
Ketika acara sudah selesai, Gea dan Raka pamitan untuk pulang.
Selama perjalanan, Gea memilih diam. Namun, tiba-tiba dirinya dibuatnya malu karena perutnya yang tiba-tiba keroncong.
Gea langsung menekan perutnya karena merasa malu. Lebih lagi ada Raka di sebelahnya yang tengah menyetir mobil, tentu saja sangat melakukan, pikir Gea.
"Kamu lapar? baiklah, kita mampir dulu ke restoran. Kita isi dulu perut kita, biar gak berdemo berjilid-jilid." Ledek Raka sambil fokus dengan setirnya.
"Kamu sih, nyetirnya kurang ngebut dikit. Jadi telat makan, 'kan? mana udah mau gelap lagi." Ucap Gea dibuat cemberut, Raka sendiri justru tertawa kecil ketika melihat ekspresinya Gea.
"Nah kan, ketawa."
"Habisnya kamu gemesin, kenapa aku gak kepikiran dari dulu ya, melakukan penelitian cewek unik kek kamu ini."
"Apa-apaan sih, gak lucu, tau."
Dengan sengaja, Gea kembali mengerucutkan bibirnya.
Raka pun memperhatikan Gea begitu lekat. Namun hanya sebentar, lantaran dirinya tengah menyetir mobil.
__ADS_1
'Karena aku baru menyadarinya, jika Gea perempuan yang spesial.' Batin Raka sambil fokus dengan setirnya.
Tidak lama kemudian, akhirnya sampai juga di restoran untuk mengisi perutnya. Setelah itu, kedua segera turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran.
Karena ingin menikmati makan malamnya tanpa ada yang memperhatikan, Raka memilih ruangan privasi sebagai tempat untuk berduaan.
"Kok pakai ruangan privasi sih? kek ada acara apa saja kamu ini."
"Biar nyaman aja kalau ngobrol, biar gak diperhatikan oleh orang-orang. Tentu saja, biar gak ketahuan kalau aku ini sedang menggoda mu."
"Ih, enggak enggak enggak. Kamu jangan macam-macam. Ingat, kita belum menikah." Kata Gea bergidik ngeri saat membayangkan sikap over dari Raka.
Saat sudah berada didalam ruangan tersebut, suasana benar-benar terkesan romantis. Juga dengan sikapnya Raka yang mendadak berubah, tentu saja si Gea menganggapnya aneh.
Setelah beberapa menit kemudian, pelayan pun datang dengan membawakan pesanan yang sudah dipesan.
Gea yang malu juga salah tingkah, pun dibuatnya bingung.
"Kamu kenapa?"
__ADS_1
"Enggak apa-apa, cuman salah ruangan aja keknya. Lihat dong ruangan ini, udah kek pengantin baru aja, geli tau." Jawab Gea yang berusaha untuk tidak grogi.
"Hem. Anggap saja kita sedang latihan menjadi pengantin baru. Maksudnya aku persiapan, ya persiapan."
"Makanannya dihabiskan dulu, habis itu kita langsung pang. Kemudian, tidur dengan nyenyak. Takutnya mimpi kita kepanjangan durasinya." Ucap Gea yang langsung menyuapi mulutnya sendiri.
Raka yang mendengarnya, pun tersenyum ketika melihat sikap Gea yang menurutnya sangat menggemaskan. Baru juga beberapa waktu saling mengenal, tapi keduanya mudah untuk akrab.
Raka yang tidak ingin makanannya berubah menjadi dingin dan hambar, segera menikmatinya bersama Gea.
Cukup lama ketika makan malam, akhirnya habis juga porsinya masing-masing. Setelah itu, Raka mengajaknya untuk pulang selesai membayar tagihan.
"Setelah ini kita mau kemana? mau pulang langsung atau kita nyari tempat hiburan lain, gimana?"
"Keknya pulang aja deh, soalnya badanku terasa capek. Juga, aku ingin istirahat." Jawab Gea sambil berjalan menuju parkiran.
"Seriusan pulang? masih jam delapan ini loh."
"Biarin aja, aku ngantuk banget soalnya. Jugaan nanti kalau pulangnya kelamaan bakal kena omel nanti sama orang tuaku." Jawab Gea yang sebenarnya terasa penat kepalanya.
__ADS_1
"Ya udah kalau kamu maunya pulang, kita pulang kalau gitu." Ucap Raka dan akhirnya pulang ke rumah.