LEO FOR MEGAN.

LEO FOR MEGAN.
Cemburu yang berlebihan.


__ADS_3

*


*


Tidak terasa sudah Dua Bulan lamanya Megan Menjadi asisten pribadi Leo. Selama dua bulan itu hubungannya dengan leo semakin dekat walaupun belum bisa di katakan sebagai kekasih tapi perlakuan Leo pada Megan sudah melebihi sepasang kekasih saja. Megan pun sudah tak mendorong Leo menjauh karena sadar bahwa dirinya juga tertarik dengan boss nya itu.


Megan selalu hati-hati dalam bertindak ketika berada di luar mansion sebisa mungkin Megan menyuruh Leo menyamarkan penampilanya agar tidak di ketahui Publik mengingat bahwa Leo adalah idola sebagai pembalap profesional jadi Megan tak mungkin mengekspos terang-terangan hubungannya. Apalagi saat ini dirinya hanyalah seorang pekerja paruh waktu.


" Baby, sampai kapan kau harus terus mendadani ku seperti ini ketika kita sedang bersama?!" Tanya Leo sedikit kesal dengan Megan yang selalu punya cara untuk menyamarkan penampilan-nya.


" Kita tidak boleh terciduk pararasi kalau sampai itu terjadi aku pasti mendapatkan komentar kebencian dari wanita yang mengagumi mu." Sahut Megan sembari melilitkan Syal miliknya di leher Leo tak Lupa juga kacamata bulat dan topi.


" Perfect! Kau terlihat sangat tampan." Ucap Megan terseyum bangga melihat hasil karyanya.


" Tampan dari mananya? Lihatlah kacamata bulat dan syal ini aku seperti bahan leluconmu, baby!" Leo sedikit menarik syal yang terasa mencekik lehernya itu dengan ekspresi tak berdaya.


" Sudah jangan banyak protes kau sangat tampan bahkan model pun lewat!" Ucap Megan dengan ekspresi serius padahal dalam hati wanita itu menahan tawa melihat penampilan Leo yang mirip seperti pria baik culun.

__ADS_1


Leo pun pasrah dari pada kencanya gagal total lebih baik berpenampilan seperti ini tidak buruk juga. Lalu keduanya berjalan menuju mobil yang sudah ada Arsen yang menunggunya.


" Selamat Sore. Nona dan Tuan Muda." Ucap Arsen membungkuk sopa dan Membukakan pintu mobil untuk keduanya.


" Terimakasih Arsen." Ucap Megan terseyum manis pada tangan kanan Leo itu.


Arsen mengangguk lalu menutup pintu mobil setelah Leo dan Megan masuk kedalam.


Leo mendengus kesal karena Megan memberikan senyum manis pada Arsen.


Begitu Arsen duduk di kursi pengemudi leo dengan kasar menendang kuri itu dari belakang dan menatap tajam Asistennya itu.


" Kau kenapa menendang kursi Arsen seperti itu?." Tanya Megan mendelik kesal dengan tingkah Leo.


" Dia sangat lelet jadi aku menendangnya agar dia segera melajukan mobilnya." Sahut Leo acuh.


" Kau kenapa sih? Jadi Sewot lagi datang bulan ya?!" Ucap Megan yang ikut kesal dengan Leo yang tiba-tiba berbicara acuh padanya.

__ADS_1


Arsen yang melihat itu semakin canggung dan ingin melarikan dari situasi ini jika bisa alhasil Arsen menurunkan pembatas agar tak melihat perdebatan pasangan itu.


" Aku ini seorang pria mana bisa datang bulan." Sahut Leo yang masih acuh.


" Habisnya kau sangat aneh tiba-tiba berubah acuh seperti itu!" Ketus Megan.


" Kau yang membuatku seperti ini. kenapa kau tersenyum manis pada Arsen aku kesal melihat itu!


" Oh god! Jadi kau merajuk karena hal itu?" Tanya Megan.


Leo melengoskan kepalanya sembari melipat tangannya di depan dada.


" Astaga Leo! Hilangkan cemburu mu yang berlebihan itu! Apa yang kulakukan pada Arsen itu adalah bentuk kesopanan saja dan tidak lebih. Kau tahu sendiri kan jika aku ini tidak seperti mu yang sangat kaku jika kau keberatan dengan tindakanku yang beramah tamah kita bisa menghentikan kedekatan kita ini sebelum terlalu dalam." Ucap Megan panjang lebar.


Leo gelagapan dibuatnya kenapa jadi wanita ini yang marah? Bukankah tadi dirinya yang sedang merajuk?. Pikir Leo.


" Baby, Jangan berkata seperti itu aku minta maaf dan mengaku salah jadi jangan akhiri kedekatan kita ya?" Rengek Leo. Pria itu berubah seperti kucing karena keadaan yang berbalik menyerangnya.

__ADS_1


" Turunkan kadar cemburu itu jika ingin hubungan ini berjalan lancar." Kata Megan.


Leo mengangguk dengan patuh.


__ADS_2