
*
*
Saat ini Becca disibukkan dengan memasak di dapur.
" Masak apa,?" Tanya Leon dengan tiba-tiba memeluk Becca dari belakang.
Becca tersentak tapi tidak menolak pelukan dari Leon. Mereka sudah sepakat untuk menikah jadi hal hal yang seperti ini harus dibiasakan.
" Cumi asam manis, tunggulah di meja makan aku akan menyelesaikannya dengan cepat." Sahut Becca mengelus tangan Leon yang ada diperutnya.
Leon menggeleng tak ingin bergerak dari posisinya saat ini. Memeluk Becca dengan posisi itu membuatnya nyaman.
" Jangan seperti ini aku tidak bisa bergerak bebas jika kau bergelandotan seperti ini." Kata Becca mencoba membujuk.
" Aku suka harum mu, Membuat ku nyaman sekali." Kata Leon menghirup orama segar di leher Becca yang membuat Becca memegang.
" Leon. Jangan seperti ini kau membuat ku geli dan bagaimana jika Roy melihatnya." Kata Becca lagi.
" Roy sedang tidur karena kecapean bermain jadi kita aman melakukan apapun. Apalagi hanya sekedar meneluk seperti ini, Honey." Sahut Leon yang memanggil Becca menggunakan panggilan sayang untuk pertama kalinya dan itu sukses membuat dada Becca berdebar kencang.
__ADS_1
Leon lalu melepaskan pelukannya dan mencuri kecupan di pipi Becca. " Baiklah aku akan menunggu di meja makan. Honey." Bisik Leon lalu pergi dengan senyum samar di wajah tampannya.
Becca meremas dadanya yang semakin berdebar setelah mendapatkan Ciuman dipipinya.
" Kenapa dia menjadi sangat agresif sekali?, Apakah gayanya menjalin hubungan selama ini seperti ini,? Oh god!! Apa yang kau pikirkan Becca jikalau itu benar itu hak nya itu kan hanya masa lalunya saja." Guman Becca menepuk kedua pipinya.
"Tapi ngomong-ngomong kenapa aku langsung setuju untuk menikah dengannya,? Bagaimana jika dia sudah memiliki seorang kekasih,? Ah sudahlah aku tanyakan saja itu nanti." Ucap Becca dan kembali fokus memasak.
*
Leon mengunci ruang kerjanya karena Becca ingin berbicara serius hanya untuk berjaga agar Roy tidak masuk keruangan itu tengah pembicaraan mereka.
" Leon, kita akan menikah Right,?" Tanya Becca.
" Kau tidak memiliki kekasih bukan? Maksud ku kau tidak sedang menjalin hubungan dengan wanita lain sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah dengan ku kan,?" Kata Becca.
" Aku tidak memiliki kekasih lebih tepatnya kau adalah wanita pertama dalam hidupku." Sahut Leon jujur.
" Apa,? Impossible. Jangan berbohong pria seperti mu tidak mungkin jomblo sejak lahir kan?!" Kata Becca menutup mulutnya karena terlalu shock dengan jawaban Leon yang menurutnya saangat mustahil.
" Aku memang pria keren. Tampan dan kaya raya banyak yang ingin menjadi kekasihku tapi tidak ada satu wanita pun yang menarik perhatian ku sebelumnya. Kau sangat beruntung mendapatkan pria seperti ku, Honey," Sahut Leon menyugar rambutnya kebelakang narsis.
__ADS_1
" Ck. Kau terlalu narsis Tuan." Decak Becca memutar matanya jengah.
" Hey aku tidak narsis aku berbicara Fakta, Hon. Coba lihat baik-baik wajah calon suami mu ini!," Kata Leon menangkup wajah Becca agar melihat wajahnya.
Mata Becca berkedip kedip menatap wajah Leon yang tanpa cela itu. Jujur Leon memang sangat tampan mata abu-abu yang mempesona bulu halus yang tumbuh dirahangnya menambah kesan macho dan maskulin tanpa sadar tangan Becca mengusap rahang Leon dengan lembut hingga membuat sang empunya tersenyum lebar.
" Tampan kan?" Kata Leon Tersenyum miring menyadarkan Becca dari pesona Leon.
" Biasa Saja masih sangat tampan Roy." Elak Becca mendorong wajah pria itu agar sedikit menjauh.
Leon Terkekeh " Ketampanan Roy masih tertutup imutnya baby, kalau ketampanan ku sudah keluar dan hot bisa bikin bergairah juga." Kata Leon menaik turunkan Alisnya menggoda Becca.
" Kau!.. kenapa kau menjadi mesum begini?!" Ucap Becca menatap horor Leon.
" Karena kita akan menikah jadi tidak apa aku bersikap mesum toh dengan calon istriku sendiri." Jawab Leon acuh dan.
Cup....
" LEON!!!!..." Teriak Becca pada Leon yang sudah berlari keluar...
" Ciuman selamat malam, baby." Teriak Leon disertai tawa.
__ADS_1
" Pria itu seperti bukan Leon yang ku kenal beberapa hari yang lalu." Lirih Becca lalu menyetuh bibirnya.