LEO FOR MEGAN.

LEO FOR MEGAN.
Asisten tidak peka.


__ADS_3

*


*


*


Lima belas menit sudah Megan berada di ruangan itu dengan dokter dan perawat yang mengobati lukanya. Leo berjalan mondar madir di depan pintu tempat Megan dirawat.


" Kenapa mereka lama sekali apa lukanya begitu parah." Guman Leo sembari menggigit ujung kukunya.


" Tuan. Sebaiknya Anda duduk. Nona pasti akan baik-baik saja." Kata Arsen yang berasa pusing sendiri karena Tuan Muda nya terus berjalan kesana kemari sembari menggerutu. Tidakkah boss nya itu merasa kelelahan. Pikir Arsen.


" Bagaimana aku bisa duduk jika wanita itu masih ada didalam dan aku belum tahu keadaannya." Sahut Leo.


" Sejak kapan anda mengenal Nona itu? Saya selalu bersama anda sepanjang waktu tidak mungkin saya tidak mengetahui seseorang yang sedang dekat dengan anda, tapi untuk Nona yang ada didalam saya benar-benar tidak mengenal nya dan Nona itu terlihat sangat berarti untuk anda." Akhirnya Arsen mengatakan hal yang membuatnya penasaran kepada Leo dan rasanya sangat melegakan untuknya.


Saat Leo ingin menjawab apa yang dikatakan Arsen. Leo lebih dulu melihat dokter keluar dari ruang perawatan Megan dan Leo mengurungkan niatnya untuk menjawab Arsen lalu menghampiri Dokter yang berumur sekitar empat puluh tahunan itu.

__ADS_1


" Bagaimana keadaannya??" Tanya Leo pada dokter itu.


" Bagaimana hal seperti ini bisa terjadi?, Ada pecahan kaca yang bahkan menembus tulang betisnya " Kata dokter itu lalu menghela nafas beratnya.


" Setidaknya ada empat bagian di kakinya yang tertancap pecahan untuk sementara Istri anda harus menggunakan kursi roda karena luka yang parah pada kakinya." Lanjut Dokter itu.


" Tapi Istriku masih bisa berjalan kan Dok." Tanya Leo yang tanpa sadar juga menyebut Megan sebagai istrinya.


" What??? I-istri?!" Pekik Arsen yang terkejut lalu segera membekap mulutnya yang tak bisa di ajak kompromi itu.


Dokter menatap bingung kearah Arsen. Apa yang membuat pria itu terkejut?. Pikir dokter itu menatap heran kearah Arsen.


Leo menatap sekilas kearah Arsen dengan tatapan tajam kemudian kembali fokus kearah dokter.


" Istri anda akan bisa berjalan kembali saat lukanya sudah membaik. Anda harus memastikan agar kakinya tidak terkena air saat mandi." Lanjut sang dokter.


" Baik. Apa aku boleh menjenguk nya sekarang." Tanya Leo.

__ADS_1


" Silahkan Tuan, Istri anda masih dalam pengaruh obat bius dan mungkin akan sadar dalam waktu tiga jam kedepan." Ucap Dokter itu membungkuk sopan lalu berlalu dari hadapan Leo dan Asisten-nya yang menurutnya sangat aneh itu.


Leo menatap tajam Arsen setelah dokter itu pergi dari sana. Arsen yang ditatap tak biasa seperti itu merasa merinding.


" Apa kata-kata Istri sangat membuat mu terkejut?!" Bentak Leo.


" Jujur saja Iya, Tuan Muda. Apa benar Nona tadi adalah Istri anda?." Kata Arsen.


Leo menatap tidak suka pada Asistennya yang tidak peka itu. Lalu tanpa menaggapi pertanyaannya Leo memilih masuk keruangan tempat Megan dirawat.


" Diam salah, Bertanya Salah. Terkaget-kaget juga salah. Lantas apa yang membuat ku terlihat benar di mata Tuan Muda? Nasib bawahan sepertiku sangat malang sekali, Harus dituntut mengerti Tuan nya seperti cenayang." Guman Arsen lalu mendudukkan tubuhnya di kursi tunggu rumah sakit dengan Lemas.


" Aku lebih senang jika aku bertukar pekerjaan dengan Fernandez pasti aku jauh lebih leluasa untuk bernafas." Batin Arsen. Yang mengira jika pekerjaan Fernandez jauh lebih ringan dari pada pekerjaan miliknya.


padahal seseorang yang di bicarakan itu saat ini tengah menghadap komputer dengan lingkaran hitam yang tebal di area matanya. Sudah terhitung tiga malam pria itu bergadang untuk mengurus pekerjaan yang seharusnya di selesaikan oleh Tuan Mudanya.


" Lama-lama aku bisa mati muda jika terus bekerja seperti ini!" Teriak frustasi Fernandez lalu letakkan kepalanya di atas meja kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2