LEO FOR MEGAN.

LEO FOR MEGAN.
Ulah Roy


__ADS_3

*


*


*


Rebecca sudah berbaring di ranjang bagian kiri dengan selimut yang sudah menutupi tubuhnya sebatas perut. Ibu muda itu sedikit gugub saat menunggu putranya selesai dari kamar mandi bersama Leon.


Jujur saja walaupun itu hanyalah sebatas tidur tapi tidak menampik rasa gugup di hati becca apalagi Leon sangatlah Tampan dan sulit untuk di abaikan.


Tidak lama Roy berlari kecil dari arah kamar mandi. Bocah itu begitu riang mengetahui sang mommy sudah menunggunya dan langsung merebahkan tubuh mungilnya di samping Rebecca. Begitupun dengan Leon yang begitu santai menyusul dan merebahkan di sisi kanan ranjang.


" I love you Mommy and Daddy." Kata Roy dan mencium pipi daddy dan Mommynya secara bergantian.


" Kau senang,?" Tanya Leon.

__ADS_1


" Yes I'm very happy. Roy hopes we will continue like this." Sahut Roy.


" As you wish son. Kau ingin kita tetap seperti ini,? Daddy akan mengabulkannya." Kata Leon begitu santai.


Rebecca menatap Leon dengan tatapan penuh tanda tanya dan Leon hanya mengedipkan matanya tanda semua akan baik-baik saja percayalah padaku.


" Sekarang tidurlah Daddy dan Mommy akan menemanimu sepanjang malam." Kata Leon menarik selimut untuk menutupi tubuh putranya.


" Good Night. Aku cinta kalian berdua." Kata Roy sebelum memejamkan matanya dengan damai mengarungi mimpi.


" Good Night, Honey." Sahut Becca memberikan kecupan di dahi putranya.


" Good Night Rebecca," ucap Leon.


" Good Night too, Leon." Sahut Rebecca.

__ADS_1


Mereka tertidur dengan Roy yang menjadi pembatas antara Leon dan Rebecca. Mereka sudah seperti sebuah keluarga kecil yang tidur bersama.


*


Tengah malam Roy terbangun dari tidurnya karena merasa sesak. Ada sesuatu berat yang menimpa perutnya dan teryata itu adalah tangan mommy dan daddy nya yang saling menimpa di atas perutnya.


Roy terseyum melihat itu. Roy dengan perlahan mengangkat tangan sang daddy yang menimpa tangan Mommynya Setelah berhasil Roy kemudian beralih mengangkat tangan Mommynya. Roy merosot kebawah dengan pelan agar tidak membangunkan orang tuanya.


Roy berdiri sembari melihat kearah orang dua orang dewasa itu dan terseyum nakal.


" Aku tahu jika kalian bukanlah pasangan dan mungkin aku juga bukan anak daddy Leon. Tapi aku sungguh berharap Daddy Leon menjadi suami mommy dan menjadi ayahku. Maaf jika Roy terlalu egois." Ucap Roy lirih lalu meninggalkan kedua pria dewasa itu tertidur berdua tanpa ada gangguan darinya.


Roy bukannya tidak tahu jika Leon bukanlah ayahnya. Roy hanya berpura-pura tidak tahu dan menganggap Leon adalah daddynya agar dirinya bisa dekat dengan pria itu. Begitupun dengan sang mommy. Roy hanya ingin ibunya itu mendapatkan pendamping yang baik dan orang tepat menurut Roy adalah Leon.


Selama ini mommy nya itu selalu bekerja keras dan terkadang Roy sangat kasihan melihat Mommynya.

__ADS_1


Padahal Rebecca bisa saja menjadi seorang pengacara tapi karena mengandung dan membesarkan Roy seorang diri ditambah gangguan dari ibu dan saudari tirinya Membuat Rebecca mengubur dalam-dalam impiannya dan menyia-nyiakan status sarjananya dengan kelulusan dengan predikat nilai terbaik demi mengurus Roy dan agar tidak di ganggu dua nenek lampir. Rebecca lebih memilih berbagai pekerjaan yang tidak terlalu menyita waktu dan tidak membuat ibu dan saudari tirinya iri.


Setelah meninggalkan kamar untuk memberikan waktu berdua untuk Mommy dan Daddy. Roy memutuskan pergi ke kamar Leon dan tidur di kamar besar itu seorang diri. Walau begitu Roy terlihat bahagia di lihat bagaimana bocah itu tidur dengan tersenyum sembari memeluk guling sebagai temannya.


__ADS_2