
*
*
Megan keluar dari kamar mandi dengan perasaan yang teramat kesal dengan perbuatan tak senonoh Leo. Pria itu sungguh tidak punya malu sampai menunjukkan barang keramatnya pada wanita yang bahkan bukan pacar atau Istrinya.
" hentikan ekspresi kesalmu itu baby." Kata Leo yang dengan tak tahu malu memanggil megan dengan sebutan baby. Pria itu mengatakan panggilan sayang itu secara luwes seperti sudah memanggil megan dengan sebutan itu bertahun-tahun.
" Aku marah padamu kau terlalu mesum dan cabul!! Aku tidak mau bekerja lagi denganmu!" Sahut Megan marah.
Leo justru tertawa mendengar perkataan Megan dan itu membuat megan semakin kesal dengan pria tampan itu. Leo justru senang karena Megan berbicara badas kepandanya tidak lagi menggunakan kata anda saya dan sebagainya, teryata kejahilannya di kamar mandi menjadi berkah tersendiri.
" Itu bagus baby, kau tidak perlu bekerja lagi untuk ku. Cukup dengan menjadi kekasihku saja." Ucap Leo terseyum menggoda.
" Aku sedang serius!!" Bentak Megan dengan dada naik turun menahan kesal.
__ADS_1
" Aku juga serius." Sahut Leo.
" Dasar boss tidak waras!" Kata Megan lalu melenggang pergi dari kamar leo.
Brakk!!!
Megan membanting pintu dengan sangat keras sebagai pelampiasan kekesalannya.
" Ohh wanitaku jika sedang merajuk seram juga." Guman Leo mengusap dadanya.
" Jantungku selalu tidak aman jika berdekatan dengannya." lirih Megan lalu berjalan kearah kamarnya.
Sejujurnya saat Leo berkata menginginkan dirinya menjadi kekasih pra itu dadanya berdebar kencang. Padahal jelas-jelas pria itu berbicara seperti sebuah lelucon tapi Megan memang merasakan debaran aneh.
" Ck. Aku seperti wanita yang mudah jatuh cinta saja. Padahal selama dua puluh dua tahun ini aku tak pernah jatuh cinta tapi kenapa saat mengenal Leo pria itu mudah sekali Membuat ku terjerat pesonanya dalam waktu kurang dari satu bulan lamanya." Ucap Megan saat sudah berada di dalam kamarnya.
__ADS_1
Megan lalu membersihkan diri. Beberapa saat kemudian wanita itu sudah selesai mandi dan mengenakan gaun tidurnya dengan rambut yang di cepol. Megan mengambil ponselnya dan menghubungi adik laki-lakinya sudah terhitung lama sejak insiden di pesta itu Megan belum menghubungi Daddy dan adiknya itu.
" Hallo kak, Kenapa Kakak baru menghubungi kami tidakah kau tahu jika daddy sangat menguatirkan mu?!" Tanya seorang laki-laki dari seberang telepon dengan suara yang terdengar sangat khawatir.
" Maafkan kakak. Ada inseden kecil dan handphone kakak ketinggalan di locker tempat kaka bekerja jadi kakak tidak bisa menghubungimu." Sahut Megan yang merasa bersalah karena membuat Daddy-nya yang mang sering sakit itu khawatir.
" Insiden tapi kakak baik-baik saja kan?" Tanya pria remaja bernama Cloud itu.
" Aku baik-baik saja. Bilang ke daddy tidak perlu khawatir. Kakka tutup dulu teleponnya karena besok kakak haris bekerja. Jaga daddy dengan baik dan telepon kakak Jika terjadi sesuatu." Ucap Megan.
" Iya kak. Kakak hati-hati di sana ya,"
" Siap adik kecil. Bye" Ucap Megan lalu memutuskan sambungan telepon setelah Cloud menjawab salamnya.
Megan lalu merebahkan tubuhnya di ranjang dan menatap langit-langit kamarnya. Seketika bayangan saat di kamar mandi terlintas jelas di ingatannya. Bentuknya yang diluar nalar membuat Megan bergedik ngeri.
__ADS_1
Megan menepuk kedua pipinya yang memanas agar tidak memikirkan hal itu terus. " Apa yang kupikirkan kenapa aku seperti wanita cabul,? Belalai gajah itu seperti terus menari-nari di atas kepala ku." Ucap Megan Frustasi dan menekan bantal pada kepalanya.