
*
*
" Kak I Miss You!" Ucap Cloud dan memeluk kakaknya.
" I Miss you too. Dimana daddy, Cloud?" Tanya Megan.
" Daddy lagi meletakkan makanan di meja makan. Aku heran dengan daddy padahal baru sembuh dari sakitnya tapi begitu aku bilang kakak akan pulang Pria tua itu dengan semangat memasak berbagai hidangan." Sahut Cloud yang terdengar iri karena Daddy-nya tak pernah seperti itu dengannya.
Megan mengacak kasar rambut pria berusia enam belas tahun itu.
" Kenalin Ini Teman kakak namanya Ellen dan Ini Fernandez Asisten Tuan Leo." Ucap Megan memperkenalkan dua orang di belakangnya pada sang adik.
Cloud menatap kedua orang asing itu kemudian menyapa dengan ramah.
" Hai Kak." Ucap Cloud sembari melambaikan tangannya.
Fernandez sedikit menunduk untuk membalas sapaan calon adik ipar boss nya itu.
Sementara Ellen membalas dengan lambaian antuasias. " Hai Cloud kau lebih tampan dari yang ada di foto." Ucap Ellen.
" Thanks kak. Aku sudah sering mendengar hal itu." Sahut Cloud percaya diri.
Ellen berdecak dalam hati setelah tahu betapa narsisnya adik sahabatnya itu.
__ADS_1
Kemudian Cloud mengajak Megan Masuk kedalam rumah begitupun dengan Ellen dan Fernandez.
Keempat orang itu langsung menuju Meja makan Dimana ada seorang pria paruh baya yang sibuk menata berbagai hidangan. Bahkan Megan sampai geleng-geleng kepala karena Daddy-nya memasak seperti akan menjamu banyak orang.
" Dad." Panggil Megan yang membuat pria paruh baya itu menghentikan kegiatannya dan menoleh kearah suara wanita yang sangat dirindukannya itu.
" Putriku kau sudah pulang?" Dan menghampiri putrinya lalu memeluknya.
" Kenapa Lama sekali baru pulang? Daddy sangat merindukan mu." Ucap Pria Bernama Ben Anderson itu.
" Sorry Dad, aku tidak bisa mengambil cuti dan baru sekarang aku bisa mengunjungi mu." Sahut Megan.
" Siapa yang berdiri di belakang mu itu Megan.?
" Ohh ini Teman Megan namanya Ellen dan Fernandez." Sahut Megan.
" Cepat duduklah dan Makan! kalian pasti sudah sangat lapar." Ucap Ben menyuruh semua duduk agar bisa memulai makan.
Semuanya pun duduk dan memulai makan karena memang sangat lapar. Tidak ada obrolan selama proses makan itu semuanya hanya fokus pada makanan masing-masing tapi sesekali Fernandez memuji betapa enaknya masakan calon mertua Tuan Mudanya itu.
" Apakah Anda bekerja sebagai koki, Tuan? Masakan anda sangat enak sekali." Ucap Fernandez Setelah selesai makan.
Ben Terkekeh. dulu aku memiliki restoran kecil-kecilan tapi setelah istriku meninggal dan aku jatuh sakit sekarang aku tidak bekerja lagi dan restoran di tutup." Sahut Ben.
" Pantas saja masakan anda tidak diragukan lagi. Saya sangat berterima kasih sudah di izinkan ikut serta bergabung menikmati makanan ini." Ucap Fernandez.
__ADS_1
" Kau terlalu menyanjung anak muda." Sahut Ben sedikit malu..
Tak berapa lama setelah perbincangan ringan Megan membawa adik dan Daddy-nya ke Villa yang sudah disiapkan Leo.
Setelah menempuh kurang lebih satu jam mobil yang dikendarai Fernandez berhenti di sebuah Villa mewah dengan fasilitas lengkap.
Cloud dan Ellen termasuk Ben memandang takjub tempat itu.
" Oh my god!! Kak rumah siapa ini? Apa kita akan menghabiskan waktu di tempat newah ini?" Tanya Cloud.
" Hmm kita akan tinggal disini selama tiga hari dan kakak akan kembali ke London." Sahut Megan.
" Wow kak. Teryata pacar mu memang sangat kaya raya." Kata Cloud yang masih terkagum-kagum.
Sementara Ben memandang bingung kerah putranya karena memang pria paruh baya itu tidak tahu menahu tentang berita yang memberitakan sang putri tengah mengencani seorang pria kaya raya.
" Pacar apa maksudmu Cloud?" Tanya Ben.
" Kakak memiliki pacar kolongmerat Dad." Celetuk Cloud dan kesekian detik selanjutnya menutup mulutnya dan memandang Megan takut.
" Kau berkencan dengan pria kolongmerat Megan,?" Tanya Ben memandang putrinya tajam.
" Jangan bilang jika biaya rumah sakit dan ruang VVIP daddy satu Minggu yang lalu kekasihmu yang membayarnya?!" Lanjut Ben dengan suara beratnya.
Ellen dan Fernandez terdiam kaku dan canggung karena ini adalah pembicaraan sensitif antara keluarga. Keduanya bahkan mengurangi asupan udara agar tidak terlalu terlihat keberadaannya.
__ADS_1
" Dad. Kita masuk dulu aku akan menjelaskan semuanya didalam." Bujuk Megan.
Ben memandang kedepan dimana ada Ellen dan Fernandez yang sedang ada si balik kemudi lalu Ben mengaguk setuju pada Megan dengan menekan kekecewaannya pada sang putri.