
*
*
Leo duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang rumah sakit tempat Megan berbaring. Pria itu mengusap lembut punggung tangan Megan yang terdapat jarum infus disana.
" Aku tidak tahu mengapa aku bersikap seperti ini terhadap mu, tapi ketahuilah sejak aku berpapasan denganmu di pintu masuk Mall tadi sore ada debaran tak biasa di dadaku yang menarik ku agar mendekatimu." Lirih Leo sembari mengamati wajah cantik yang sedikit pucat itu.
Cup..
Leo mengecup tangan Megan dengan penuh kasih sayang.
" Ya mungkin kau menganggap ku gila karena bersikap seperti ini. Tapi apa peduliku apa yang kurasakan padamu jauh lebih penting dari segalanya." Lanjutnya lagi.
" Kuharap kau tidak takut dengan sikapku yang tidak biasa ini jika kau bisa berada di sisiku aku akan menjamin hidupmu akan lebih bahagia dan akan kujadikan kau satu-satunya Cinderella di hatiku." Leo terus mengungkapkan isi hatinya pada Megan padahal pria itu juga sadar bahwa wanita itu tidak akan bisa mendengar ungkapan hatinya.
Ini memang gila, Leo pun menyadari hal itu. Wanita itu baru dilihatnya beberapa jam yang lalu dan Leo merasa sangat terpikat dengan gadis biasa ini.
Lama Leo berbicara sendiri di ruangan itu terkadang pria itu mengelus lembut wajah Megan terkadang juga menciumi tangan wanita itu. Leo sudah seperti pria cabul yang memanfaatkan wanita yang tidak dikenalnya saat wanita itu tidak sadarkan diri. Hingga tak terasa Leo ikut tertidur dengan kepala yang berada di atas perut Megan.
__ADS_1
*
Keesokan paginya Megan mengerjapkan matanya memindai sekelilingnya ruangan itu yang terdapat alat medis dan Megan menyadari jika sekarang berada di rumah sakit lalu Megan meraba perutnya yang terasa sangat berat seperti ada beban yang menindih.
Tangan Megan meraba bagian perutnya dan Megan merasakan ada rambut seseorang.
" Ellen?" Panggil Megan yang mengira jika itu adalah Ellen teman nya dengan suara lirih.
Leo yang merasakan usapan di kepalanya dan suara lirih seorang wanita pun perlahan mengangkat kepalanya dan menatap wanita yang sedang menatapnya dengan penuh tanda tanya dan keterkejutan.
" Tuan kenapa bisa anda berada disini? Apakah anda yang membawa saya kerumah sakit??" Tanya Megan.
" Hmm aku yang membawamu ke sini. Kakimu terluka cukup parah jadi aku tidak punya pilihan lain selain melarikan mu ke RS." Sahut Leo yang sudah menetralkan ekspresi di wajahnya.
" Sudahlah tidak apa-apa aku akan melupakan kejadian itu hanya karena kau yang melakukan nya jika orang lain pasti aku sudah melenyapkan orang itu." Ucap Leo.
" Kk-kenapa begitu?" Tanya Megan Takut-takut.
" Kau kan bilang tidak bisa mati sekarang karena Daddy dan Adikmu masih membutuhkan mu. Jadi aku merasa kasihan padamu jadi kubiarkan kau untuk hidup." Kilah Leo.
__ADS_1
" T-terimakasi banyak Tuan." Ucap Megan dengan tulus. Tidak menyangka jika Tuan Leo dengan berlapang dada memaafkannya dan membiarkan dirinya bebas.
" Tak perlu berterima kasih karena semuanya tidaklah gratis." Ucap Leo pada akhirnya.
" Maksudnya? Saya tidak memiliki uang untuk mengganti rugi." Ucap megan Menundukan kepalanya.
Leo melihat wajah menyedihkan itu ingin rasanya memeluk wanita itu saat ini juga tapi mana bisa begitu jika dirinya melakukan itu gadis malang itu pasti menganggap dirinya mesum dan akan membuat gadis itu takut padanya.
" Cukup jadilah Asisten pribadi ku setelah kau sembuh dan aku akan menggajimu. Aku butuh seseorang yang menyiapkan keperluanku saat berada dirumah." Tentu saja itu bohong karena di kediaman nya terdapat puluhan pelayan yang siap melayani kemauannya.
" Tapi saya sedang terikat kontrak kerja paruh waktu di LV. dan saya tidak mungkin keluar dari pekerjaan yang sudah saya lakoni selama satu tahun ini." Kata Megan.
" Kau masih boleh bekerja di LV tapi kau akan bekerja sebagai Asisten Pribadi saat kau pulang kerja sampai pagi. Tenang kau tidak harus mengurus ku sepanjang malam apalagi aku pasti akan sering pulang ke London dan kau cukup menemani ku makan malam dan makan pagi lalu menyiapkan setelan kerja ku selama aku berada di Spanyol dan kau akan mendapatkan gaji. Pikirkanlah tentang setelan ku yang kau kotori tadi setidaknya itu berharga Ribuan Euro." Kata Leo.
Megan berada dalam dilema saat ini. Disatu sisi dirinya tidak akan mungkin bisa mengganti rugi jas mahal itu tapi jika dirinya menjadi asisten pribadi pria ini dan tinggal dirumahnya Megan tidak yakin akan kuat karena jantung nya terus berdetak kencang saat berada di dekat pria ini.
" Kau tidak punya pilihan lain selain menjadi Asisten Pribadi ku Nona." Kata Leo saat Megan tak kunjung membuka mulutnya.
" Baik saya akan melakukan nya." Sahut Megan pada akhirnya.
__ADS_1
" Aku harap dia akan sering berada di London dari pada di Spanyol." Batin Megan
" Yes!! I got it!!" Batin Leo.