seru nih. Sekalian juga, kita bikin panas dingin pada Raka. Apa lagi kita sudah dengar kalau Lisa sudah datang, kita lihat bagaimana reaksinya Raka." Ucap Ferdi.
Raka yang mendengarnya, pun tertawa kecil saat melihat temannya tengah mengadakan taruhan.