
cikrek..., suara seseorang yang membuka pintu kamar ku. Langkah kaki nya mulai mendekati t3mpat tidur ku..., aku berusaha membuka mata, ingin melihat siapa yang datang menghampiriku.akan tetapi setelah meminum obat yang di beri paman sangar tadi,mata ku terlalu berat untuk di buka.
Aku hanya berusaha berfikir positif untuk tidak takut kepada orang yang datang itu, aku mulai bergumam sendiri di dalam hati ku.
" Tenang sira...., ini ruangan rawat yang di sediakan paman, pasti di jaga dengan ketat. Dan tak kan ada yang berani berniat jahat padamu. "batin ku".
orang itu menyentuh kening ku dengan lembut,hingga menyisip kan rambut ku ke belakang daun telinga ku, seketika aku menjadi kalut...,memanggil nama paman sangar di dalam hati.
" sira cepat sembuh" bisikan orang itu di telinga ku,suara nya tidak asing bagi ku, yang tidak lain itu adalah suara Semi.
Diri ku yang penuh ketakutan tadi langsung merasakan kelegaan setelah mengetahui orang itu adalah semi.
semi pun merebahkan badan nya di kasur yang sama dengan ku. aku terheran, dan rasanya ingin mendorong semi akan tetapi,Lagi- lagi aku tidak bisa melawan efek obat.
Semi memutar badannya ke arah ku,samar - samar kulihat dia menatapku dengan mata sendu.
" sira maaf kan aku...." ucap semi kepada diriku yang seolah tertidur lelap di dalam pikirannya.
banyak pertanyaan yang muncul di benak ku, karna ucapan maaf semi.
Dia selalu bicara, tetapi aku mulai tidak mendengar ucapannya. ketika dia meletakkan hensfree di telingaku dengan lagu "Rindu"
Ya! tidur ku sangat nyaman saat itu". Terlelap di pangkuan pria sombong sang penyelamat ku.
🐣🐣🐣
3 jam kemudian...
Seto pun kembali ke ruangan sira, akan tetapi dia melihat sira tertidur lelap di pangkuan semi, dia hanya memandangi mereka dari sofa kamar itu hingga semi dan sira terbangun.
apa tidur kalian nyenyak??? tanya shuhei dengan wajah kesal menatap mereka yg masih setengah sadar ketika membuka mata nya.
paman.... ini bukan seperti yang kau pikirkan, jawaban sira dan semi serentak, dengan gelagapan semi langsung turun dari kasur sira. Dan duduk di kursi kecil sebelah kasur.
__ADS_1
shuhei pun berdiri mendekati mereka.
Dia mulai memeriksa kening sira lagi.
membolak balik telapak tangan nya di kening sira.
kamu sudah lebih baik dari tadi pagi, apa karna kali ini yang menjaga mu adalah semi???
shuhei seto pun melirik ke arah semi.
apa kah paman cemburu, karna aku yang tertidur di samping sira??? "tanya semi dengan cetus.
apa kau cemburu ke pada sira semi? karna aku selalu melihat sira kesini, tetapi tidak mengunjungi mu semalam. karna itu kamu kamu kesini agar aku bisa melihat ke adaan mu yang menyedihkan ini.
Lihat sekarang gips yang terpasang di tangan mu ini.
kamu kira nyawa hanya mainan?
bukan kah paman bilang sandy dan semi baik - baik saja. " otak ku di penuhi pertanyaan yang tak bisa ku dapat kan jawabannya lagi.
paman..... " di tengah perdebatan mereka aku memberanikan diri memanggil paman.
Ada apa sira????
kata semi dan paman serentak.
Maaf kan aku...., tapi bisa kah kalian berhenti berdebat di depan ku,aku masih merasa pusing.
benar kah???
kalau begitu aku akan segera memanggil dokter, ucap paman dan langsung menelepon seseorang.
paman.... aku lapar....
__ADS_1
seketika paman menghentikan panggilannya setelah mendengarkan ucapan ku.
semi dan paman pun langsung tertawa mendengar ucapan sira, di tambah melihat ekspresi sira yang polos ketika bilang lapar.
suasana yang penuh dengan perdebatan tadi jadi pecah dengan tawa.
paman, Semi....
kalian bisa tertawa???
tawa pun terhenti. paman seto langsung memesan delivery. semi pun melakukan tos dengan sira ketika melihat tingkah konyol paman seto yang spontan berhenti tertawa dengan ucapan sira.
setengah jam kemudian makanan datang, kami bertiga makan dengan lahap seolah seperti keluarga yang sedang piknik.
akan tetapi tetap saja, di tengak kesenangan kami ada saja yang mengganggu.
karna hp paman berbunyi lagi.
paman mengangkatnya dan pergi meninggal kan kami. Begitu juga dengan semi.
Maaf sira...., makan yang banyak ya! aku harus mencari tau siapa yang menelfon paman sampai paman panik seperti itu. Dan jangan khawatir paman pasti bisa menyelesai kan nya dengan segera.
apa kamu yakin semi....
ya aku yakin....
karna dia shuhei seto...
Dia paman ku.....
bersambung
.
__ADS_1