
Gea terus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sampai di tempat tujuan, yakni Danau semi.
Gea langsung menoleh pada Raka setelah mematikan mesin mobilnya.
"Sudah sampai, terus?" tanya Gea yang masih menghadap pada suaminya yang saat itu langsung menoleh.
"Turun lah, masa iya mau tidur." Jawab Raka sambil melepaskan sabuk pengaman.
"Dih! biasa aja kali, gak usah sewot gitu." Ucap Gea yang langsung keluar dari mobil.
Saat tengah berada di depan mobil, Gea celingukan memperhatikan di sekitarnya.
Tanpa pikir panjang, Raka langsung menyambar tangan miliknya Gea dan menariknya.
"Woi! lepasin tangan mu." Teriak Gea sambil berlari karena Raka menariknya sambil berlari kecil.
Dengan napasnya yang terengah-engah, Gea langsung membuang napasnya dengan kasar.
"Gila kamu ini, untuk saja aku tidak mempunyai riwayat jantung. Mau ngapain sih kamu kesini segala? gak lagi mau bu_nuh diri 'kan?"
"Nga_co! kamu kalau ngomong. Kamu kira aku ini udah gila beneran, diselingkuhin pacarnya terus bu_nuh diri, gitu kah maksud kamu?"
"Ya sapa tahu aja gitu, cinta monyet kek, cinta ma_ti kek, apa cinta cinta apa gitu."
__ADS_1
"Cih! aku masih waras, emang kamu yang udah gila. Mau maunya cari laki-laki bayaran, trus suruh ngasih bibit unggul."
Gea langsung menoleh dan merubah posisinya yang langsung menghadap pada Raka. Saat itu juga, Gea melotot dan menajamkan pandangannya.
"Aw!" pekik Gea saat mendapat sentilan dari calon suaminya.
"Ayo ikut aku." Ajak Raka kembali menarik tangannya.
"Jalannya pelan-pelan kenapa sih? capek akunya, tau. Mana haus, lagi." Jawab Gea sambil mengikuti Raka yang jalannya begitu gesit.
"Nanti di sana aku pesankan minuman, sekaligus ayam bakar, bebek bakar, atau hati bakar." Kata Raka sambil mempercepat jalannya.
Gea yang susah payah mengimbangi langkah kakinya Raka, pun terengah-engah napasnya.
Gea yang kecapean dan napasnya yang terasa panas, sudah tidak sabar segera minum. Raka yang melihat didekatnya ada air mineral khusus untuk pengunjung, langsung meraihnya. Kemudian, ia berikan kepada Gea.
"Ini, diminum." Ucap Raka menyodorkan satu botol air mineral yang sudah dibuka tutup botol minumnya oleh Raka.
Gea langsung menerimanya, juga meminumnya hingga sisa setengahnya. Cepat kilat Raka menyambar dan menghabiskan minumannya itu.
"Kamu tunggu disini, aku mau pesankan makanan dulu."
"Kita kan baru makan, masa ya mau makan lagi."
__ADS_1
"Energiku sudah terkuras dengan kejadian tadi. Jadi, aku membutuhkan energi untuk menghadapi dirimu yang super cerewet dan suka membuatkan kesal, paham."
Seketika, Gea langsung menelan ludahnya susah payah.
Karena tidak mungkin untuk menolak, akhirnya Gea hanya bisa pasrah dan nurut apa yang diperintahkan oleh calon suaminya.
Sambil menunggu Raka kembali, Gea menyibukkan diri dengan ponselnya agar tidak terasa lama untuk menunggu.
"Wah, foto siapa ini?" tanya Raka setelah menyambar ponsel miliknya Gea.
"Berikan ponselnya padaku, itu bukan milikmu."
Gea terus merebut ponselnya dari Raka dengan susah payah untuk meraihnya. Lebih lagi Raka langsung berdiri dan mengangkat ponselnya ke atas, tentu saja membuat Gea kesulitan untuk merebutnya.
"Kamu resek banget sih, berikan ponselku." Ucap Gea dengan kesal.
Tidak ada henti-hentinya si Gea melompat untuk meraih ponselnya karena tangan Raka begitu tinggi.
Naas, justru bibir miliknya Gea dan Raka saling bertemu. Keduanya seperti saling berci_uman, dan sama-sama membulatkan kedua bola matanya.
"Aaaaa!" teriak Raka dan Gea bersamaan.
Saat itu juga, Raka maupun Gea sama-sama mengusap bi_birnya dengan tangannya masing-masing. Kemudian, keduanya langsung duduk ketempat semula dengan perasaan sama kesalnya.
__ADS_1