
Raka yang tengah mengatur napasnya dan melihat mobil yang sudah ada didepannya masuk ke halaman hotel, Raka pun kembali mengikutinya.
Setelah mobil yang ia ikuti sudah berhenti dan yang ada di dalamnya sudah turun dari mobil, Raka sendiri masih mengatur napasnya. Saat itu juga, Raka segera menghubungi orang suruhannya untuk mengurus semua apa yang akan terjadi nanti.
Raka yang sudah mengumpulkan energinya, dirinya langsung turun.
"Aku ikut," ucap Gea saat melihat Raka hendak membuka pintu mobil.
Raka menoleh.
"Mau ngapain ikut? mau melayaniku?" tanya Raka asal memberi pertanyaan pada Gea.
"Memangnya kamu mau ngapain masuk ke hotel?" tanya Gea tanpa mencerna dulu kalimatnya.
"Mau minta pelayanan darimu, kenapa?"
Gea yang mendengarnya, pun menelan ludahnya dengan susah payah.
"Nga_co kamu," kata Gea dengan raut wajah kesal.
Raka yang sudah tidak sabar untuk membuktikan atas kebenarannya, pun langsung keluar dari mobil dan masuk ke hotel.
Begitu juga dengan Gea, dirinya yang merasa aneh dengan calon suaminya, pun segera turun dari mobil dan mengikutinya dari belakang.
Raka yang sudah masuk ke hotel, langsung meminta izin untuk mendobrak kamar hotel yang ia tuju.
Sebelumnya resepsionis tidak mau memberitahu kamar mana yang dimaksudkan oleh Raka, namun dengan sebuah ancamannya, akhirnya Raka diizinkan untuk mendobrak kamar hotel.
Gea yang tak kalah penasarannya, pun langsung mengejar calon suaminya itu.
__ADS_1
Raka yang sudah naik tik_am, dan amarahnya yang sudah memuncak, tidak peduli jika harus menanggung kerugian besar nantinya. Bagi Raka, bukti lah yang paling utama dari segala apapun.
Sedangkan dalam kamar hotel, rupanya tengah asik bermain pa_nas tanpa adanya ikatan pernikahan.
"Kamu yakin dengan hubungan kita ini, sayang? apa kamu tidak takut kalau Raka mengetahui semuanya?"
"Aku tidak takut dengannya, karena Raka adalah lelaki bodoh yang bisa aku manfaatin." Jawabnya sambil melakukan ritual, bahkan keduanya sudah tidak lagi kain yang menempel pada tub_uhnya masing-masing.
Keduanya bicara sambil menikmati permainannya di atas ran_jang.
Raka yang dapat membuka kamar itu dengan kode yang ia dapatkan, dan dirinya juga dapat mendengarkannya walau samar namun cukup jelas untuk ditangkap dengan indra pendengarannya, pun otaknya terasa mendidih ketika yang dia dengarkan itu memang benar kenyataannya.
Lisa yang dianggapnya setia, rupanya telah berkhianat.
Kedua tangan Raka tengah mengepal kuat dan siap untuk melupakan segala amarahnya. Sedangkan Gea yang ada di belakang calon suaminya, hanya bisa diam dan mengawasinya.
Tanpa Gea sadari juga, rupanya di dekatnya sudah ada polisi dan orang suruhannya Raka.
Pintu pun terbuka dengan lebar saat Raka menendangnya. Benar-benar memalukan apa yang ditunjukkan oleh Lisa bersama laki-laki yang bukan suaminya.
"Tangkap! mereka berdua." Teriak Raka yang memberi kode kepada polisi untuk menangkap keduanya.
"Raka, ini tidak seperti yang kamu lihat." Ucap Lisa sambil menutupi tubuhnya yang polos dengan selimut tebal.
"Pers_etan! dengan ucapan mu, peremp_uan mura_han."
Saat itu juga keduanya segera diamankan dan dibawa ke kantor polisi dengan kondisi yang sangat memalukan.
Raka yang merasa puas karena membuktikannya sendiri, pun langsung keluar dari tempat tersebut. Kemudian, Raka meminta kepada anak buahnya untuk mengurus semuanya, serta kamar hotel yang sudah ia rusak.
__ADS_1
Gea yang melihat kejadian itu, pun benar-benar tidak menyangka jika calon suaminya telah dikhianati oleh pacarnya sendiri.
Dengan kuat, Raka langsung menarik paksa tangan Gea dan mengajaknya untuk pulang.
Saat sudah berada dalam mobil, tiba-tiba Gea merasa takut jika Raka yang menyetir mobilnya.
"Tunggu,"
"Apa lagi? mau bilang, kalau laki-laki itu tidak ada yang setia dan serius, begitu kah maksudnya kamu?"
Gea menggelengkan kepalanya.
"Bukan, bukan itu. Aku cuma mau bilang, biar aku aja yang nyetir mobilnya. Bukan apa-apa, aku hanya tidak melihat orang yang sedang emosi menyetir mobil. Mau bagaimanapun, keselamatan nomor satu." Jawab Gea menjelaskan.
"Terserah kamu, sudah cepetan turun kalau mau menggantikan posisiku. Awas saja kalau kamu belum mahir menyetir mobil, aku tidak mau mati sia-sia karena mu." Ucap Raka sambil menatap calon istrinya.
"Tenang aja, mau jalur kebut atau lambat, pun aku bisa mengatasinya. Baiklah, aku yang akan menyetir mobilnya." Jawab Gea dan bergegas turun dari mobil.
Setelah itu, keduanya saling berganti posisi. Namun, mereka tidak ada yang membuka suara ketika dalam perjalanan pulang.
"Jangan pulang dulu, aku mau mengajak mu ke danau semi." Ucap Raka yang akhirnya membuka suara.
Gea yang masih tengah menyetir mobil, pun langsung menoleh.
"Mau ngapain?" tanya Gea penasaran, tentunya takut akan melakukan sesuatu yang membahayakan, pikirnya.
'Dia ini sedang tidak mau bu_nuh diri, 'kan?' batin Gea asal menebaknya.
"Hei, bengong lagi. Awas tuh nabrak." Ucap Raka membuyarkan lamunan Gea yang entah apa yang sedang ia pikirkan.
__ADS_1
Gea nyengir kuda saat dirinya dikagetkan oleh calon suaminya.