
*
*
*
Dua hari sudah Megan dirawat dirumah sakit dengan ditemani Leo, dan Dokter sudah mengzinkan Megan pulang dengan satu syarat perban harus di ganti Pagi dan Malam karena luka yang dialami Megan cukup parah.
"Bagaimana semua sudah siap kan,?" Tanya Leo pada Arsen.
" Semua sudah Beres. Sesuai perintah anda, Tuan. Bibi Mariam dan yang lainnya juga sudah sampai sedari kemarin." Jawab Arsen.
" Cepat juga kerjamu tidak rugi aku membayar gajimu begitu mahal." Kata Leo.
Arsen membungkukan badannya Sopan seraya membuka pintu mobil untuk Tuan-nya dan Calon Nonanya.
" Cih. Gaji yang Anda berikan sepadan dengan pekerjaan yang Anda berikan pada saya, Tuan Muda." Batin Arsen berdecih.
Ya mendapatkan gaji tinggi tentu pekerjaan yang dilakukannya juga berat. Contohnya semua permintaan dan perintah dari Tuan nya harus di turuti dan jalankan tanpa mengenal waktu.
Lalu Arsen duduk di balik kemudi dan melajukan mobilnya ke sebuah Mansion yang di beli dengan harga yang jauh lebih mahal itu.
Setelah empat puluh menit perjalanan akhirnya mobil itu sampai di sebuah Mansion megah.
Megan memandangi bangunan itu dengan penuh kekaguman. Tapi tunggu, jika dirinya akan tinggal di rumah yang begitu besar ini bagaimana bisa dirinya membersihkan seluruh isi bangunan besar ini sendirian?. Pikir Megan.
__ADS_1
" Tuan, apa ini benar tempat tinggal anda?.
" Ya. Kau juga akan tinggal disini sebagai asisten pribadi ku." Sahut Leo.
" Tapi bagaimana saya bisa membersihkan seluruh rumah yang begitu besar ini sendirian? Bahkan ini tidak pantas di sebut Rumah. Ini seperti hotel." Ucap Megan tak percaya dengan jawaban santai Leo.
" Tunggu sepertinya kau sedang salah paham, tidak ada yang menyuruhmu membersihkan Mansion ini, Megan." Sahut Leo.
" Saya kan asisten Tuan. Jadi bukankah membersihkan rumah anda adalah tugas saya juga,?"
" Kau adalah asisten ku jadi tugasmu hanya melayani ku tidak untuk yang lain. Masalah bersih-bersih Mansion itu adalah tugas seorang pelayan. Apa kau mengerti?," Kata Leo tegas.
" Saya mengerti, Tuan." Jawab Megan.
" Bagus, sekarang aku akan membantumu masuk kedalam." Kata Leo. Lalu pria itu turun terlebih dahulu dari mobil dan ingin mengangkat Megan.
" Itu terlalu ribet dan aku tidak suka dengan hal yang gampang di bikin susah!" Sahut Leo lalu mengangkat tubuh Megan untuk dibawa masuk kedalam Mansion.
" Tapi bukankah lebih ribet jika anda mengangkat saya seperti ini,?
" Bagiku menggendongmu jauh lebih gampang!" Sahut Leo dan Megan tak menjawab lagi ucapan Leo.
" Lebih Menguntungkan juga tentunya." Lanjut Leo dalam hati.
Sesampainya di dalam Mansion Leo disambut sopan oleh para pelayan.
__ADS_1
" Tuan Muda." Ucap Bibi Mariam Begitu melihat Tuan nya tiba di Mansion dengan membawa seorang wanita di gendonganya.
" Bibi pasti sudah di beritahu Arsen apa yang harus bibi lakukan kan?," Tanya Leo.
" Ya. Tuan Arsen sudah memberitahu tugas saya." Sahut mariam.
" Bagus. Dan beritahu pelayan cara bersikap terhadap nya." Lanjut Leo lalu berlalu dari hadapan para pelayan untuk membawa Megan ke kamar.
" Baik. Tuan Muda." Jawab Mariam yang masih di dengar Leo.
Megan mendengarkan pembicaraan itu dengan alis yang mengkerut bingung dengan cara bicara keduanya yang sulit untuk di mengerti itu.
" Kalian Semua. Wanita yang baru saja kalian lihat adalah calon nyonya masa depan kalian beliau bernama Megan Anneliese Anderson dan kalian cukup memanggilnya dengan Nona Megan. Perlakukan Beliau dengan baik tapi jangan sampai beliau tahu jika dia sudah ditandai Tuan Muda sebagai calon nyonya. Apa kalian paham dengan yang ku maksud?" Kata Mariam dengan tegas.
" Ya. Kami paham." Jawab para pelayan dengan serempak.
" Bagus, jika ada dari kaian yang bertindak tidak sopan atau keceplosan berbicara. Kalian tidak akan lolos dari Tuan Muda, Kalian paham!" Lanjut Mariam lagi.
" Ya. Dimengerti." Jawab pelayan dengan lantang.
" Sekarang kalian bisa kembali bekerja!" Kata Mariam.
Para pelayan pun satu persatu Kembali ke pekerjaannya masing-masing. Walaupun di pikiran mereka penuh dengan pertanyaan kenapa harus merahasiakan semuanya dari Nona Megan? Tapi rasa penasaran itu tidak mungkin di Ucapkan dari bibir mereka karena mereka tahu batasan sebagai seorang pelayan.
__ADS_1