LEO FOR MEGAN.

LEO FOR MEGAN.
Leo Kembali ke London.


__ADS_3

*


*


Sudah hampir dua minggu Megan tinggal di Mansion milik Leo lukanya pun sudah membaik dan selama itu pula Leo yang selalu mengganti perban tak jarang pria itu juga menggendong Megan ketika ingin keluar dari kamar dan perlakuan itu terkadang membuat Megan bingung. Apakah Assisten pribadinya yang dulu juga di perlakukan sama seperti dirinya.


Megan sadar jika perlakuan yang di berikan Leo sangat tidak wajar tapi pria itu selalu berkata tentang dirinya agar cepat sembuh dan penjalankan tugas sebagai asisten pribadinya. Di satu sisi Megan sudah sangat tergantung dengan perlakuan Leo bisa dikatakan jika dirinya sudah terbawa perasaan pada Pria Tampan yang merupakan majikannya itu Megan juga merasa dirinya bukanlah seorang pelayan melainkan seorang kekasih. Mungkin terlalu lama menganggur Membuat otak megan beku hingga berfikir hal yang mustahil itu.


Megan menuruni anak tangga dengan hatii-hati. Wanita itu mengedarkan pandangannya kesegala penjuru Mansio tapi tidak melihat orang yang sedang di carinya. Lalu Megan menuju Dapur dan melihat Mariam sedang membereskan bahan belanjanya. Sepertinya wanita paruh baya itu habis belanja bahan pangan yang habis.


" Bi. Apa bibi tahu dimana Tuan Leo,? Aku tidak melihatnya sejak kemarin Siang." Tanya Megan.


" Oh Tuan Muda Pulang ke London karena ada pekerjaan yang mendadak, Nona." Sahut Bibi Mariam.


" Pulang ke London? Apa bibi tahu sampai kapan beliau berada di sana Bi,?" Tanya Megan.


" Tidak, Nona. Tapi ketika sedang ada pekerjaan yang sangat penting biasanya Tuan Leo membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali apalagi memang London adalah tempat tinggal beliau yang sesungguhnya dan perusahaan induk juga berada disana." Kata Mariam panjang lebar.


Mendengar itu membuat megan semakin murung. Rasanya seperti ada sesuatu yang hilang. Ingin menangis tapi apa yang di tangisi?.

__ADS_1


" Baiklah, Apa bibi butuh bantuan?" Ucap Megan yang mengalihkan pembicaraan.


" Tidak Perlu Nona. Anda baru saja pulih sebaiknya anda jangan banyak bergerak terlebih dahulu. Anda bisa menonton Film di ruang keluarga jika anda merasa bosan." Kata Mariam yang secara tidak langsung menyuruh Megan pergi dari dapur untuk menonton televisi. Mana mungkin Mariam membiarkan Calon Nyonya berada di dapur jika itu terjadi tidak tahu lagi bagaimana marahnya Tuan Mudanya.


" Baiklah. Aku akan menonton saja." Sahut Megan yang tidak mau berdebat dengan urusan sepele karena beberapa hari yang lalu hal serupa juga sudah terjadi saat dirinya ingin membantu pelayan lain ada saja alasan yang mereka buat agar dirinya tidak jadi membantu.


Lalu Megan menyalakan televisi, Megan memilih Flm Romance yang berjudul 365 Days yang menceritakan Seorang Boss Mafia yang menculik seorang wanita yang selalu hadir dalam bayangannya dan memberikan gadis itu waktu selama 365 hari untuk jatuh cinta kepada sang boss mafia itu.


Sebenarnya ada rasa kesal di hati Megan saat mengetahui Leo pergi ke London tak memberitahu walaupun hanya sekedar berpamitan tapi setelah dipikir-pikir apa haknya untuk merasa kesal sedangkan dirinya hanyalah seorang pelayan.


" Seharusnya kau tidak melakukan hal itu pada wanita jika akhirnya akan membuat wanita baper lalu kau meninggalkannya begitu saja setelah kau berhasil membuat baper wanita itu." Ucap Megan geram dengan perlakuan Leo dan tanpa sadar wanita itu berbicara sembari berteriak hingga beberapa pelayan menoleh ke arah Megan.


Megan kaget dan memukul pelan bibirnya yang berteriak tidak tahu tempat itu.


Dengan gelagapan Megan menjawab. " Eh Itu Si Massimo bos Mafia membuat si Laura baper takutnya nanti dia ninggalin Laura pas Laura sudah terjerat dengan rayuannya." Sahut Megan Gelagapan.


" Ahh Sepertinya anda belum melihat Seseon terbarunya ya Nona?, Pada Akhirnya si Laura yang meninggalkan Massimo bersama pria lain dan Film itu selesai dengan pertemuan Massimo dan Laura di pantai ya Film itu berakhir dengan akhir yang menggantung." Ucap Pelayan itu yang sepertinya sangat gemar menonton Film hingga Seseon terbarunya pun sudah dilihatnya.


" Ah Begitukah? Kenapa aku jadi semakin kesal saat mendengar ceritamu?." Sahut Megan.

__ADS_1


" Sebaiknya anda melanjutkan Menonton karena saya, Akan Kembali bekerja." Ucap Pelayan itu yang tidak ingin terlalu dekat dengan Megan karena takut akan membuat kesalahan yang membuat Tuan nya marah.


" Tunggu!!" Ucap Megan menghentikan pelayan yang hendak pergi itu.


" Yy-Ya Nona?


" Kenapa kalian selalu berbicara Formal padaku? Status ku disini juga sebagai seorang pelayan jadi berbicaralah dengan santai padaku." Ucap Megan yang sebenarnya ingin mengatakan ini sejak satu minggu lalu.


Pelayan itu bingung ingin menjawab apa hingga Bibi Mariam yang mendengar itu pun ikut bicara dan memberikan kode ke Pelayan itu untuk segera pergi. Pelayan itu pergi dari sana. Bibi Mariam menatap wanita cantik yang memandang kearahnya dengan penuh tanya itu.


" Nona. Status anda adalah asisten dari Tuan Muda Leo jadi kami harus lebih menghormati anda seperti kami menghormati Asisten tuan lainya yaitu Tuan Arsen dan Tuan Fernandez." Ucap Bibi mariam memberi alasan yang cukup menyakinkan.


" Tapi aku terbebani dengan sikap kalian yang terlihat hati-hati dan Formal kepadaku." Sahut Megan.


" Anda harus terbiasa karena ini adalah aturan Jika kami bekerja di bawah kepemimpinan Tuan Leo. Saya harap nona juga mengerti posisi kami." Lanjut Bibi Mariam yang sebenarnya sudah hilang akal untuk memberikan alasan.


Megan hanya mengangguk pelan tidak bisa juga memaksa mereka untuk bertindak sesuai kemauan dirinya karena itu sudah aturan dari Leo.


...*******...

__ADS_1


__ADS_2