
*
*
" Arsen, Carikan aku sebuah Mansion di Spanyol Sekarang juga dan juga suruh Bibi Mariam dan beberapa pelayan di Mansion ku yang ada di London ke Spanyol." Kata Leo pada Arsen tanpa mengenal waktu sedikit pun.
" Sekarang tengah malam Tuan dimana saya akan mencari Agen Real Estate di tengah malam begini." Jawab Arsen.
" Aku tidak peduli besok lusa Mansion dan pelayan harus siap. Jika tidak kau akan tahu akibatnya." Kata Leo lalu berlalu dari hadapan Arsen menuju area tempat merokok.
" Enak sekali menjadi boss. Dia pikir membeli Mansion seperti membeli permen di supermarket mana memerintah tak kenal waktu lagi!" Gerutu Arsen. Pria itu lalu menghubungi seseorang yang dapat membantunya mencari Mansion dengan cepat walaupun harus membayar lebih banyak tidak masalah asalkan Mansion itu siap sampai batas waktu yang di berikan Tuannya tak hanya itu Arsen juga mengurus keberangkatan beberapa pelayan dan Bibi Mariam.
Bibi Mariam adalah pengasuh yang mengasuh Leo dari kecil karena sedari kecil leo dan saudara kembarnya memiliki masing-masing pengasuh sendiri. Dan Ketika dewasa Leo mengajak serta bibi Mariam untuk tinggal di Mansion yang dibelinya sendiri di Landon ya walaupun Leo jarang pulang ke Mansion itu.
Leo duduk di area taman. pria itu menyilangkan kakinya sembari menghisap cerutunya memandang gelapnya malam. Menempatkan Megan di mansion adalah tujuannya sekarang dan akan memastikan wanita itu nyaman berada disana sampai Wanita itu tidak mau pergi walaupun dirinya yang mengusirnya. Yah wanita itu tidak boleh pergi dari genggamannya bahkan jika dirinya sendiri yang mengusirnya. Leo berharap wanita itu akan tetap bertahan disisinya.
Setelah hampir tiga puluh menit menghabiskan waktunya di taman sembari menghisap cerutu nya Leo kembali ke kamar Rawat Megan.
__ADS_1
" Kau belum tidur Megan?? Kau harus tidur karena ini sudah malam." Kata Leo saat melihat megan masih terjaga.
" Bisakah saya meminjam ponsel anda? Saya harus memberi tahu keadaan saya kepada Ellen." Ucap Megan.
" Siapa Ellen? Apa dia adikmu?
" Dia teman baik saya, Dia pasti khawatir jika saya tidak mengabarinya." Sahut Megan.
Lalu Leo merogoh saku Celananya dan mengambil ponselnya dan memberikan kepada Megan.
Megan memencet nomor telepon Ellen yang sudah tersimpan di kepalanya dan menelfon nya.
" Hallo Ell ini aku Megan. Aku hanya memberitahu mu bahwa aku baik-baik saja dan kurasa aku tidak bisa pulang untuk beberapa hari kedepan tidak perlu khawatir tentang ku." Kata Megan.
" Ah aku sangat khawatir jika terjadi hal buruk padamu tadi. Syukurlah jika kau baik-baik saja." Jawab Ellen yang terdengar lega.
" Hmm jaga dirimu baik-baik, aku sudahi panggilannya karena aku meminjam ponsel seseorang." Kata Megan.
__ADS_1
" Ya kau juga berhati--hatilah dan jangan lupa menelfon ku lagi." Sahut Ellen.
" Hmmm." Lalu Megan mengahiri panggilaanya.
Megan menyerahkan kembali ponsel itu pada Leo. " Terimakasih." Kata Megan.
" Hmm Sekarang tidurlah!" Kata Leo sembari memasukkan ponselnya ke saku celananya.
" Tuan bisa pulang sekarang pasti anda juga lelah dan besok juga harus bekerja." Ucap Megan.
" Aku akan menjagamu disini.
" Saya baik-baik saja Tuan, anda bisa istirahat di ruamah Anda." Kata Megan.
" Mana bisa aku membiarkan mu sendiri di sini. Bagaimana jika kau kabur aku tidak akan mengambil resiko itu." Sanggah Leo lalu merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di ruangan itu.
" Baiklah terserah Tuan saja." Jawab Megan Pasrah.
__ADS_1
" Apa yang kupikirkan aku mengira jika Tuan Leo peduli kepada ku dan Teryata dia hanya takut aku akan kabur??" Batin Megan memukul oelan kepalanya kemudian perlahan menutup matanya.