
*
*
Saat Roy tengah asik bermain. Leon mencabut dua helai rambut Roy untuk dibuat sampel DNA.
" Sakit Dad!" Pekik Roy dan mengusap bagian kepalanya yang terasa di cubit.
" Maaf boy. Daddy tidak sengaja." Ucap Leon mengambil alih usapan tangan mungil itu dengan tangan besar miliknya.
" Benar daddy tidak sengaja? Daddy tidak sedang menganiaya Roy kan?" Tanyanya penuh seledik.
" Tidak. mana tega daddy menganiaya Roy yang tampan dan menggemaskan ini. Maafkan daddy ya?" Ucap Leon menciumi bagian kepala putranya yang rambutnya dicabut tadi.
__ADS_1
" Kalau begitu belikan Roy Es Cream maka Roy akan memaafkan daddy." Jawab Roy tidak mau rugi.
" Oke daddy akan membelikan Es Cream tapi daddy akan ganti baju dulu. Roy tunggu disini sebentar jangan kemana-mana." Kata Leon dan Roy mengangguk antusias.
Leon pun masuk kedalam kamar dan meletakkan rambut Roy yang berhasil didapatkan nya ke dalam plastik Clip. Lalu Leon hanya mengganti celana pendeknya dengan celana Jeans dan atasan hanya mengenakan kaos putih. Leon keluar kamar dan langsung menuju pintu utama di luar pintu sudah ada satu anak buahnya yang menunggu disana.
" Lakukan dengan benar." Kata Leon menyerahkan dua bungkus plastik Clip berisikan rambut miliknya dan Roy.
" Baik Tuan." Ucap orang itu yang sudah diberitahu oleh Leon sebelumnya dan pergi untuk melakukan tugasnya dengan membawa dua sampel yang akan merubah jalan hidup boss nya nanti.
" Boy ayo kita pergi beli es cream." Ucap Leon mengajak Putranya.
" Horeeee beli es cream." Ucao Roy yang terlihat begitu senang sembari melompat lompat.
__ADS_1
Leon yang melihat tingkah Roy ikut tersenyum dan mengangkat tubuh mungil putranya dan meletakkan di lengan kokohnya.
Leon lalu turun kelantai bawah. Pemandangan pria tampan dan bocah tampan itu cukup menarik perhatian Leon tidak mengendarai mobilnya karena ada kedai es cream di seberang apartemen dan Leon membawa Roy kesana.
Leon memesan apa yang diinginkan Roy melihat putranya bahagia Membuat Leon ikut bahagia.
Roy sangat menikmati es cream nya hingga di sekitar mulutnya belepotan. Leon Terkekeh dan mengelapnya dengan tisue. Roy terseyum menampilkan deretan giginya dan nampak menggemaskan. Hati Leon dibuat meleleh lalu mengecup hidung putranya.
Interaksi manis sepasang ayah dan anak itu di saksikan banyak mata yang ada di kedai es cream itu. Mereka terpesona pada Leon. Selain tampan pria itu terlihat sangat mencintai putranya. Sungguh hot daddy yang sebenarnya.
" Aku iri dengan Istrinya, Dia memperlakukan putranya begitu manis pasti dia juga sangat mencintai istrinya." Bisik salah satu wanita yang sedang berkumpul dengan Temanya.
" Andai semua pria sepertinya pasti semua wanita akan sangat bahagia. Aku harus mencari pria sepertinya agar hidup ku dan putraku selalu bahagia dan tentunya aku akan awet muda karena memandangi wajah tampannya." Sahut salah satu temannya.
__ADS_1
" Aku yakin sembilan puluh sembilan persen jika Istrinya juga sangatlah cantik dilihat bagaimana tampanya bocah kecil itu, aduh aku gemas sekali dengan pipi gembul dan mata bulatnya. Aku juga mau jika harus menjadi ibu sambungnya apalagi jika daddynya sangat hot seperti itu." Ucap Wanita yang paling tua dari segerombolan Temanya.
" Ya tapi sayangnya mereka sangat tidak mau jika kau menjadi bagian dari mereka, bahkan tidak sudi jika hanya sekedar melihat tampangmu saja." Sahut sarkas Temanya yang membuat segerombolan wanita itu tertawa berbahak-bahak kecuali wanita yang lebih tua tadi yang sedang mencebik kesal.