LEO FOR MEGAN.

LEO FOR MEGAN.
Apa mungkin bocah ini anak Daddy Kendrick?


__ADS_3

*


*


*


Begitu sampai tak jauh dari meja makan tiba-tiba Arsen menghentikan langkahnya dengan mulut terbuka lebar saat melihat tingkah Leon yang tak pernah dilihatnya. Bagaimana tidak jika Seorang Ceo yang memimpin perusahaan Jacob Company menggantikan sang daddy itu itu bertingkah kekanakan jauh dari sifat yang biasanya pria itu tunjukkan.


" Daddy! Roy sudah bilang tunggu mommy kembali!" Ucap Roy sembari menepis tangan Leon yang akan menyomot sepotong paha ayam.


" Daddy lapar Roy. Tidak bisakah kita makan duluan." Sahut Leon menyembunyikan tangan yang ditepis putranya di bawah meja dengan wajah masam.


" Tidak bisa daddy. Kita harus makan secara bersamaan dan saling menghargai." Kata Roy yang bersikap sok paling bijak.


" Ya. baik tuan saya mengerti mari kita menunggu Mommy anda." Jawab Leon bersikap seperti Roy adalah pria dewasa yang sedang berceramah.


" Good Daddy." Ucap Roy menepuk kepala Leon dengan lembut. Leon yang diperlukan seperti itu entah kenapa hatinya menghangat.


" Apakah seperti ini rasanya menjadi seorang daddy. Merasa hangat saat mendapatkan pujian dari anaknya?." Batin Leon menoleh kesamping memandang wajah mungil yang sedang tersenyum sembari memberi tepukan lembut di kepalanya. Wajah yang semakin dilihat semakin mirip dengan sang daddy Kendrick Dan mata yang mirip seperti dirinya dan kembarannya.


Tiba-tiba fikiran buruk terlintas di kepalanya apa mungkin bocah ini adalah anak dari daddynya atau bahkan anak dari saudara kembarnya tapi Leon segera menghilangkan pikiran tak baik itu. Mana mungkin sang daddy yang begitu mencintai Mommynya tega mendua ke daun muda.


" Impossible." Guman lirih Leon tanpa sadar.

__ADS_1


" Ya dad? Daddy bicara apa?" Tanya Roy yang tak begitu mendengar gumaman daddynya.


" Ah tidak. Daddy bilang sudah sangat lapar." Elak Leon.


" Sabar dad." Ucap Roy mencoba menghibur.


" Wow Semua makanan ini kelihatan enak sekali." Ucap Arsen yang sudah mendekat Setelah beberapa saat melihat interaksi Roy dan Leon dari jarak yang sedikit jauh.


" Uncle Arsen! Apa Uncle juga ikut makan malam?" Tanya Roy begitu senang saat melihat Arsen.


" Ya bolehkan jika Uncle bergabung?" Tanya Arsen menarik kursi kosong di seberang Tuan Leon nya.


" Boleh!


" Tidak!


" Kenapa tidak boleh? Mommy memasak sangat banyak jadi tidak masalah jika Uncle Arsen bergabung. Dad, Mommy selalu bilang jika kita tidak boleh pelit!" Ucap Roy pada Leon.


Mendapatkan ceramahan dari Roy Membuat Leon tersentil malu iya kali dirinya di ceramahi seorang bocah.


" Baiklah. Ku izinkan kau bergabung." Kata Leon pada Rendra tapi karena gengsi Leon sama sekali tak melihat asisten sementaranya itu Leon lebih memilih membuang muka.


" Terimakasih Boss sudah berbaik hati." Sahut Arsen kemudian duduk dengan perasaan bahagia karena mendapatkan makanan gratis ala rumahan yang sudah lama tak dinikmatinya.

__ADS_1


" Loh kenapa kalian belum mulai?" Tanya Becca yang baru saja kembali setelah menyimpan paper bag dari Arsen di kamar tamu yang ada di apartemen milik Leon.


" Putramu menyuruh kita untuk menunggu Mommynya." Sahut Leon jujur.


" Ah maaf kalau begitu sudah membuat kalian menunggu. Kalian boleh mulai makan." Kata Rebecca mempersilahkan dua pria dewasa itu untuk segera makan.


Rebecca menarik kursi di sebelah rendra karena hanya itulah kursi yang tersedia. Wanita itu mengambilkan makanan yang tidak pedas untuk putranya tanpa menghiraukan tatapan dari dua pria yang saat ini mengamati gerak-geriknya.


Leon dan Arsen bukannya mengisi piringnya masing-masing dengan makanan justru memperhatikan ibu muda yang sedang sibuk memilih Makanan untuk putranya.


" Thank you mom." Ucap Roy saat Rebecca meletakkan piring yang sudah penuh untuknya.


" Makan dengan pelan dan harus habis." Kata Becca lembut tak Lupa mengusap kepala putranya juga.


Roy mengagguk dan mulai menyantap masakan ibunya.


Becca kembali duduk di tempatnya.


" Kalian tak makan? Apa perlu ku ambilkan untuk kalian berdua?" Tawar Becca saat Leon dan Arsen hanya diam dengan piring yang masih kosong di depannya.


" Tidak Nona saya akan mengambil sendiri." Sahut Rendra cepat lalu mengisi piringnya dengan secepat kilat.


Tapi tidak dengan Leon yang dengan santainya melipat tangannya di depan dada.

__ADS_1


" Aku mau kau yang mengambilkan!" Kata Leon.


" Ya,?" Tanya Rebecca dan Rendra secara bersamaan.


__ADS_2