
*
*
Kini megan dan Ben sedang duduk saling berhadapan di ruang tamu besar Villa itu. Sedangkan Ellen maupun Cloud tidak ingin ikut campur pembicaraan itu dan memilih mengelilingi Villa mewah itu.
" Jelaskan apa kau terpaksa berkencan dengan kolongmerat tua demi Daddy?" Tanya Ben yang mengira jika pria kolongmerat yang di maksud Cloud adalah semacam sugar Daddy.
Megan mendelik dengan perkataan Ben.
Apa Daddy-nya berfikir jika aku sedang menjadi simpanan pria buncit? Oh itu terlalu jauh. Daddy tidak tahu saja jika kekasihya adalah pria yang sangat tampan muda dan tentu saja tidak buncit. Pikir Megan.
" Dad kau salah paham. Aku mencintainya begitupun sebaliknya." Sahut Megan.
" Tapi tidak dengan pria tua Megan!" Kata Ben.
" Dad dia tidak tua sama sekali bahkan dia memiliki perut eight pack." Kata Megan dan mengangkat delapan jarinya di depan sang daddy.
" Dan tentunya juga sangat tampan." Lanjutnya.
" Kau pikir bisa membohongi daddy,? Mana ada pria seperti itu seorang kolongmerat pula mau bersama wanita sepertimu!" Kata Ben dengan suara meninggi.
__ADS_1
bukan maksud untuk merendahkan kualifikasi putrinya tapi mana ada seorang pria sesempurna yang digambarkan putrinya itu mau dengan Megan wanita biasa dengan latar belakang keluarga yang sederhana dan tidak berpendidikan tinggi ya walaupun Megan sangat cantik tapi masih banyak gadis cantik dari keluarga terpandang kenapa juga pria kaya itu mau dengan Megan dan itu sangat tidak mungkin.
" Oh my god!! Daddy meremehkan kemampuan ku kalau begitu. Aku cantik dan tentu saja kekasih ku yang super tampan itu memilihku karena itu ditambah dengan kepribadianku dan tentunya karena dia mencintaiku." Kata Megan dengan menggebu.
" Kalau daddy tidak percaya lihat saja ini!" Lanjut megan memperlihatkan foto Leo dan dirinya yang ada di ponsel.
Ben merebut ponsel itu lalu terus menggeser dan terlihatlah beberapa foto putrinya bersama pria tampan dan mereka tampak terlihat serasi dan saling mencintai.
" Bagaimana daddy percaya kan sekarang?"
Ben meletakkan ponsel Megan di atas Meja dan memandang putrinya itu dengan wajah yang begitu serius.
" Tapi orang tua Leo tidak seperti itu Dad. Tidak semua kolongmerat akan berfikiran seperti itu." Sahut Megan menyakinkan Daddy-nya.
" Apa kau selalu meminta ini dan itu padanya?" Tanya Ben.
Megan menggeleng. " Aku tidak. dia sendiri yang memaksa memberikan semua yang kubutuhkan termasuk membiayai ruamah sakit daddy." Jawab Megan jujur.
Karena memang dirinya tak pernah meminta pada Leo terlebih dulu tapi pria itu terlalu peka hingga memberikan semua kebutuhannya tanpa dirinya yang memintanya tak jarang dirinya juga menolaknya tapi pria itu terus bersikeras dan akan merajuk jika dirinya tak menurut.
" Termasuk mengizinkan kita tinggal di Villa ini,?" Tanya Ben.
__ADS_1
Megan mengagguk. " Jangan salah paham Dad, aku tidak memintanya juga dia yang berinisiatif sendiri sungguh aku tidak berbohong." Ucap Megan dengan cepat takut akan terkena semprot lagi.
" Daddy tidak bisa memintamu untuk berpisah dengannya kan? Kau pasti tidak mau menuruti keinginan daddy bukan,?" Kata Ben.
Megan Menatap Daddy-nya dengan waspada. " Dad aku mencintainya begitupun sebaliknya aku tidak mau berpisah dengan Leo." Kata Megan pada akhirnya.
Ben menganguk. " Baik daddy akan membiarkan mu berkencan dengannya."
" Dad. Kau serius? Thank you dad. Aku mencintaimu." Kata Megan dan memeluk Daddy-nya.
" Jangan kesenangan dulu. Daddy akan membiarkan mu berkencan dengannya tapi jangan terlalu tergantung dengannya. Kau tahu maksud daddy bukan?" Kata Ben melepaskan pelukannya dan menangkup pipi putrinya.
Megan segera mengangguk. " Ya aku akan berdiri dengan kaki ku sendiri mulai sekarang." Jawab Megan.
Megan tahu maksud Daddy-nya. Daddy-nya itu mungkin tidak ingin dirinya tergantung sepenuhnya dengan Leo yang notabene nya adalah pria kaya. Mungkin daddy nya takut jika Putrinya di cap sebagai wanita yang bisanya hanya memanfaatkan Leo saja dan Megan sangat mengerti itu karena itulah fakta yang dipikirkan banyak orang.
" Tentu saja dengan kakimu Sendiri. Memangnya sebelum ini kau berdiri menggunakan kaki Leo?" Sahut Ben menanggapi perkataan Megan yang langsung memecah suasana serius itu.
" DAD!!!
" Daddy bercanda sayang." Sahut Ben Terkekeh pelan.
__ADS_1