Lelaki Bayaran

Lelaki Bayaran
Gagal pertemuan


__ADS_3

Gea maupun Randy sama-sama dibuatnya kaget ketika melihat Raka yang memergokinya.


"Kak-kamu, belum pulang?" tanya Gea sambil menunjuk ke arah Raka dengan jari telunjuknya.


"Tunggu-tunggu, jangan salah paham dulu. Ini hanya sebuah kebetulan saja, ok aku pulang duluan." Ucap Randy yang malas harus berhadapan dengan Raka yang ia tahu jika sepupunya itu orangnya kerasa kepala.


Raka hanya memandanginya dengan tatapan yang tidak suka.


Saat itu juga, Randy langsung bergegas pergi dari hadapan sepupunya.


"Segitu galaknya kah kamu itu di keluarga mu? sampai-sampai saudara sendiri ketakutan gitu, dih." Ucap Gea sambil memandangi ke sembarang arah, tentunya sedikit untuk cuek pada Raka.


Seketika, Raka langsung menarik tengkuk lehernya Gea dan mendekatkan wajahnya sedekat mungkin.


Gea yang merasa risih dan tidak ingin menjadi pusat perhatian orang-orang, sebisa mungkin untuk bisa berlepas diri dari Raka.


"Lepaskan tanganmu ini. Aku tidak bisa bernapas, tau." Ucap Gea sambil melepaskan tangan Raka, berharap bisa menghindarinya.


Raka tidak menghiraukannya dan langsung menggandeng tangannya, serta tak peduli jika harus menarik tangannya sampai didekat mobilnya.


"Masuk, dan jangan berani beraninya kamu membantah ku." Jawab Raka setelah membukakan pintu untuk Gea.


Dengan kesal dan juga terpaksa, Gea akhirnya masuk dan duduk di depan.

__ADS_1


"Kamu tuh kenapa sih, selalu bikin aku kesal. Kamu mau bertemu dengan perempuan lain juga aku gak pernah berkomentar apapun tentangmu. Memangnya kamu pikir aku itu gak melihat kamu kalau sedang ditungguin pacar kamu didekat pintu mobil." Ucap Gea kesal, juga ketus.


"Oh, jadi kamu iri gitu? salah sendiri kamu gak ikutan nyamperin, atau gak marah-marah sama tuh cewek."


"Dih! nyamperin Elu yang sedang melakukan pertemuan dengan pacar Lu, gitu? cih! ogah amat. Kek gak ada kerjaan aja, emangnya aku ini Elu."


"Manggil apaan itu? kamu pikir aku ini teman satu frekuensi sama kamu, jangan panggil dengan sebutan Lu ataupun Gue, gak pantes dan kurang sopan sama calon suami mu sendiri."


Gea langsung melotot saat menatap wajahnya Raka.


Tanpa pikir panjang, Raka langsung mengusap muka Gea dan langsung menancapkan gasnya hingga melaju dengan sangat kencang.


"Woi! gila Lu, jangan ngebut ngebut dong, mau bikin aku jantungan Lu. Aku belum siap ma_ti, tau. Benar-benar gi_la, Lu." Teriak Gea dengan perasaan takut ketika Raka mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Gea yang sedikit ada rasa was-was, berusaha untuk tetap tenang saat Raka mengendarai mobilnya secara ugal-ugalan.


Tidak memakan waktu lama, akhirnya sampai juga didepan rumahnya Gea.


"Turun, sudah sampai." Ucap Raka dan mematikan mesin mobilnya.


Gea yang mendengarnya, pun dirinya dapat bernapas lega ketika dirinya telah sampai di depan rumahnya.


"Maaf, aku tidak mengajakmu mampir. Jadi, cepetan pulang, dan tidurlah dengan nyenyak agar kamu tidak menjadi perusuh." Ucap Gea yang tak lupa menjulurkan lidahnya dengan sengaja meledeknya.

__ADS_1


Raka yang geram dan kesal, memilih untuk bergegas pulang ke rumahnya. Sedangkan Gea sendiri segera masuk ke rumahnya.


Sampai di rumah, Raka langsung berendam agar otaknya sedikit jernih dan tidak terasa penat.


"Gila itu cewek, menikah dengannya tidak bisa aku bayangkan ketika aku bersamanya dalam satu kamar." Gumam Raka sambil melepaskan pakaiannya.


Setelah itu, Raka segera berendam untuk menjernihkan otaknya yang terasa penat dengan segala pikirannya.


Berbeda dengan Gea, justru merasa bebas ketika sudah berada dalam kamarnya. Seperti biasa, Gea selalu menyibukkan diri dengan layar laptopnya untuk bermain dengan akun media sosialnya.


Begitu juga dengan Raka sendiri, tiba-tiba dikagetkan dengan suara ponselnya yang terus berdering. Karena tidak mau berisik, Raka segera meraih ponselnya, dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.


Lisa, nama itu yang muncul di kontak ponselnya. Terima, tidak, terima, tidak. Raka seperti mendapat dilema ketika dirinya mendapat panggilan telepon dari kekasihnya.


"Halo, ada apa?" tanya Raka yang tanpa basa basi.


Lisa yang tengah berada di rumahnya, pun memberanikan diri untuk mengatakannya.


"Maaf ya sayang, sepertinya aku benar-benar gak bisa ketemuan malam ini, soalnya aku ada acara mendadak dengan teman-teman aku. Jadi, ketemuannya besok malam aja ya sayang. Tidak apa-apa, 'kan? soalnya aku gak enak mau menolak ajakan dari teman-teman yang juga baru pulang dari luar negri, bagaimana?"


Dengan alasan yang panjang lebar, Lisa mengatakannya langsung pada Raka.


Sedangkan Raka sendiri yang mendengarnya, pun tidak bisa untuk protes ataupun hal lainnya. Mengalah, ya memang seperti itu sifat keras kepalanya Raka, ada kelemahannya ketika menghadapi perempuan. Namun, tidak tahu juga ketika dirinya disakiti oleh perempuan.

__ADS_1


__ADS_2