LEO FOR MEGAN.

LEO FOR MEGAN.
Kalah Start.


__ADS_3

*


*


Becca menatap Leon lekat lekat. Kini becca sudah sedikit tenang dan berhenti menangis.


" Kita tidak saling mencintai dan juga tidak tahu menahu tentang satu sama lain. Apakah keputusan kita untuk menikah adalah keputusan terbaik?" Tanya Becca kembali ragu setelah beberapa menit yang lalu menerima ajakan menikah dari Leon.


Leon meraih gedua tangan Becca dan mengusapnya lembut. " Mungkin iya saat ini kita tidak saling mencintai tapi jujur saja aku sudah tertarik padamu. Kita bisa saling mengenal dan belajar mencintai setelah menikah. Bukankah lebih seru pacaran setelah menikah,?", Sahut Leon dan mengecupi tangan Becca yang membuat wajah wanita itu memerah karena memang selama ini Becca tidak pernah dekat dengan seorang pria.


" Ehemm.. Oiya dimna Roy,?" Tanya Becca yang mengalihkan perhatian dengan menanyakan putranya yang memang tidak terlihat sejak tadi.


" Bersama Arsen. Aku menyuruh Arsen menjaga Roy karena kita perlu bicara tadi." Sahut Leon.


" Apakah tidak apa,? Roy sangat Aktif aku khawatir Arsen tidak bisa mengatasinya." Ucap Becca yang tidak yakin jika Arsen bisa menjaga Roy karena putranya itu tidak pernah merasa lelah jika suda bermain.


" Tenang saja Arsen sangat bisa di andalkan dan Roy pasti tahu batas wajarnya." Sahut Leon yakin.


Sementara itu dua pria beda usia yang tengah dibicarakan tengah asyik bermain game di ruangan khusus milik Leon di perusahaan. Awalnya Roy memang memaksa ingin pulang untuk bertemu daddy dan Mommynya bahkan Arsen sudah menggunakan berbagai cara untuk merayu bocah itu tapi tidak di gubris. Tapi untungnya otaknya sangat encer hingga dengan mengatakan empat kata yaitu Mommy daddy Membuat adik. Roy langsung menghentikan rengekan nya.

__ADS_1


" Uncle, ini sudah tiga jam sejak daddy meninggalkan ku disini untuk membuat adik apa daddy dan mommy sudah berhasil membuatnya,?" Tanya Roy menoleh kearah Arsen dengan tangan yang masih memegang remot game.


Arsen menggaruk ujung hidungnya yang tidak gatal. " Sepertinya belum. Daddy pasti menjemput Roy jika sudah behasil membuatnya." Sahut Arsen asal.


" Tapi Uncle ini sudah tiga jam loh. TIGA jam masak belum jadi jadi." Kata Roy yang mulai kesal sembari mengangkat tiga jarinya di depan wajah Arsen.


Arsen mengacak puncak kepala Roy. Gemas dengan tingkah bocah kecil yang teryata anak dari adik bos besarnya itu.


" Roy ingin adik kan?


Roy menganguk semangat.


" Baiklah demi adik Roy akan bersikap baik hari ini." Sahut Roy patuh dan kembali memainkan game bersama Arsen yang kini mengusap dadanya lega.


*


" Kau serius?! Astaga aku yang menikah duluan kenapa jadi kau yang memiliki anak duluan." Kata Leo di seberang sana terkejut dengan cerita Leon Bahwa Roy adalah putra Leon dan bagaimana kronologi Leon bisa memiliki putra. Leo juga kesal karena dirinya kalah start dari adiknya.


" Aku sendiri merasa ini tidak nyata kak. Aku akan segera menikahi ibu dari putraku, aku akan segera kembali dalam waktu dekat itulah aku menelfonmu karena aku tidak bisa lama-lama mengawasi proyek." Jelas Leon.

__ADS_1


" Proyek sudah berjalan hampir lima puluh persen. Kita cukup menaruh bawahan ku yang paling bisa diandalkan untuk mengawasi disana." Sahut Leo.


" Ngomong-ngomong apa kau sudah memberitahu Mom and Dad tentang putramu dan ibunya,?" Tanya Leo.


" Aku pernah cerita pada Daddy tapi tidak dengan Mom. Tapi aku juga belum memberitahu daddy jika Roy adalah anak kandung ku. Aku berencana setelah ini akan menelfon Daddy." Jawab Leon.


" Kau yakin ingin menikahiinya,? Padahal kau bisa saja hanya bertanggung jawab pada putramu tanpa harus menikah jika kau tidak mencintainya." Kata Leo.


" Kak. Aku----


" Ingat Leon Jangan mempermainkan sebuah pernikahan. Jika kau terlalu memaksakan diri wanita itu akan sakit untuk kedua kalinya nantinya." Lanjut Leo mewanti-wanti adiknya.


" Aku memang belum mencintainya tapi aku sudah tertarik padanya dan akan mulai mencintainya aku juga tidak akan mempermainkan sebuah pernikahan." Kata Leon jujur.


" Jika kau sudah memutuskan kau harus konsisten dan bertanggung jawab akan keputusan mu dan jangan menjadi pria brengsek pengecut." Kata Leo lagi.


" Ya. kakak bisa pegang kata kataku." Jawab Leon tegas.


" Baiklah. Ya sudah aku ingin tidur entah kenapa akhir-akhir ini aku begitu mengantuk saat masih sore hari." Kata Leo mengahiri telepon untuk tidur. Karena entah beberapa hari ini pria yang sedang berbulan madu itu menjadi sedikit pemalas dan gampang mengantuk.

__ADS_1


Setelah mengahiri teleponnya Leon pun teringat akan Roy yang masih bersama Arsen. Leon pun pergi menjemput putranya Setelah berpamitan dengan Becca.


__ADS_2